| Misi : Membangun Kekayaan Mental Manusia Indonesia Demi Kehidupan Yang Lebih Bernilai | ||
| Slogan : Bosan kita menderita ! Saatnya Bersama ! Bangun Indonesia ! | ||
| Kalender Januari 2009 | ||||||
| S | M | T | W | T | F | S |
| 1 | 2 | 3 | ||||
| 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
| 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 |
| 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 |
| 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 |
| • Final Prajnanta |
| Jumat, 05-September-2008 |
| 08:36:56 WIB |
| Percaya Diri Cikal Bakal Kesuksesan |
| • Final Prajnanta |
| Selasa, 05-Juni-2007 |
| 13:17:15 WIB |
| Belajar Dari Anak-anak |
| • Final Prajnanta |
| Rabu, 27-Juni-2007 |
| 13:46:15 WIB |
| Bangkit Dari Kegagalan |
| • Final Prajnanta |
| Senin, 22-September-2008 |
| 10:06:07 WIB |
| Belajar Dari Alam |
| Waktu |
| Jumbo size 37.5 x 53 cm |
| Sebuah renungan mengenai waktu |
View Shopping Product |
|
Faktor Luck Dalam Kesuksesan ( 1 Komentar ) - Klik Profil Penulis Rating Artikel : Oleh : Final Prajnanta
Dalam
beberapa kali seminar motivasi, sering kali ada pertanyaan sejauh mana
faktor "luck", hoki atau keberuntungan menentukan kesuksesan seseorang? Sebenarnya apa yang dimaksud dengan "luck", hoki atau keberuntungan di sini? Misalkan anda mempunyai tabungan dan pihak Bank mengadakan gebyar undian berhadiah mobil BMW. Katakan ada 7.5 juta nasabah bank tersebut di seluruh Indonesia. Berapa peluang keberuntungan anda? Peluang anda menang undian tersebut sangat kecil yaitu hanya 1/7.5 juta! Namun
seandainya tiba-tiba anda diumumkan sebagai pemenang undian mobil
tersebut maka dikatakan bahwa "lucky", beruntung atau sedang
mendapatkan hoki. Kenapa ? Karena anda tidak ikut secara langsung dalam "proses" yang mengakibatkan anda memenangkan undian tersebut. Fenomena ini sama dengan misalnya kita hidup santai, makan uang warisan. Kerjanya memasang undian judi togel atau semacam Porkas di masa lalu. Semakin banyak membeli maka kemungkinan peluang akan semakin besar. Namun juga peluangnya masih terlalu kecil dibandingkan jutaan pesertanya misalnya. Tahun 2008 ini merupakan hal yang fenomenal buat Sriwijaya FC, kesebelasan kebanggaan masyarakat Palembang. Meskipun baru berusia 4 tahun, namun Sriwijaya FC bisa menggabungkan 2 gelar bergengsi di tanah air yaitu Copa Indonesia Dji Samsoe dan Liga Indonesia Djarum. Apakah kesuksesan Sriwijaya FC ini berkat "luck" atau keberuntungan semata? Tentu saja tidak bukan? Sriwijaya FC bekerja sangat keras bahkan dengan menginvestasikan uang yang tidak sedikit untuk mengangkat persepakbolaan daerahnya. Dimulai dari pembangunan stadion bertaraf internasional, hingga perekrutan sang arsitek Rahmad Darmawan - pelatih yang dikenal selalu sukses menangani sebuah klub sepakbola serta perekrutan pemain berkualitas. Klub sepakbola yang baik bukanlah klub yang dihuni semua pemain "bintang" di semua posisi. Namun lebih ke arah bagaimana membangun suatu kerjasama yang padu antara official, pelatih dan pemain. Jika official campur tangan dalam perekrutan pemain atau bahkan pemilihan pemain ketika pertandingan maka sudah pasti akan kacau. Bukan itu saja, kunci sukses Sriwijaya FC bukanlah sekedar mereka berlatih keras dan ngotot bermain namun juga adalah persaudaraan di antara semua pemain dan pelatih di dalam dan di luar lapangan. Hal ini akan membuahkan hasil yang optimal antara kerja keras pemain (ngotot) dan kerjasama di lapangan. Pemain tidak bernafsu untuk mengusung ego sendiri dengan berusaha membikin golnya sendiri namun lebih melihat siapa temannya yang lebih bebas untuk mencetak gol. Semua pemain