Kamis, 06-Maret-2008; 08:16:19 WIB Destiny Is Destination ( 1 Komentar )
Oleh : Johny Sia
BORN <----> EXPIRE, Expire aka Die aka Koit. Ada apa diantara proses tersebut ? Yang keliatan sih cuma sebuah panah kali ya. Diantara proses tersebut terdapat pengalaman. Berikut yang saya dapat dari KBBI “Pengalaman ialah pengetahuan dan ketrampilan tentang sesuatu yang diperoleh lewat keterlibatan atau berkaitan dengannya selama periode tertentu”Tentunya pengertian tersebut bisa menjadi acuan kita secara umum dimana dalam kata “pengalaman” mengandung beberapa faktor pembentuk. Antara lain; pengetahuan, ketrampilan, sesuatu yang di peroleh (objek), keterlibatan (link), selama periode tertentu (waktu). The Law of Causality is applied for this case.Ada beberapa kemungkinan ketika seseorang mengalami sebuah pengalaman; menyenangkan (satisfy) atau yang biasa dikenal sebagai pleasure contohnya yang lagi jatuh cinta, dipuji, mencapai impiannya, dll.; tidak menyenangkan (unsatisfied) atau pain contohnya ditinggal pacar, terserang penyakit, kegagalan, dll. Diantara pain dan pleasure pasti ada yang netral yang mungkin berbeda – beda untuk setiap orang, contohnya apa yang kita rasakan ketika kita melihat papan tulis, batu – kecuali batu mulia, dll. Semua hal tersebut berkaitan dengan yang namanya Perasaan (Sensation).Kenapa setiap orang merasakan pengalaman yang berbeda – beda ?Bahasa saya mengatakan bahwa :
PENGALAMAN= STIMULUS + TINGKAH LAKU (BEHAVIORS)
Idea saya mengatakan bahwa tingkah laku (behavior) manusia umumnya terealisasi melalui buah pikir (pemikiran), ucapan, dan tindakan fisik. Stimulus itu sendiri bisa bersumber dari internal (self) dan externals. Stimulus externals:1.Media komunikasi (internet, radio, televise, koran, majalah, buku, dsb)2.Environment (dalam bentuk perorangan (guru, mentor,dsb) atau kelompok (perkumpulan, organisasi, teman, dsb.)3.Family (orang tua, kerabat, adik, kakak, dsb.)Gabungan pengulangan tingkah laku dan stimulus ini lah yang membentuk pengalaman seseorang. Rasanya tidak adil jika kita mengkambinghitamkan “stimulus” ketika sebuah pengalaman tidak menyenangkan kita alami. Karena kita memiliki kebebasan berpikir, kebebasan berucap, dan kebebasan bertindak. Tetaplah sadar dalam bertingkah laku membentuk pribadi yang sukses. Toward Better Destiny is Our DestinationSalam sukses,Johny Sia
|
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA
Komentar Artikel :
•
Tanggal Komentar: Kamis, 13-Maret-2008; 08:35:17
Nama Pengirim Komentar : Liliana ( theselian@yahoo.com )
"I am definetely agree with you. Semua hal yang terjadi baik buruk ataupun menyenangkan, akan kita sebut pengalaman. But biasanya mereka akan mengingat dan menyebutnya pengalaman ketika hal tersebut benar-benar memberikan kesan/dampak bagi setiap orang. Pengalaman adalah awal dimana seseorang akan secara sadar ataupun tidak sadar mengubah tingkah laku (behavior) mereka kedalam dua arah, positive dan negative. Apapun itu, pengalaman adalah hal yang paling berharga dan seharusnya mampu membuat seseorang menjadi lebih baik. "