Misi : Membangun Kekayaan Mental Manusia Indonesia Demi Kehidupan Yang Lebih Bernilai
Slogan : Bosan kita menderita ! Saatnya Bersama ! Bangun Indonesia !
 
 
 
Dengarkan Talk Show: Andrie Wongso Success Wisdom & Motivation di Radio Sonora, Setiap Hari Selasa. Jam 07.05 WIB - 08.00 WIB (Live Interaktif Motivation). Jaringan Radio Sonora: Jakarta - FM 92.0, Surabaya - FM 98.0, Yogyakarta - FM 94.7, Palembang - FM 102.6, Pontianak - FM 96.7, Bangka - FM 101.1, Semarang 98.9 FM, Ria,Solo - FM 98.8, Serambi, Aceh - FM 90.6, Raka,Bandung - FM 98.8 - Program ini juga dapat didengarkan melalui: Indovision Channel 106, Live Streaming www.Kompas.com, Live streaming www.AndrieWongso.comJangan lupa dengarkan setiap hari kapsul-kapsul Wisdom & Motivation.

Baca Juga
• Ponijan Liaw
  Senin, 15-Januari-2007
  10:48:38 WIB
Komunikasi Berdasarkan Sifat Dasar Manusia - Agresif
• Ponijan Liaw
  Jumat, 25-Mei-2007
  11:46:09 WIB
Komunikasi Berdasarkan Pola Laku - Influencer (Pemberi Pengaruh)
• Ponijan Liaw
  Kamis, 10-Mei-2007
  11:00:37 WIB
Komunikasi Berdasarkan Pola Laku - Doer(Pelaku)
• Ponijan Liaw
  Rabu, 14-Pebruari-2007
  11:31:56 WIB
Komunikasi Berdasarkan Sifat Dasar Manusia - Asertif
Shopping Product
Poster Motivasi - Berani Menghadapi Masalah
Medium - Size 37.5 x 26.5 cm

Kita boleh mengharapkan semua urusan berjalan lancar tetapi jauh lebih baik bila kita siap mental dan berani menghadapi setiap masalah.

 
View Shopping Product

Pembaca Setia
Artikel Tetap
Jumat, 29-Pebruari-2008; 14:37:49 WIB
Begini Seharusnya Pelayanan Call Center (bagian 1)
( 1 Komentar ) - Klik Profil Penulis
Rating Artikel :
Oleh : Ponijan Liaw

Save page as PDF

Pada era informasi yang sangat modern ini, Anda pasti pernah menghubungi call center untuk keperluan mendesak mau pun tidak guna mendapatkan sebuah informasi. Apakah itu info tentang status kartu kredit, rekening di bank, telepon seluler, tagihan-tagihan rutin sampai dengan produk jasa rumah tangga lainnya yang dari hari ke hari semakin menunjukkan eskalasi kuantitas variannya. Namun, sayang hasrat yang penuh semangat empat lima itu terkadang tidak berbanding lurus dengan kualitas pelayanan yang diberikan oleh call center, pusat informasi yang dituju.

Tekan 1 untuk A, Lalu Bersiaplah Kecewa

Seringkali, ketika kita menghubungi call center yang langsung terdengar adalah nada sibuk atau berdering sesekali dan setelahnya putus tanpa informasi. Selain nada sibuk, ada juga suara yang mempromosikan produk-produk terbaru corporate bersangkutan. Dan jika masuk pun, kita masih dihadapkan pada instruksi yang sangat ribet dan berbelit-belit, seperti: tekan 1 untuk A, tekan 2 untuk B, tekan 3 untuk C, tekan D untuk berbicara dengan operator, dan seterusnya. Habis waktu dan pulsa untuk meminta sebuah informasi yang menjadi hak para pelanggan perusahaan produk tersebut. Jika kita menekan nomor yang dimaksud sesuai instruksi, belum tuntas ketegangan urat saraf dan kuping untuk mendengar ocehan sang mesin yang tidak berperikemanusiaan itu (karena ia hanya mesin): untuk A tekan 1, untuk B tekan 2, untuk C tekan 3, dan seterusnya. Dan, jika sudah sampai pada departemen yang dituju masih terdengar bunyi: "maaf seluruh petugas kami sedang sibuk, silahkan tekan 1 untuk menunggu atau tutuplah telepon Anda untuk menghubungi kami kembali beberapa saat lagi." Belum lagi telepon yang tiba-tiba mati, lenyap tak kembali, di tengah-tengah perjuangan kita menghubunginya. Dapat dibayangkan, khususnya bagi yang mengalami pengalaman empiris ini, betapa kecewa, marah dan frustrasinya menghadapi sebuah corporate yang dengan tanpa dosa menggembar-gemborkan diri sebagai perusahaan yang memberikan pelayanan terbaik dan bahkan terpilih menjadi yang terbaik dengan pelayanan tidak manusiawi seperti itu. Ini sangat ironis. Seharusnya, perusahaan bersangkutan harus berterima kasih kepada Ilahi bahwa dengan semakin banyaknya pelanggan yang menghubungi call center itu berarti banyak varian produk berkualitas yang menarik minat pembelinya. Sayang sekali jika hanya karena pelayanan yang tidak mengedepankan teknik penyampaian yang komunikatif, simpatik dan strategis, produk tersebut harus layu sebelum berkembang. Percuma budget besar dihabiskan hanya untuk keperluan yang tidak jelas, terarah atau terfokus seperti itu.