akan rela "mati" di lapangan demi kesuksesan untuk klub tercintanya. Jadi jelas keberhasilan Sriwijaya FC bukan sekedar mengandalkan "luck" atau keberuntungan semata namun "luck" mereka merupakan perpadauan berbagai hal. Menarik apa yang dikatakan oleh Thomas Jefferson bahwa "I'm a great believer in luck and I find the harder I work, the more I have of it yang artinya kurang lebih bahwa "Saya sangat percaya akan suatu keberuntungan dan saya menemukannya setelah saya bekerja keras. Lebih keras lagi saya bekerja maka keberuntungan akan lebih banyak saya peroleh." Langston Coleman mengamini apa yang dikatan Thomas Jefferson bahwa "Luck is what you have left over after you give 100 percent" artinya bahwa keberuntungan akan datang setelah kita berusaha 100 persen! Mungkin nggak seandainya kita kerjanya setiap hari ngobrol ngalor ngidul alias ngerumpi dan duduk-duduk di jalan, tiba-tiba mendapat keberuntungan ada mobil lewat dan turun mengangkat kita menjadi manager suatu perusahaan asing? Tentu tidak mungkin bukan. Jelaslah bahwa tidak ada kesuksesan yang datang secara tiba-tiba atau hanya karena keberuntungan semata. Kesuksesan merupakan perpaduan antara pecanangan impian, goal, komitmen, kegigihan, kejujuran dan kerja keras pantang menyerah. Setelah kita berjuang semampu kita maka "luck" atau keberuntungan akan datang dan bukan sebaliknya, jika kita hanya menunggu faktor "luck" atau keberuntungan saja akan menyebabkan kita malas dan semakin malas. Kita menyalahkan orang lain dan keadaan karena "luck" tidak kunjung datang. Tanpa usaha kerja keras meraih impian maka sudah pasti sengsara yang akan kita dapat! Apakah anda setuju? Salam Never Give-up!
Final Prajnanta Praktisi bisnis sekaligus penulis masalah motivasi dan branding Penulis bisa dihubungi di f_prajnanta@yahoo.co.id
|
|||||
![]() | |||||
| Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA Komentar Artikel : | |||||
| • | Tanggal Komentar: Kamis, 13-Maret-2008; 08:41:36 | ||||
| Nama Pengirim Komentar : Mohammad Ashrul ( m_ashrul@yahoo.com ) | |||||
| "Nice reading, Mas Final. Meskipun demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa faktor keberuntungan adalah bagian dari "gaib"nya kehidupan. Ada faktor Yang Maha Kuasa di situ, yang mana itu juga bergantung pada level usaha yang sebelumnya sudah diupayakan di awal. Intinya, kita semua memang harus mengutamakan usaha, tapi tidak mengesampingkan doa. Do'a? Yes! For what? Well, don't really have the right answer. Yang jelas kita semua tidak tahu apakah kita masih diberi kehidupan detik berikutnya. Mungkin saya sitir kata-kata "Luck" agar menjadi "berdoa". What do you think?" | |||||
Komentar Lainnya | |||||
|
|||||
|
( View : 6636 | Refer : 2 | Print : 72 | Rate :
9.00 / 2 Votes )
| |||||
| Artikel Selanjutnya | |||||
| Begini Seharusnya Pelayanan Call Center (bagian 2 - Tamat) - Rabu, 12-Maret-2008; 08:47:34 | |||||
| Selimut Dalam Tidurku - Kamis, 13-Maret-2008; 09:03:07 | |||||
| Sudah Saatnya - Jumat, 14-Maret-2008; 08:14:53 | |||||
| Be Xo First (then You Get Rich) ! - Jumat, 14-Maret-2008; 16:30:20 | |||||
| Fokus Pada Tujuan Yang Pasti - Senin, 17-Maret-2008; 08:44:35 | |||||
| Artikel Sebelumnya | |||||
| Buah Kelapa Yang Mematikan! - Selasa, 11-Maret-2008; 11:08:07 | |||||
| Kembangkan Jiwa Sukses Anda! - Senin, 10-Maret-2008; 09:03:39 | |||||
| Doa Untuk Putraku - Senin, 10-Maret-2008; 08:36:24 | |||||
| Model Kepemimpinan Menurut Fisika (bagian 4 Tamat) - Selasa, 04-Maret-2008; 09:06:19 | |||||
| Kucing Yang Bertamu - Senin, 03-Maret-2008; 08:46:03 | |||||
| Pengunjung Kemarin | 3271 |
| Pengunjung Hari Ini | 2471 |
| Online | 40 |