Misi : Membangun Kekayaan Mental Manusia Indonesia Demi Kehidupan Yang Lebih Bernilai
Slogan : Bosan kita menderita ! Saatnya Bersama ! Bangun Indonesia !
 
 
 
Dengarkan Talk Show: Andrie Wongso Success Wisdom & Motivation di Radio Sonora, Setiap Hari Selasa. Jam 07.05 WIB - 08.00 WIB (Live Interaktif Motivation). Jaringan Radio Sonora: Jakarta - FM 92.0, Surabaya - FM 98.0, Yogyakarta - FM 94.7, Palembang - FM 102.6, Pontianak - FM 96.7, Bangka - FM 101.1, Semarang 98.9 FM, Ria,Solo - FM 98.8, Serambi, Aceh - FM 90.6, Raka,Bandung - FM 98.8 - Program ini juga dapat didengarkan melalui: Indovision Channel 106, Live Streaming www.Kompas.com, Live streaming www.AndrieWongso.comJangan lupa dengarkan setiap hari kapsul-kapsul Wisdom & Motivation.

Baca Juga
• Andrie Wongso
  Kamis, 25-September-2008
  09:02:23 WIB
Maafkan Dia
• Andrie Wongso
  Selasa, 03-Pebruari-2009
  11:20:26 WIB
Mengapa Harus Menunggu?
• Andrie Wongso
  Senin, 10-September-2007
  15:33:55 WIB
Batu-batu Berharga
• Andrie Wongso
  Rabu, 19-November-2008
  08:47:28 WIB
Nilai Kesadaran
Shopping Product
Poster BW
Medium - Size 37.5 x 26.5 cm

TEKAD!

Bagaimanapun buruknya keadaan kita.

Selama masih memiliki percikan api berupa TEKAD,

maka tidak ada kata terlambat untuk memulai hidup baru dan menciptakan sukses yang baru!! 

 
View Shopping Product

Pembaca Setia
Artikel Tetap
Senin, 25-Pebruari-2008; 11:20:54 WIB
Pertapa Muda Dan Kepiting
( 8 Komentar )
Rating Artikel :
Oleh : Andrie Wongso
Audio/Video :

Save page as PDF

Suatu ketika di sore hari yang terasa teduh, nampak seorang pertapa muda sedang bermeditasi di bawah pohon, tidak jauh dari tepi sungai. Saat sedang berkonsentrasi memusatkan pikiran, tiba-tiba perhatian pertapa itu terpecah kala mendengarkan gemericik air yang terdengar tidak beraturan.

Perlahan-lahan, ia kemudian membuka matanya. Pertapa itu segera melihat ke arah tepi sungai di mana sumber suara tadi berasal. Ternyata, di sana nampak seekor kepiting yang sedang berusaha keras mengerahkan seluruh kemampuannya untuk meraih tepian sungai sehingga tidak hanyut oleh arus sungai yang deras.

Melihat hal itu, sang pertapa merasa kasihan. Karena itu, ia segera mengulurkan tangannya ke arah kepiting untuk membantunya. Melihat tangan terjulur, dengan sigap kepiting menjepit jari si pertapa muda. Meskipun jarinya terluka karena jepitan capit kepiting, tetapi hati pertapa itu puas karena bisa menyelamatkan si kepiting.

Kemudian, dia pun melanjutkan kembali pertapaannya. Belum lama bersila dan mulai memejamkan mata, terdengar lagi bunyi suara yang sama dari arah tepi sungai. Ternyata kepiting tadi mengalami kejadian yang sama. Maka, si pertapa muda kembali mengulurkan tangannya dan membiarkan jarinya dicapit oleh kepiting demi membantunya.

Selesai membantu untuk kali kedua, ternyata kepiting terseret arus lagi. Maka, pertapa itu menolongnya kembali sehingga jari tangannya makin membengkak karena jepitan capit kepiting.

Melihat kejadian itu, ada seorang tua yang kemudian datang menghampiri dan menegur si pertapa muda, "Anak muda, perbuatanmu menolong adalah cerminan hatimu yang baik. Tetapi, mengapa demi menolong seekor kepiting engkau membiarkan capit kepiting melukaimu hingga sobek seperti itu?"

"Paman, seekor kepiting memang menggunakan capitnya untuk memegang benda. Dan saya sedang melatih mengembangkan rasa belas kasih. Maka, saya tidak mempermasalahkan jari tangan ini terluka asalkan bisa menolong nyawa mahluk lain, walaupun itu hanya seekor kepiting," jawab si pertapa muda dengan kepuasan hati karena telah melatih sikap belas kasihnya dengan baik.

Mendengar jawaban si pertapa muda, kemudian orang tua itu memungut sebuah ranting. Ia lantas mengulurkan ranting ke arah kepiting yang terlihat kembali melawan arus sungai. Segera, si kepiting menangkap ranting itu dengan capitnya. " Lihat Anak muda. Melatih mengembangkan sikap belas kasih memang baik, tetapi harus pula disertai dengan kebijaksanaan. Bila tujuan kita baik, yakni untuk menolong mahluk lain, bukankah tidak harus dengan cara mengorbankan diri sendiri. Ranting pun bisa kita manfaatkan, betul kan?"

