| Misi : Membangun Kekayaan Mental Manusia Indonesia Demi Kehidupan Yang Lebih Bernilai | ||
| Slogan : Bosan kita menderita ! Saatnya Bersama ! Bangun Indonesia ! | ||
| Kalender Januari 2009 | ||||||
| S | M | T | W | T | F | S |
| 1 | 2 | 3 | ||||
| 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
| 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 |
| 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 |
| 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 |
| • Ardian Syam |
| Senin, 31-Maret-2008 |
| 08:26:13 WIB |
| Software-nya Orangtua |
| • Ardian Syam |
| Kamis, 18-September-2008 |
| 09:17:21 WIB |
| Maka, Bergaullah |
| • Ardian Syam |
| Selasa, 24-Juli-2007 |
| 11:50:56 WIB |
| Pengalaman Orang |
| • Ardian Syam |
| Senin, 12-November-2007 |
| 08:34:41 WIB |
| Kulkas |
| 18 Wisdom & Success |
| Terdiri dari 225 Halaman + CD Audio |
| 18 cerita motivasi yang akan mengubah hidup Anda |
View Shopping Product |
|
Peramalan ( 2 Komentar ) - Klik Profil Penulis Oleh : Ardian Syam Ada sebuah kata yang berasal dari dua kata Bahasa Perancis clair yang bermakna jelas, jernih dan voyant yang bermakna melihat. Kedua kata itu kemudian membentuk kata baru dalam Bahasa Inggris; clairvoyance. Clairvoyance adalah kemampuan metafisik atau kekuatan untuk melihat benda atau suatu gambaran / kejadian atau juga mendapatkan informasi dari kejauhan. Kejadian tersebut bisa saja terjadi di masa depan atau di masa lalu (disarikan dari berbagai sumber). Anda mungkin pernah mendengar kemampuan tersebut, di Indonesia kita menyebutnya meramal. Ada berbagai cara meramal yang saya ketahui seperti menggunakan kartu, air di dalam bejana dan bola kristal. Para peramal mendapatkan gambaran tersebut dari alat-alat yang mereka gunakan tadi. Semua gambaran yang mereka sampaikan berkaitan dengan orang yang menggunakan jasa / kemampuan meramal mereka. Bila Anda memang belum pernah menggunakan jasa / kemampuan meramal mereka, mari ikut berandai-andai saja. Andai Anda sudah pernah melakukannya, maka Anda akan tahu bahwa yang mereka lakukan adalah menduga sesuatu dari situasi yang tidak diketahui (di masa depan). Sama saja hal tersebut dengan prediksi. Pernah dengar kata; forecasting? Tidak ada niat saya untuk melecehkan Anda yang sudah tahu. Tapi coba kita lihat definisi kata tersebut menurut wikipedia: Forecasting is the process of estimation in unknown situations. Prediction is a similar, but more general term, and usually refers to estimation of time series, cross-sectional or longitudinal data. Forecasting is commonly used in discussion of time-series data.[1] Ternyata tidak banyak beda antara ramalan yang dilakukan oleh paranormal dengan ramalan yang dimaksud dengan forecast. Semua karena situasi ketidak tahuan. Dalam forecast kemudian disusunlah beberapa jenis formula yang membuat Anda bisa menduga masa depan bisnis Anda.Menduga masa depan? Itu juga kan yang dilakukan oleh para peramal yang menggunakan bola kristal. Atau yang menggunakan tarot, meminta Anda mengocok sejumlah kartu sehingga urutan kartu yang keluar akan menunjukkan gambaran masa depan Anda.Mengapa ya kita sangat ingin tahu apa yang terjadi di masa depan? Antisipasi, kata kawan saya. Oh ya, bagaimana yang dimaksud dengan antisipasi, kata saya dengan tampang pura-pura tolol. Ya, kalau kita tahu bahwa hari ini kita akan kehujanan ketika jalan, kita akan bawa payung. Saya, tentu saja dengan tampang tolol tadi, bertanya lagi. Bagaimana mungkin kita bisa kehujanan kalau kita bawa payung ke mana-mana? Kawan saya bilang, ya itu justru yang dinamakan antisipasi, kan. Saya lalu bilang, lah tadinya kamu diramal akan kehujanan, terus kamu bawa payung, karena bawa payung kamu jadi tidak kehujanan, berarti ramalannya salah dong? Sekarang kami berdua sama-sama pasang wajah tolol. Saya jelas pura-pura, saya tidak tahu dengan kawan saya