Home
Profile AW
Interaksi AW
Artikel AW
AW 4U
FREE Corner
AW Shop
Contact AW
 
Dengarkan talk show “Andrie Wongso - Success Wisdom & Motivation” di jaringan radio Sonora, setiap hari Selasa. pukul 07.05 WIB-08.00 WIB (Live Interaktif Motivation). Jaringan radio Sonora: Jakarta - FM 92.0, Surabaya - FM 98.0, Yogyakarta - FM 97.4, Palembang - FM 102.6, Pontianak - FM 96.7, Bangka - FM 101.1, Semarang - 98.9 FM, Ria Solo - FM 98.8, Serambi Aceh – FM 90.6, Raka Bandung - FM 98.8,Eltira Yogyakarta – FM 102,1, bPost Banjarmasin – FM 97.2. Program ini juga dapat didengarkan melalui live streaming di Indovision Channel 506, kompas.com, dan andriewongso.com/radio.
Artikel Tetap
Penulis : Steven Agustinus
Sabtu, 01-Maret-2008
Mentalitas negatif, kekhawatiran dan ketakutan yang disebabkan oleh trauma di masa lalu sebetulnya adalah hal yang wajar, karena ketika seseorang mengalami sebuah peristiwa yang sangat mendalam/membekas, adalah sesuatu yang lumrah jika orang tersebut memiliki rasa takut untuk mengulang hal yang sama. Akan tetapi, kita harus menyadari bahwa kehidupan ini akan terus berjalan –apapun yang terjadi- dan yang kita alami di waktu lampau tidak pasti akan terjadi lagi.

Untuk itu, kita perlu belajar merasionalisasi apa yang kita takutkan dengan mencoba mencari tahu penyebab trauma yang kita alami. Jika ternyata penyebabnya adalah ketidakhati-hatian kita sendiri, maka kita hanya perlu memastikan bahwa hal serupa tidak akan terulang lagi. Jika ternyata hal itu terjadi karena kesalahan orang lain, kita hanya perlu bersikap lebih waspada. Dengan demikian, kita bisa menanggulangi setiap ketakutan dan kekhawatiran yang seringkali muncul akibat trauma, sehingga tantangan, pergumulan dan halangan-halangan yang menghadang hidup kita dapat segera diatasi.

Seseorang yang pernah mengalami trauma umumnya akan memiliki over-consciousness atau kehati-hatian yang cenderung berlebihan. Sebetulnya, di setiap peristiwa yang kita alami ada sebuah perhitungan yang bisa dilakukan. Bagi beberapa orang, kecelakaan hanyalah salah satu dari efek kecerobohan kita maupun kecerobohan orang lain, dan life must go on. Katakanlah, bagi orang yang berprofesi sebagai supir, pekerjaan itu adalah sumber nafkah dan satu-satunya kemampuan yang ia miliki. Kalaupun ia mengalami kecelakaan lebih dari sekali, selama ia masih bisa mengendarai kendaraan ia akan terus menyetir -- apalagi jika kesalahan bukan terletak pada dirinya. Namun bagi beberapa orang lain, kecelakaan bisa menjadi sesuatu yang sangat besar, karena peristiwa itu begitu membekas dalam emosi dan ingatan mereka sehingga langsung terekam dan mempengaruhi alam bawah sadar mereka. Sebagai akibatnya, over-consciousness itu akan muncul dengan sendirinya.

Menanggulangi efek trauma
Untuk menanggulangi hal ini, kita bisa melakukan teknik afirmasi yang dibarengi dengan merasionalisasi peristiwa yang bersangkutan, sehingga alam sadar kita akan mulai menangkap bahwa sebetulnya peristiwa negatif yang kita alami hanyalah satu kasus khusus yang tidak perlu terulang kembali di kemudian hari. Kombinasi antara teknik afirmasi dan rasionalisasi akan membawa dampak yang lebih besar bagi diri kita, karena alam sadar kita akan dapat memahami bahwa peristiwa traumatis tersebut hanyalah sebuah ‘special case’. Lalu, dengan teknik afirmasi, pemahaman tersebut bisa kita tanamkan ke alam bawah sadar kita untuk mengoreksi ‘efek kejut’ dari peristiwa negatif yang kita alami, sehingga kita bisa kembali hidup dengan normal seperti sebelum peristiwa itu terjadi.

Selalu ada peluang dalam situasi apapun yang kita hadapi. Yang kita butuhkan hanyalah kreativitas. Dengan melakukan pengamatan dan analisa yang mendalam (dikombinasikan dengan kreativitas yang kita miliki) kita akan bisa melihat sejuta peluang dalam setiap peristiwa. Apalagi jika kita berbicara tentang peluang usaha; ada banyak sekali peluang usaha yang kadang kala tidak membutuhkan modal besar – yang dibutuhkan hanyalah kepercayaan dan pengetahuan. Dengan kredibilitas yang baik dan pengetahuan memadai, kita bisa menemukan peluang usaha dengan mudah.