Seketika itu, si pemuda tersadar. "Terima kasih paman. Hari ini saya belajar sesuatu. Mengembangkan cinta kasih harus disertai dengan kebijaksanaan. Di kemudian hari, saya akan selalu ingat kebijaksanaan yang paman ajarkan."

Pembaca yang budiman,

Mempunyai sifat belas kasih, mau memerhatikan dan menolong orang lain adalah perbuatan mulia, entah perhatian itu kita berikan kepada anak kita, orang tua, sanak saudara, teman, atau kepada siapa pun. Tetapi, kalau cara kita salah, seringkali perhatian atau bantuan yang kita berikan bukannya memecahkan masalah, namun justru menjadi bumerang. Kita yang tadinya tidak tahu apa-apa dan hanya sekadar berniat membantu, malah harus menanggung beban dan kerugian yang tidak perlu.

Karena itu, adanya niat dan tindakan berbuat baik, seharusnya diberikan dengan cara yang tepat dan bijak. Dengan begitu, bantuan itu nantinya tidak hanya akan berdampak positif bagi yang dibantu, tetapi sekaligus membahagiakan dan membawa kebaikan pula bagi kita yang membantu.


Salam sukses luar biasa!!!

Andrie Wongso

Share on Facebook SocialTwist Tell-a-Friend baca berita di lintas berita | Infogue.com
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Namun, Redaksi JUGA berhak memilih komentar yang akan ditayangkan (yaitu komentar yang sesuai dan positif). Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim.
 
Tanggal Komentar: Senin, 19-Mei-2008; 08:34:40
  Nama Pengirim Komentar : WiLLeN
  "Ehm, Bapak Andrie anda benar-benar luar biasa ... semoga saya berkesempatan utk mengikuti seminar yg bapak bawakan lagi ... thank you Bapak Andrie Wongso .... LuAr BiAsA ... WiLLeN"
Tanggal Komentar: Rabu, 16-April-2008; 16:54:11
  Nama Pengirim Komentar : Djoko Kanafi
  "Kisah yang bagus sekali !!! Ternyata dalam hal mengasihi sesama tidak hanya perlu niat saja tetapi, kita perlu teori dan untuk menjadi bijak dalam hal mengasihi, kita perlu waktu ! Petapa muda mempunyai niat yang mulia untuk menolong sesama walaupun kadang sakit karena dia belum berpengalaman dalam hal itu . Dia hanya -waktu- perlu beberapa kali dan ahkirnya dia ketemu dengan seorang -yang telah mempunyai waktu dalam hal mengasihi- yang dapat membuka mata kebijaksanaan dalam hal mengasihi sesama... Menolong memang harus memakai mata dan perasaan. Menolong sesama dengan cara mengorbankan diri adalah salah satu cara menolong tanpa mengunakan mata kebijaksanaan ! Marilah kita belajar terus dalam hal menolong... belajar mengasihi sesama kita ! Karena mengasihi sesama berarti mengasihi diri sendiri !"
Tanggal Komentar: Selasa, 25-Maret-2008; 14:03:33
  Nama Pengirim Komentar : yani setianingsih
  "Artikel itu benar. Tuhan memerintahkan HambaNya untuk saling menolong. Dan Tuhan juga meminta kita menyayangi diri sendiri. Menolong tidak cukup dgn hanya ketulusan dan keikhlasan, tapi juga kepandaian. Bukankah kita diberi akal budi untuk berfikir dalam bertindak?? Teruslah menolong dan mjd manfaat bagi umat. Jangan lupa...TETAP SEMANGAT!!!"
 Komentar Lainnya
           
( View : 11890 | Refer : 45 | Print : 254 | Rate : 8.50 / 8 Votes )
Artikel Selanjutnya
Sponge, Clean Or Dirty ? - Rabu, 27-Pebruari-2008; 15:13:06
Peramalan - Kamis, 28-Pebruari-2008; 08:46:54
Begini Seharusnya Pelayanan Call Center (bagian 1) - Jumat, 29-Pebruari-2008; 14:37:49
Menemukan Peluang Di Tengah Tantangan - 3 - Sabtu, 01-Maret-2008; 06:50:48
Kucing Yang Bertamu - Senin, 03-Maret-2008; 08:46:03
Artikel Sebelumnya
Jurus Menghibur Diri - Senin, 25-Pebruari-2008; 09:14:47
Rahasia Sang Penakluk - Sabtu, 23-Pebruari-2008; 10:14:30
Model Kepemimpinan Menurut Fisika (bagian 3) - Jumat, 22-Pebruari-2008; 09:21:22
Evaluasi - Kamis, 21-Pebruari-2008; 10:46:17
Your Life Is Important - Rabu, 20-Pebruari-2008; 08:28:50
AW Jumlah Pengunjung
Total Pengunjung
(Sejak 10/10/2006)
3017054
Pengunjung Kemarin 4758
Pengunjung Hari Ini 3991
Online 86
Pengiriman Artikel dan AW Jokes
Jika Anda ingin mengirimkan Artikel, silahkan tekan tombol dibawah ini
Layanan Operator