|
|||
|
Penulis : Andrie Wongso
Rating Artikel :
Senin, 08-Juni-2009
Pada masa Perang Dunia II, tepatnya tahun 1944, seorang jenderal kenamaan, Douglas McArthur, menullis sebuah puisi untuk putra tercintanya yang saat itu baru berusia 14 tahun. Puisi tersebut mencerminkan harapan seorang ayah kepada anaknya. Ia memberi sang anak puisi indah yang berjudul "Doa untuk Putraku". Inilah isi puisi tersebut:
- Doa untuk Putraku -
Tuhanku...
Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahuikelemahannya. Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan. Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan. Tetap Jujur dan rendah hatidalam kemenangan. Bentuklah puteraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya dantidakhanya tenggelam dalam angan-angannya saja. Seorang Putera yang sadar bahwa mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan. Tuhanku... Aku mohon, janganlahpimpinputerakudi jalan yang mudah dan lunak. Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan. Biarkan puteraku belajar untuktetap berdiridi tengah badaidan senantiasa belajar untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya. Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi, sanggup memimpin dirinya sendiri, sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain. Berikanlah hamba seorang putra yang mengerti makna tawa ceria tanpa melupakan makna tangis duka. Putera yang berhasrat untuk menggapai masa depan yang cerah namun tak pernah melupakan masa lampau. Dan, setelah semua menjadi miliknya... Berikan dia cukup rasa humor sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh namun tetap mampu menikmati hidupnya. Tuhanku... Berilah ia kerendahan hati... Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki... Pada sumber kearifan, kelemahlembutan, dan kekuatan yang sempurna... Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud, hamba, ayahnya, dengan berani berkata "hidupku tidaklah sia-sia" Pembaca yang budiman, Puisi yang ditulis oleh Jenderal Douglas McArthur tersebut merupakan sebuah puisi yang luar biasa. Puisi itu adalah sebuah cermin seorang ayah yang mengharapkan anaknya kelak mampu menjadi manusia yang ber-Tuhan sekaligus mampu menjadi manusia yang tegar, tidak cengeng, tidak manja, dan bertanggung jawab atas kehidupannya sendiri. Seperti contoh sepenggal puisi di atas yg berbunyi: "Janganlah pimpinputeraku di jalan yang mudah dan lunak, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan." Puisi ini menunjukkan bahwa sang jenderal sadar tidak ada jalan yang rata untuk kehidupan sukses yang berkualitas. Seperti kata mutiara yang tidak bosan saya ucapkan: "Kalau Anda lunak pada diri sendiri, kehidupan akan keras terhadap Anda. Namun, kalau Anda keras pada diri sendiri, maka kehidupan akan lunak terhadap Anda." Untuk itu, jangan kompromi atau lunak pada sikap kita yang destruktif, merusak, dan cenderung melemahkan. Maka, senantiasalah belajar bersikap tegas dan keras dalam membangun karakter yang konstruktif, membangun, demi menciptakankehidupan sukses yang gemilang, hidup penuh kebahagiaan! Selamat berjuang!! Salam sukses luar biasa!!! Andrie Wongso
Tersedia poster berisi surat ini, FREE (GRATIS), di majalah LuarBiasa No.6 (Juni 2009). |
|||
|
Komentar Anda
Pengirim : Fudin Anantasiri
Terima kasih untuk catatan dan artikel2 Bapak yg sangat Luar biasa! Kehidupan ini memang sangat keras! Tapi bila kita mau berjuang untuk menghadapi tantangan dan rintangan dgn Motivasi yg benar disertai semangatyg tinggi pantang menyerah alias tidak mudah putus asah, maka kehidupan yg keras ini menjadi mudah dijalani! Ingat keruntuhan manusia terbesar adalah rasa putus asah! Ayo maju terus untuk mencapai cita2 yg gemilang! Buatlah hidup mu ini menjadi bermakna! Berguna untuk byk orang!
Pengirim : Puspita W
Luar biasa!!!
Terima kasih ilmunya.
|
|||
|
|||
| ( View : 27000 | Refer : 87 | Print : 566 | Rate : 8.79 / 14 Votes ) | |||
| Artikel Selanjutnya : | |||
| • | Membangun "The Winning Spirit" Tim Thomas Indonesia - Dimuat Juga Di Harian Kompas Edisi Selasa, 25 Maret 2008 Hal.28 (AW Artikel) - Selasa, 25-Maret-2008 | ||
| • | KelinciSiPenakut (AW Artikel) - Jumat, 04-April-2008 | ||
| • | PemancingCilik (AW Artikel) - Senin, 14-April-2008 | ||
| • | Koleksi Kalender (AW Artikel) - Senin, 21-April-2008 | ||
| • | Cita-cita Yang Tertunda (AW Artikel) - Senin, 28-April-2008 | ||
| Artikel Sebelumnya : | |||
| • | Pertapa Muda Dan Kepiting (AW Artikel) - Senin, 25-Pebruari-2008 | ||
| • | KomentarLukisan (AW Artikel) - Senin, 18-Pebruari-2008 | ||
| • | Perjalanan Penuh Pembelajaran (AW Artikel) - Senin, 11-Pebruari-2008 | ||
| • | CintaTanpaSyarat (AW Artikel) - Kamis, 31-Januari-2008 | ||
| • | Jon Kelana Manusia Luar Biasa (AW Artikel) - Senin, 21-Januari-2008 | ||
| Menu Artikel | |
| Mau Berbagi ? | |
|
|