Apa yang saya bagikan memang kedengarannya hanya dapat diaplikasikan pada diri sendiri, namun jika kita sudah mengalami perubahan, mengubah tantangan menjadi batu loncatan adalah sesuatu yang sangat mudah. Prinsip-prinsip tersebut juga bisa berlaku atas orang-orang di sekeliling kita, bahkan rival yang bersikap negatif kepada kita; karena bagaimanapun juga hal ini bersifat interaktif. Orang bisa berusaha mencari-cari kesalahan kita, namun jika kita terus berusaha untuk memperbaiki diri, tidak akan ada cacat, kelemahan, atau peluang apapun yang dapat digunakan untuk ‘menyerang’ kita, dan kita bisa membuktikan bahwa kita adalah orang yang memiliki kualitas, potensi dan kapasitas di atas rata-rata, sehingga tantangan sebesar apapun akan bisa kita jadikan sebagai batu loncatan untuk menerima promosi lebih lanjut.

Kita perlu memiliki paradigma yang mencintai perubahan. Apabila kita mencintai perubahan, kita tidak akan mengalami kesulitan/kendala untuk berubah. Seringkali tuntutan profesi membuat kita harus rela mengubah beberapa hal tertentu dari hidup kita, karena itu kita perlu membangun sebuah mentalitas yang mencintai perubahan. Jika kita sudah terjebak pada satu rutinitas (bahkan kita sendiri tidak menyukai hal-hal baru), kita akan mengalami kesulitan untuk mengembangkan kapasitas dan potensi yang kita miliki. Jadi, tidak ada alternatif lain, kita harus terus belajar mengembangkan kapasitas dan jalan berpikir. Untuk selalu dapat melihat peluang di tengah tantangan, kita perlu memiliki paradigma dan mentalitas yang memang menyukai perubahan. Tanpa menyukai perubahan, kita tidak akan mampu melihat sebuah peluang, karena kita telah terjebak dalam zona nyaman.

Membangun mentalitas mencintai perubahan
Saya mendapati ini menjadi sesuatu yang sulit bagi kebanyakan orang. Sebetulnya, cara agar kita dapat membangun mentalitas mencintai perubahan tersebut -bahkan untuk aspek-aspek hidup kita yang lain termasuk pengambilan keputusan- sangatlah sederhana. Kita hanya perlu mencari aktivitas di luar kebiasaan kita, seperti yang pernah saya bahas dalam topik “Keluar dari Zona Nyaman” beberapa waktu yang lalu. Contohnya: jika kita terbiasa untuk berangkat ke kantor pada jam tertentu dan melewati satu jalur tertentu, cobalah untuk berangkat lebih awal dan cari alternatif jalan yang lain. Hal ini dapat menolong kita agar tidak mudah terjebak dalam rutinitas, karena rutinitas dan pola yang terpatok dapat membuat kita memiliki banyak blind spot yang menyebabkan kita cenderung berpikir dalam ‘satu kotak’ atau batasan tertentu. Ketika mentalitas yang menyukai perubahan mulai terbangun dalam diri kita, akan mulai tercipta kemampuan berpikir ‘out of the box’ dalam hidup kita – yang mana sangat kita butuhkan, khususnya bagi kaum profesional yang memerlukan kreativitas dan inovasi yang tinggi.

Contoh lain yang bisa diterapkan: jika setiap pulang kantor kita selalu merebahkan diri di sofa dan menyalakan televisi, kali ini lakukanlah aktivitas yang berbeda, misalnya berolahraga atau membaca koran. Pada awalnya, alam bawah sadar kita akan segera memberi sinyal yang membuat kita merasa tidak nyaman dengan aktivitas tersebut. Namun alam sadar kita harus tetap belajar mengendalikan alam bawah sadar kita –- kita harus langsung mengambil sikap dan tindakan untuk mendisiplin diri. Setelah 2-3 kali kita mendisiplin diri untuk melakukan aktivitas di luar rutinitas, dengan sendirinya alam bawah sadar kita akan mulai berhenti mengirimkan sinyal yang membuat kita merasa tidak nyaman, sehingga kita dapat menikmati aktivitas-aktivitas baru tersebut. Akan tetapi, jangan melakukan aktivitas yang itu-itu saja, karena hal tersebut akan kembali menjebak kita dalam rutinitas dan pola yang baku. Dengan melakukan aktivitas yang ‘tidak lazim’ secara terus menerus dan acak, perlahan tapi pasti mentalitas kita akan mulai terbentuk untuk terbiasa dengan perubahan -- bahkan menyukainya. Ketika kita tidak lagi merasakan sesuatu yang membuat kita merasa tidak nyaman dengan aktivitas di luar kebiasaan, artinya kita tidak lagi terjebak dalam sebuah rutinitas.