tadi.Antisipasi? Lalu apa yang diantisipasi? Anda yang bekerja di bagian perencanaan pasti protes baca tulisan ini, ya? Tidak mengapa, kita toh sama-sama sedang membuka wawasan. Silakan protes kalau tidak berkenan. Tapi apa yang sebenarnya kita antisipasi? Sekedar tidak kehujanan? Sekedar tidak terkalahkan dalam persaingan bisnis? Coba baca hasil fikir para futuris. Mereka bicara soal membuat masa depan. Bukan mengantisipasi masa depan. Bila kita masih terus saja melakukan antisipasi maka kita hanya berfikir untuk tidak bangkrut. Sekedar untuk tetap berada di nomor satu. Mencipta masa depan adalah hal yang lain lagi. Di masa depan, kita yang menunjukkan pada konsumen kita apa yang mereka butuhkan. Ketika handphone baru muncul, lihatlah bagaimana pesawat ketika itu. Lebih besar sedikit dari handset telpon di rumah. Beratnya pun sekitar 1 kg sendiri. Waduh, rasanya ketika itu kita tidak perlu menggunakan barbel untuk melatih otot tangan. Cukup dengan sering-sering mengangkat handphone, pasti otot tangan kita akan membesar.Tapi apa yang dilakukan Nokia kemudian ketika teknologi sudah mulai bergeser ke GSM. Apakah itu antisipasi? Antisipasi terhadap apa? Mereka membuat masa depan mereka, bukan mengantisipasi masa depan. Jadi ketika Anda membuat peramalan, sebaiknya tidak membuat antisipasi, tetapi buatlah masa depan untuk Anda. Ketika Anda tahu hari akan hujan, apakah memang payung yang diperlukan? Mengapa tidak berfikir bahwa bercanda di bawah hujan lebih nikmat? www.bukakacamatakuda.blogspot.com
|
|||||
![]() | |||||
| Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA Komentar Artikel : | |||||
| • | Tanggal Komentar: Jumat, 29-Pebruari-2008; 14:22:50 | ||||
| Nama Pengirim Komentar : Awan ( one.awan@mail.com ) | |||||
| "Memang benar seperti yang dituliskan , tapi perlu dilihat dari sudut mana melihatnya, bagi saya manusia itu tidak terlepas dari rahasiaNYA. Dulu menggunakan ramalan sebagai antisipasi, menghindari masalah / petaka, mencari peluang yang lebih bagus dll, tapi dengan zaman yang telah berubah, meramal sudah harus berani menjalankan rencana perubahan diri dengan resiko mungkin lebih besar dari zaman dulu "meramal". Bisa saja nokia tidak sukses kala itu karena belum "tiba saatnya" dikarenakan misalnya terlampau kecil, justru tidak bisa dipamerkan gengsi ke orang lain, bukankah manusia itu banyak egonya. Thx atas pemberian kesempatan komentarnya, maju terus bagi manusia yang mau berubah dan berani merubahnya..." | |||||
| • | Tanggal Komentar: Jumat, 29-Pebruari-2008; 14:08:53 | ||||
| Nama Pengirim Komentar : Onassis ( dr_bullet@telkom.net ) | |||||
| "Setuju, Bung Ardian! Apa kalau ada pesawat meledak di Udara kayak Adam Air berarti ramalan untuk masing masing penumpang saat itu sama? Memangnya Shio atau Bintang penumpang satu pesawat sama semua? So, let's make our future!" | |||||
Komentar Lainnya | |||||
|
|||||
|
( View : 27247 | Refer : 1 | Print : 95 | Rate :
0.00 / 0 Votes )
| |||||
| Artikel Selanjutnya | |||||
| Begini Seharusnya Pelayanan Call Center (bagian 1) - Jumat, 29-Pebruari-2008; 14:37:49 | |||||
| Menemukan Peluang Di Tengah Tantangan - 3 - Sabtu, 01-Maret-2008; 06:50:48 | |||||
| Kucing Yang Bertamu - Senin, 03-Maret-2008; 08:46:03 | |||||
| Model Kepemimpinan Menurut Fisika (bagian 4 Tamat) - Selasa, 04-Maret-2008; 09:06:19 | |||||
| Doa Untuk Putraku - Senin, 10-Maret-2008; 08:36:24 | |||||
| Artikel Sebelumnya | |||||
| Sponge, Clean Or Dirty ? - Rabu, 27-Pebruari-2008; 15:13:06 | |||||
| Pertapa Muda Dan Kepiting - Senin, 25-Pebruari-2008; 11:20:54 | |||||
| Jurus Menghibur Diri - Senin, 25-Pebruari-2008; 09:14:47 | |||||
| Rahasia Sang Penakluk - Sabtu, 23-Pebruari-2008; 10:14:30 | |||||
| Model Kepemimpinan Menurut Fisika (bagian 3) - Jumat, 22-Pebruari-2008; 09:21:22 | |||||
| Pengunjung Kemarin | 3271 |
| Pengunjung Hari Ini | 2977 |
| Online | 26 |