|
|||
|
Penulis : Johny Sia
Jumat, 14-Maret-2008
John Augustus Roebling, seorang insinyur sipil kelahiran German pada tahun 1806, tepatnya pada Juni 12. Salah satu project paling mutakhir dan paling terkenal adalah sebuah jembatan yang di sebut Brooklyn Bridge. Beliau bermimpi untuk membangun sebuah jembatan yang menghubungkan Kota New York dan Long Island. Ide tersebut adalah ide paling spektakuler pada zaman itu. Ide pembangunan jembatan tersebut dinilai oleh para ahli adalah sebuah ide gila yang impossible. Dikitari oleh rekan - rekan yang menegatifkan idenya, John tetap teguh dalam mensukseskan keinginannya untuk membangun jembatan yang dia impikan. Dengan usaha bersemangat dan kerja keras, John mulai men-design pembangunan jembatan yang akan di beri nama Brooklyn Bridge tesebut pada Tahun 1867. Namun malang tak dapat dicegah, pada Tahun 1869, sebuah kecelakan ferry menimpa dirinya yang mengharuskan jari kakinya diamputasi.Ketidakmampuan dirinya untuk tidak berada pada lokasi pembangunan tidak menciutkan usahanya untuk menyelesaikan pekerjaannya yang telah dia mulai. Beliau tetap mampu menyelesaikan masalah - masalah yang timbul di lapangan. Namun pada hari ke-16 setelah kecelakan, Beliau wafat dikarenakan tetanus.Projek Brooklyn dilanjutkan oleh anaknya, Washington A. Roebling yang juga seorang insinyur ternama. Washington melakukan beberapa perkembangan penting terhadap design dan pembangunan jembatan. Namun penyakit kejang urat akut akibat dari bekerja di ruang mampat udara di bawah sungai dan kerja yang berlebihan,yang menyerangnya menyebabkan kondisi kesehatan Washington menurun dan akhirnya menyebabkan dia tidak dapat bekerja di areal pembangunan. Istri dari Washington, Emily Warren Roebling, membantu tugas supervisi Washington di lapangan. Washington memberikan arahan - arahan kepada Emily dan menyampaikan ke para pekerja di lapangan. Setiap hari Emily mengunjungi projek pembangunan dan mendiskusikan pembangunan jembatan dengan Washington hingga akhirnya pembangunan Brooklyn Bridge berhasil diselesaikan pada Tahun 1883. Apa yang dapat kita petik dari kisah tersebut ? Kita sering melihat sebuah kesuksesan dari bagian akhirnya saja, tanpa menarik hikmah dari proses sebelum kesuksesan terjadi. Segala hal mungkin bagi orang yang berusaha dengan semangat. Ketika menghadapi sebuah tantangan, berusahalah tetap berpikir jernih, lihat tantangan dari semua sisi sehingga kita mampu menemukan penyelesaian terbaik. Tetaplah berusaha dengan semangat untuk mewujudkan apa yang Anda impikan. Jangan pernah putus asa ! |
|||
|
|||
| ( View : 2594 | Refer : 0 | Print : 91 | Rate : 0.00 / 0 Votes ) | |||
| Artikel Selanjutnya : | |||
| • | Harga Sebuah Kesuksesan (Artikel Anda) - Sabtu, 15-Maret-2008 | ||
| • | Memandangi Lubang (Artikel Anda) - Minggu, 16-Maret-2008 | ||
| • | Mengelola Gaji Menjadi Bisnis (Artikel Anda) - Selasa, 18-Maret-2008 | ||
| • | Take And GiveAtaukahGive And Receive ? (Artikel Anda) - Selasa, 18-Maret-2008 | ||
| • | Beranikah Anda Sukses? (Artikel Anda) - Rabu, 19-Maret-2008 | ||
| Artikel Sebelumnya : | |||
| • | Tukang Roti Kelaparan (Artikel Anda) - Kamis, 13-Maret-2008 | ||
| • | Milikilah Pelita Anda Sendiri (Artikel Anda) - Selasa, 11-Maret-2008 | ||
| • | Ayah...tersenyumlah (Artikel Anda) - Senin, 10-Maret-2008 | ||
| • | Suara Hati (Artikel Anda) - Sabtu, 08-Maret-2008 | ||
| • | Antara Aku, Kaca Cermin Dan Kekasih Hati (Artikel Anda) - Jumat, 07-Maret-2008 | ||
| Menu Artikel | |
| Mau Berbagi ? | |
|
|



