Ayo Berbagi motivasi dan semangat
Pusat Artikel Motivasi, Cerita Motivasi dan Kata Bijak
 
Home
Profile AW
Interaksi AW
Artikel AW
AW 4U
FREE Corner
AW Shop
Majalah LuarBiasa
 
Artikel Anda
Penulis : Jenny Jusuf
Jumat, 29-Pebruari-2008
Namanya Dave. Umurnya 2 tahun, tapi badannya yang mungil sempat membuat saya mengira bahwa dia baru berusia setahun lebih.

Dia tidak menjawab ketika saya menanyakan namanya. Dia hanya menyambut uluran tangan saya sambil tersipu-sipu. Kuku-kukunya mencakar telapak saya saat dia mengepalkan jemari dalam genggaman saya.

Saya mengajaknya bermain. Dave lari menjauh dan bersembunyi di belakang kereta bayi. Tapi saya tahu, dia tidak takut. Cuma malu. Kepalanya berulang kali menyembul dari balik kereta, mengintip saya dengan raut penasaran.

Saya mengambil wadah mainan dan menumpahkan aneka binatang plastik di atas karpet. Harimau, buaya, beruang, singa (belakangan baru nyadar, kok semuanya binatang buas ya? Hehehe). Saya mulai bermain sendirian. Mengadu harimau dengan beruang. Menjejerkan buaya, singa dan beruang dalam 1 barisan. Memasangkan masing-masing binatang sesuai dengan jenisnya.

Dave keluar dari balik kereta bayi. Dia berlari kecil dan duduk di samping saya. Detik berikutnya kami sudah asyik bermain. Lalu saya mulai membuat wajah-wajah lucu. Dave tersenyum, menggemaskan. Saya menggodanya. Dia lari menjauh, lalu kembali mendekati saya. Begitu terus.

Saya menjadi akrab dengan bocah berambut hitam tebal itu. Dia tidak menolak saya gendong, bahkan sesekali dia menghampiri saya dan minta dipangku. Setiap kali kami berpapasan, dia selalu tersenyum.

Dave mengikuti langkah-langkah saya, mengejar saya dengan kaki-kaki mungilnya, tertawa gembira ketika saya mencandainya, dan mendekati saya untuk disayang. Namun yang paling menyentuh adalah ketika saya berjongkok dan mengembangkan tangan ke arahnya. Dave berlari dan menyurukkan tubuhnya ke dalam pelukan saya, lalu bersandar dengan nyaman di sana.

Terus seperti itu, berulang-ulang. Dave mengikuti saya, dan saya menggodanya sampai kami berlari-larian. Ketika saya berjongkok sambil mengembangkan tangan, dia akan berlari secepat kedua kakinya dapat membawanya dan menghempaskan diri dalam rengkuhan saya.

Mata beningnya menatap saya lekat-lekat. Rasanya saya tak ingin melepaskan tubuh mungil itu. Bahkan tidak ketika Mama-Papanya mendekat hendak mengajaknya pulang. Sepasang mata bening yang selalu bersinar itu telah mengajari saya. Mengingatkan saya arti bahagia.

Senyum lebar Dave membuat saya tak rela melepasnya pulang. Senyum yang menampilkan geligi putih bersih itu telah mengingatkan saya akan makna bersyukur, yang begitu sering saya lupakan. Mengingatkan saya untuk berterima kasih –tanpa perlu melalui bahasa verbal— kepada Sang Pencipta atas setiap nikmat yang disodorkan kehidupan, meski hidup itu sendiri seringkali tak sesempurna yang didambakan.

Lengan-lengan mungil yang memeluk tubuh saya telah mengajari saya arti cinta. Mengingatkan saya untuk senantiasa mencintai tanpa syarat, dan mempercayai tanpa prasangka.

Langkah-langkah kecil Dave telah mengajari saya untuk memandang hidup dengan optimis. Bahwa hidup harus selalu dijalani dengan positif. Bahwa tidak peduli kesulitan apapun yang menjelang, semua pasti bisa diatasi dengan mata yang terus tertuju ke depan. Bahwa selama kita masih bisa terus berharap, langkah-langkah kita tak perlu mati.