Mentalitas mencintai perubahan sangat dibutuhkan dalam segala aspek. Kita harus tetap mencintai perubahan, serta belajar untuk mengikuti dan menyikapinya secara positif. Kita harus terus belajar meng-update diri dengan hal-hal positif dari setiap perubahan yang terjadi. Memang setiap perubahan memiliki sisi positif dan negatif, tetapi Tuhan memberi kita akal budi untuk dapat mengambil keputusan dan memilih sisi positif dari setiap perubahan yang ada.

Teratur vs. mencintai perubahan
Berbicara tentang pola hidup teratur dan mencintai perubahan, keduanya adalah pola hidup yang memang harus kita miliki. Kita perlu memiliki keteraturan dalam hidup kita, dan pada saat yang sama kita juga membutuhkan paradigma atau mentalitas yang siap untuk mengalami perubahan. Jangan ijinkan pola hidup teratur kita menjadi ‘penjara’ bagi kita, dan jangan ijinkan pola hidup mencintai perubahan menjadi alasan untuk tidak menata hidup kita. Keduanya harus menjadi satu paket yang terbangun dalam hidup kita.

Saya bisa menyimpulkan bahwa ada banyak kesempatan yang sebenarnya terbuka di depan mata kita, namun pengalaman negatif, trauma, paradigma dan mentalitas salah yang kita miliki seringkali menyebabkan peluang-peluang tersebut berlalu begitu saja. Jangan biarkan peluang berlalu dari hidup Anda, karena peluang tersebut dapat menghantar Anda meraih kesuksesan. Karenanya, tidak ada alternatif lain, tanggulangi setiap ketakutan/kekhawatiran dan hambatan-hambatan internal yang masih Anda miliki, pastikan mentalitas yang mau terus berubah dan berkembang selalu ada dalam diri Anda. Ingat baik-baik, jika kita dapat terus meningkatkan kapasitas hidup, kesuksesan ada di depan mata kita!

~ www.kesuksesan-sejati.blogspot.com ~
Komentar Anda
Pengirim : Nyoman RPN
Pak Steven, bagus sekali uraian anda. Saya jadi ingat SWOT analisis. Bagaimana mengubah tantangan jadi peluang. Terima kasih dan sukses.
     1     
( View : 3156 | Refer : 1 | Print : 210 | Rate : 0.00 / 0 Votes )
Artikel Selanjutnya :
Kucing Yang Bertamu (Artikel Tetap) - Senin, 03-Maret-2008
Model Kepemimpinan Menurut Fisika (bagian 4 Tamat) (Artikel Tetap) - Selasa, 04-Maret-2008
Kembangkan Jiwa Sukses Anda! (Artikel Tetap) - Senin, 10-Maret-2008
Buah Kelapa Yang Mematikan! (Artikel Tetap) - Selasa, 11-Maret-2008
Faktor Luck Dalam Kesuksesan (Artikel Tetap) - Rabu, 12-Maret-2008
Artikel Sebelumnya :
Begini Seharusnya Pelayanan Call Center (bagian 1) (Artikel Tetap) - Jumat, 29-Pebruari-2008
Peramalan (Artikel Tetap) - Kamis, 28-Pebruari-2008
Sponge, Clean Or Dirty ? (Artikel Tetap) - Rabu, 27-Pebruari-2008
Jurus Menghibur Diri (Artikel Tetap) - Senin, 25-Pebruari-2008
Rahasia Sang Penakluk (Artikel Tetap) - Sabtu, 23-Pebruari-2008
Menu Artikel
»   Kumpulan Catatan Andrie Wongso
»   Kumpulan AW Artikel
»   Kumpulan Artikel Tetap
»   Kumpulan Artikel Anda
»   Kumpulan Ada Ada Saja
»   Kumpulan AW Corner
»   Kumpulan AW Inspirational Video
»   Kumpulan AW Jokes
»   Kumpulan Campus Corner
»   Kumpulan English Corner
»   Kumpulan Entrepreneur Corner
»   Kumpulan Family Corner
»   Kumpulan Health Corner
»   Kumpulan Peristiwa Luar Biasa
»   Kumpulan Serba Serbi
»   Kumpulan Sports Corner
»   Kumpulan Success Story
»   Kumpulan Tahukah Anda
Mau Berbagi ?
Sahabat-sahabat yang LUAR BIASA... Cerita, Motivasi, Semangat ada tidak hanya untuk diri sendiri, tapi alangkah baiknya kita berbagi bersama.
Untuk itu mari kita bersama-sama saling berbagi cerita-cerita motivasi dengan menekan MAU BERBAGI? dipojok kanan atas atau klik Kirim Artikel
Produk Motivasi

18 cerita motivasi yang akan mengubah hidup Anda

...
Rp 60.000,00
Powered by:
Site Map - Copyright © 2006-2010 Andriewongso.com Action & Wisdom Motivation Training. All Rights Reserved
Bijaksana Kata Motivasi Motivasi Kata-kata Motivasi Kata Mutiara Kata Bijak Persahabatan Motivation Motivate Motivational Semangat