Ada sebuah kata yang berasal dari dua kata Bahasa Perancis clair yang bermakna jelas, jernih dan voyant yang bermakna melihat. Kedua kata itu kemudian membentuk kata baru dalam Bahasa Inggris; clairvoyance.
Clairvoyance adalah
kemampuan metafisik atau kekuatan untuk melihat benda atau suatu
gambaran / kejadian atau juga mendapatkan informasi dari kejauhan.
Kejadian tersebut bisa saja terjadi di masa depan atau di masa lalu
(disarikan dari berbagai sumber).
Anda
mungkin pernah mendengar kemampuan tersebut, di Indonesia kita
menyebutnya meramal. Ada berbagai cara meramal yang saya ketahui
seperti menggunakan kartu, air di dalam bejana dan bola kristal. Para
peramal mendapatkan gambaran tersebut dari alat-alat yang mereka
gunakan tadi.
Semua gambaran yang mereka sampaikan berkaitan dengan
orang yang menggunakan jasa / kemampuan meramal mereka.Bila
Anda memang belum pernah menggunakan jasa / kemampuan meramal mereka,
mari ikut berandai-andai saja.
Andai Anda sudah pernah melakukannya,
maka Anda akan tahu bahwa yang mereka lakukan adalah menduga sesuatu
dari situasi yang tidak diketahui (di masa depan). Sama saja hal
tersebut dengan prediksi. Pernah dengar kata; forecasting? Tidak ada niat saya untuk melecehkan Anda yang sudah tahu.
Tapi coba kita lihat definisi kata tersebut menurut wikipedia: Forecasting is the process of estimation in unknown situations. Prediction is a similar, but more general term, and usually refers to estimation of time series, cross-sectional or longitudinal data. Forecasting is commonly used in discussion of time-series data.[1]
Ternyata tidak banyak beda antara ramalan yang dilakukan oleh paranormal dengan ramalan yang dimaksud dengan forecast. Semua karena situasi ketidak tahuan. Dalam forecast kemudian disusunlah beberapa jenis formula yang membuat Anda bisa menduga masa depan bisnis Anda.Menduga
masa depan? Itu juga kan yang dilakukan oleh para peramal yang
menggunakan bola kristal. Atau yang menggunakan tarot, meminta Anda
mengocok sejumlah kartu sehingga urutan kartu yang keluar akan
menunjukkan gambaran masa depan Anda.Mengapa ya kita sangat ingin tahu apa yang terjadi di masa depan? Antisipasi,
kata kawan saya.
Oh ya, bagaimana yang dimaksud dengan antisipasi, kata
saya dengan tampang pura-pura tolol. Ya, kalau kita tahu bahwa hari ini
kita akan kehujanan ketika jalan, kita akan bawa payung. Saya, tentu
saja dengan tampang tolol tadi, bertanya lagi. Bagaimana mungkin kita
bisa kehujanan kalau kita bawa payung ke mana-mana? Kawan saya bilang,
ya itu justru yang dinamakan antisipasi, kan. Saya lalu bilang, lah
tadinya kamu diramal akan kehujanan, terus kamu bawa payung, karena
bawa payung kamu jadi tidak kehujanan, berarti ramalannya salah dong?
Sekarang kami berdua sama-sama pasang wajah tolol. Saya jelas pura-pura, saya tidak tahu dengan kawan saya tadi.Antisipasi? Lalu apa yang diantisipasi? Anda
yang bekerja di bagian perencanaan pasti protes baca tulisan ini, ya?
Tidak mengapa, kita toh sama-sama sedang membuka wawasan. Silakan
protes kalau tidak berkenan.
Tapi apa yang sebenarnya kita antisipasi? Sekedar tidak kehujanan? Sekedar tidak terkalahkan dalam persaingan bisnis? Coba
baca hasil fikir para futuris. Mereka bicara soal membuat masa depan.
Bukan mengantisipasi masa depan. Bila kita masih terus saja melakukan
antisipasi maka kita hanya berfikir untuk tidak bangkrut. Sekedar untuk
tetap berada di nomor satu. Mencipta
masa depan adalah hal yang lain lagi. Di masa depan, kita yang
menunjukkan pada konsumen kita apa yang mereka butuhkan. Ketika handphone baru muncul, lihatlah bagaimana pesawat ketika itu.
Lebih besar sedikit dari handset telpon
di rumah. Beratnya pun sekitar 1 kg sendiri. Waduh, rasanya ketika itu
kita tidak perlu menggunakan barbel untuk melatih otot tangan. Cukup
dengan sering-sering mengangkat handphone, pasti otot tangan kita akan membesar.Tapi
apa yang dilakukan Nokia kemudian ketika teknologi sudah mulai bergeser
ke GSM. Apakah itu antisipasi? Antisipasi terhadap apa? Mereka membuat
masa depan mereka, bukan mengantisipasi masa depan.
Jadi
ketika Anda membuat peramalan, sebaiknya tidak membuat antisipasi,
tetapi buatlah masa depan untuk Anda. Ketika Anda tahu hari akan hujan,
apakah memang payung yang diperlukan? Mengapa tidak berfikir bahwa
bercanda di bawah hujan lebih nikmat?
www.bukakacamatakuda.blogspot.com
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Ardian Syam ( Daftar Artikel Selengkapnya )
|
 |
Jangan Tanya Apa..
|
 |
Macgyver
|
 |
Logika Atau Kendala
|
 |
Mari Mencari Kambing Hitam
|
 |
Software-nya Orangtua
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Begini Seharusnya Pelayanan Call Center (bagian 1)
(Artikel Tetap) -
Jumat, 29 Februari 2008
|
 |
Menemukan Peluang Di Tengah Tantangan - 3
(Artikel Tetap) -
Sabtu, 01 Maret 2008
|
 |
Kucing Yang Bertamu
(Artikel Tetap) -
Senin, 03 Maret 2008
|
 |
Model Kepemimpinan Menurut Fisika (bagian 4 Tamat)
(Artikel Tetap) -
Selasa, 04 Maret 2008
|
 |
Kembangkan Jiwa Sukses Anda!
(Artikel Tetap) -
Senin, 10 Maret 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Sponge, Clean Or Dirty ?
(Artikel Tetap) -
Rabu, 27 Februari 2008
|
 |
Jurus Menghibur Diri
(Artikel Tetap) -
Senin, 25 Februari 2008
|
 |
Rahasia Sang Penakluk
(Artikel Tetap) -
Sabtu, 23 Februari 2008
|
 |
Model Kepemimpinan Menurut Fisika (bagian 3)
(Artikel Tetap) -
Jumat, 22 Februari 2008
|
 |
Evaluasi
(Artikel Tetap) -
Kamis, 21 Februari 2008
|
|
|