Koreksi Kesalahan

Manajemen corporate tidak boleh menutup mata akan kejadian nyata dalam penanganan captive customers dan calon pelanggan baru perusahaan bersangkutan. Suatu ketika coba saja, hubungi call center sendiri dan rasakan 'petualangannya.' Menjengkelkan! Bayangkan, jika sang pelanggan kehilangan handphone atau kartu kredit dan harus buru-buru menghubungi call center untuk memberitahukan dan membatalkan penggunaan sim card dan credit card bersangkutan. Dengan prosedur berbelit-belit yang tidak membedakan antara informasi urgent dan biasa, dapat dibayangkan apa yang akan terjadi pada nasib si kartu canggih yang tidak mengenal tuan tersebut. Untuk itu, ada beberapa koreksi sederhana yang paling mungkin diperbaiki oleh setiap corporate yang sadar akan betapa pentingnya merawat pelanggan yang sudah ada dan membuat yang belum ada menjadi pelanggannya.

Bedakan Jalur Berdasarkan Kepentingan

Paling tidak corporate harus memrogramkan secara sistematis dan sistemik 2 (dua) jalur untuk kepentingan yang berbeda: urgen dan biasa. Untuk urusan yang bersifat urgen, semisal kehilangan kartu ATM, kartu kredit, sim card, info tentang harga saham, forex, dan sejenisnya, harus diberi jalur khusus yang lebih cepat dan singkat. Dengan menyebutkan data tertentu, prosedur bisa diproses. Hal ini tentu akan membuat pelanggan menjadi tenang, puas dan akhirnya menjadi pelanggan yang setia. Sementara jalur biasa dapat menggunakan prosedur yang lain dengan beberapa tahapan saja, sebaiknya tidak lebih dari 2 (dua) tahapan. Mengapa harus mengecewakan pelanggan jika prosedur adalah keputusan yang menyangkut antara mau dan tidak saja? Corporate yang sadar betapa pentingnya seorang pelanggan dan bagaimana sulitnya membujuk, mengiming-imingi dan akhirnya mendapatnya, tentu akan mempertimbangkan hal ini, seperti yang dikatakan oleh seorang filsuf Tiongkok, Lao Tzu, "Satu musuh kebanyakan, seribu teman kekurangan." Mengapa harus menambah musuh (pelanggan yang pergi dan menjadi kritikus) sementara pelanggan (teman) masih perlu diraih?


Bersambung ke bagian II minggu depan

Share on Facebook SocialTwist Tell-a-Friend baca berita di lintas berita | Infogue.com
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Namun, Redaksi JUGA berhak memilih komentar yang akan ditayangkan (yaitu komentar yang sesuai dan positif). Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim.
 
Tanggal Komentar: Senin, 10-Maret-2008; 15:52:30
  Nama Pengirim Komentar : Nyoman RPN
  "Pak Ponijan,pasti ada jalan keluar yang terbaik untuk CALL CENTER. Apalagi dengan kemajuan teknologi informasi saat ini. Masak sih back to nature lagi, pake operator (orang)yang suaranya nyaring atau bahkan mungkin lebih cepat mendapatkan informasi yang diperlukan. Ditunggu article berikutnya. Terima kasih dan sukses."
 Komentar Lainnya
           
( View : 10819 | Refer : 1 | Print : 148 | Rate : 9.00 / 2 Votes )
Artikel Selanjutnya
Menemukan Peluang Di Tengah Tantangan - 3 - Sabtu, 01-Maret-2008; 06:50:48
Kucing Yang Bertamu - Senin, 03-Maret-2008; 08:46:03
Model Kepemimpinan Menurut Fisika (bagian 4 Tamat) - Selasa, 04-Maret-2008; 09:06:19
Kembangkan Jiwa Sukses Anda! - Senin, 10-Maret-2008; 09:03:39
Buah Kelapa Yang Mematikan! - Selasa, 11-Maret-2008; 11:08:07
Artikel Sebelumnya
Peramalan - Kamis, 28-Pebruari-2008; 08:46:54
Sponge, Clean Or Dirty ? - Rabu, 27-Pebruari-2008; 15:13:06
Pertapa Muda Dan Kepiting - Senin, 25-Pebruari-2008; 11:20:54
Jurus Menghibur Diri - Senin, 25-Pebruari-2008; 09:14:47
Rahasia Sang Penakluk - Sabtu, 23-Pebruari-2008; 10:14:30
AW Jumlah Pengunjung
Total Pengunjung
(Sejak 10/10/2006)
3017557
Pengunjung Kemarin 4758
Pengunjung Hari Ini 4492
Online 86
Pengiriman Artikel dan AW Jokes
Jika Anda ingin mengirimkan Artikel, silahkan tekan tombol dibawah ini
Layanan Operator