|
|||
|
Penulis : Gim Hok
Rating Artikel :
Sabtu, 08-Maret-2008
Before you embark on a path, you ask the question: Does this path have a heart? –Carlos Casteneda Sering kali dalam hidup ada saat-saat tertentu ketika kita harus membuat keputusan penting. Keputusan yang akan menentukan arah hidup kita selanjutnya. Saat-saat menentukan dalam hidup itu adalah ketika kita di persimpangan jalan, ketika kita harus membuat keputusan penting, mungkin dalam bidang karir, cinta, keluarga, atau yang lainnya.
Dan sering kali kita membuat keputusan pada saat penting hanya berdasarkan logika atau rasio saja, tanpa mempertimbangkan perasaan dalam hati. Kita menempatkan logika di atas rasa. Karena kita berpikir bahwa keputusan terbaik tentunya keputusan yang dibuat dengan pertimbangan matang yang didasarkan hanya pada rasio semata.
Dan begitulah kita sering menjalani hidup kita, membuat keputusan demi keputusan hanya dengan berpatokan pada logika pikiran saja. Dan ini sering terjadi terhadap keputusan penting dalam hidup kita. Kita memutuskan tanpa melibatkan rasa, tanpa berusaha mendengarkan suara kecil dari tempat paling dalam diri kita. Lalu tanpa kita sadari kita hanya semakin dekat dengan logika dan sebaliknya semakin jauh dari rasa. Dan jalan yang kita lalui adalah jalan berpijakan logika dan rasio.
Carlos Casteneda mengatakan, sebuah jalan tanpa hati (baca: rasa) adalah jalan yang tidak menyenangkan. Kita harus menguatkan diri kita terus menerus, tanpa kita sadari kita semakin lemah dari dalam. Kita harus terus-menerus melawan musuh dari dalam diri dari hari ke hari. Kita terus melakukannya hingga suatu hari kita lelah, dan rasanya hendak berhenti saja, breakdown, dan bingung dengan apa yang sedang terjadi. Dalam keputusasaan tersebut, ada 2 kemungkinan yang terjadi. Kita terus memaksakan diri melangkah di jalan yang sama hingga kita hidup kita hancur. Atau kita berhenti sejenak, mulai mencoba mendengarkan suara kecil dari dalam diri, memahami dirinya, dan memutuskan mengambil jalan yang sama dengannya.
Hati kita selalu mengetahui yang terbaik untuk kita. Yang sering terjadi, kita tidak mau meluangkan waktu untuk mendengarkan keinginan hati kita yang paling dalam. Sehingga kita lebih sering menjalani hidup hanya dengan logika tanpa melibatkan hati. Hidup yang demikian tidak memberikan kedamaian, hanya memberikan kesengsaraan. Seolah-olah ada dua orang dengan keinginan berbeda menapaki jalan dengan arah berlawanan. Dan ketika akhirnya kita menyadari bahwa kita telah mengambil jalan tanpa hati, jalan tersebut telah hampir menghancurkan hidup kita.
Hati tidak pernah berdusta. Kita hanya perlu mendengarkannya, mengerti dirinya, dan menjadi sahabat terbaiknya. Kita lupa perjalanan terbaik adalah perjalanan dengan dilandasi hati. Jalan dengan hati selalu membuat diri kita kuat, meningkatkan kualitas hidup kita, dan membuat kita terus mengalami pertumbuhan diri. Jalan dengan hati selalu membawa kebahagiaan hakiki.
Mengambil jalan dengan hati juga selalu memberikan imbalan yang paling besar. Karena di akhir setiap perjalanan, yang penting adalah hati. Jika hati kita bahagia, kita bahagia. Jika hati kita sedih, kita sedih. Jika hati kita menang, kita menang. Jika hati kita kalah, kita kalah.
Saya ingin mengutip kata-kata Carlos Castenada: “For me there is only the traveling on paths that have heart, on any path that may have heart. There I travel, and the only worthwhile challenge is to traverse its full length. And there I travel, looking, looking, looking breathlessly.”
Sekarang, apakah jalan yang kita tapaki saat ini memiliki hati? Kita sendiri yang tahu jawabannya.
Penulis adalah trainer pengembangan diri di Jakarta, dapat dihubungi di info@gimhok.com atau di www.gimhok.com |
|||
|
|||
| ( View : 8886 | Refer : 4 | Print : 119 | Rate : 9.00 / 1 Votes ) | |||
| Artikel Selanjutnya : | |||
| • | Ayah...tersenyumlah (Artikel Anda) - Senin, 10-Maret-2008 | ||
| • | Milikilah Pelita Anda Sendiri (Artikel Anda) - Selasa, 11-Maret-2008 | ||
| • | Tukang Roti Kelaparan (Artikel Anda) - Kamis, 13-Maret-2008 | ||
| • | Never Give In Attitude (Artikel Anda) - Jumat, 14-Maret-2008 | ||
| • | Harga Sebuah Kesuksesan (Artikel Anda) - Sabtu, 15-Maret-2008 | ||
| Artikel Sebelumnya : | |||
| • | Antara Aku, Kaca Cermin Dan Kekasih Hati (Artikel Anda) - Jumat, 07-Maret-2008 | ||
| • | Destiny Is Destination (Artikel Anda) - Kamis, 06-Maret-2008 | ||
| • | Sukses (Artikel Anda) - Rabu, 05-Maret-2008 | ||
| • | Pengemis Dan Nasi Bungkus (Artikel Anda) - Selasa, 04-Maret-2008 | ||
| • | Sebuah Buku Yang Mengubah Hidup (Artikel Anda) - Senin, 03-Maret-2008 | ||
| Menu Artikel | |
| Mau Berbagi ? | |
|
|