Dia tak mungkin mengerti. Dave masih terlalu kecil untuk memahami bahwa dia telah mengajarkan saya begitu banyak hal hanya dalam beberapa jam. Mungkin dia akan melupakan saya sehari setelah pertemuan kami. Mungkin kami tak akan berjumpa lagi setelah ini.

Apapun itu, saya bersyukur sudah bertemu dengannya – bocah kecil yang telah mengajari saya lebih banyak dari yang dia sadari.

Namanya Dave. Umurnya 2 tahun. Dia sama cerianya dengan anak-anak lain sebayanya. Ketika dia merosot turun dari gendongan dan menjejak bumi dengan tapak-tapak mungil bersalut senyum ceria, tak akan ada yang menduga bahwa dia tuli sejak lahir.

~ www.jennyjusuf.blogspot.com ~
( View : 1108 | Refer : 0 | Print : 94 | Rate : 0.00 / 0 Votes )
Artikel Selanjutnya :
Sebuah Buku Yang Mengubah Hidup (Artikel Anda) - Senin, 03-Maret-2008
Pengemis Dan Nasi Bungkus (Artikel Anda) - Selasa, 04-Maret-2008
Sukses (Artikel Anda) - Rabu, 05-Maret-2008
Destiny Is Destination (Artikel Anda) - Kamis, 06-Maret-2008
Antara Aku, Kaca Cermin Dan Kekasih Hati (Artikel Anda) - Jumat, 07-Maret-2008
Artikel Sebelumnya :
Rumah Yang Indah Dan Kokoh (Artikel Anda) - Kamis, 28-Pebruari-2008
Rileks Dan Sukses (Artikel Anda) - Rabu, 27-Pebruari-2008
Semua Akan Berubah (Artikel Anda) - Selasa, 26-Pebruari-2008
Emosi (Artikel Anda) - Senin, 25-Pebruari-2008
Anda Gagal? Jangan Salahkan Siapa-siapa (Artikel Anda) - Minggu, 24-Pebruari-2008
Menu Artikel
»   Kumpulan Catatan Andrie Wongso
»   Kumpulan AW Artikel
»   Kumpulan Artikel Tetap
»   Kumpulan Artikel Anda
»   Kumpulan Ada Ada Saja
»   Kumpulan AW Corner
»   Kumpulan AW Inspirational Video
»   Kumpulan AW Jokes
»   Kumpulan Campus Corner
»   Kumpulan English Corner
»   Kumpulan Entrepreneur Corner
»   Kumpulan Family Corner
»   Kumpulan Health Corner
»   Kumpulan Info Terkini
»   Kumpulan Peristiwa Luar Biasa
»   Kumpulan Resensi Buku
»   Kumpulan Serba Serbi
»   Kumpulan Serba Serbi Olimpiade
»   Kumpulan Smartorial
»   Kumpulan SMS
»   Kumpulan Sports Corner
»   Kumpulan Success Story
»   Kumpulan Tahukah Anda
Mau Berbagi ?
Sahabat-sahabat yang LUAR BIASA... Cerita, Motivasi, Semangat ada tidak hanya untuk diri sendiri, tapi alangkah baiknya kita berbagi bersama.
Untuk itu mari kita bersama-sama saling berbagi cerita-cerita motivasi dengan menekan MAU BERBAGI? dipojok kanan atas atau klik Kirim Artikel
Powered by:
Profil Motivator nomor 1 Indonesia, Artikel, T.Motivasi, Testimoni, dan Share & Be Happy. Serta kunjungi AW Shop dan Galeri Foto
Copyright © 2006-2010 Andriewongso.com Action & Wisdom Motivation Training. All Rights Reserved
Motivation Motivator Motivational Bijaksana Kata Motivasi Motivasi Motivate Kata-kata Motivasi Kata Mutiara Kata Bijak Persahabatan Semangat