| Misi : Membangun Kekayaan Mental Manusia Indonesia Demi Kehidupan Yang Lebih Bernilai | ||
| Slogan : Bosan kita menderita ! Saatnya Bersama ! Bangun Indonesia ! | ||
| Kalender Januari 2009 | ||||||
| S | M | T | W | T | F | S |
| 1 | 2 | 3 | ||||
| 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
| 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 |
| 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 |
| 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 |
| • Ely Susanti |
| Senin, 02-April-2007 |
| 13:50:50 WIB |
| Dibalik Kesuksesan |
| • Ely Susanti |
| Kamis, 18-Januari-2007 |
| 09:46:13 WIB |
| Dari Siapa Anak Kita Belajar? |
| • Ely Susanti |
| Rabu, 07-Maret-2007 |
| 11:41:28 WIB |
| Setiap Kejadian Adalah Netral-respon Kita Yang Menjadikannya Suatu Makna |
| • Ely Susanti |
| Kamis, 31-Januari-2008 |
| 09:12:15 WIB |
| Ulang Tahun Yang Berkesan |
| Poster BW |
| Medium - Size 37.5 x 26.5 cm |
| Berani menghadapi masalah! Kita boleh mengharapkan semua urusan berjalan lancar, tetapi jauh lebih baik bila kita siap mental dan berani menghadapi setiap masalah yang datang kepada kita. |
View Shopping Product |
|
Emosi ( 2 Komentar ) Oleh : Ely Susanti Kecenderungan kita mengasumsikan emosi dengan perasaan yang negatif, padahal ada juga emosi yang positif lho...seperti bahagia dan gembira. Sebagian besar dalam budaya Indonesia atau budaya timur, sebagai anak anak dulu kita tidak pernah di ajarkan untuk mengenal emosi kita, sehingga saat dewasapun pola ini terbawa. Kalo pas kecil dulu, mau marah, jengkel atau sedih karena keinginan yang tidak terpenuhi atau ketakutan atas kehilangan sesuatu dan kita menunjukkan emosi yang terjadi dengan menangis, apa yang biasanya dilakukan orangtua? yang di lakukan kebanyakan orangtua adalah menyuruh anaknya "DIAM!" ngga boleh nangis... J Jadinya setelah dewasapun pola inipun terbawa, pola untuk menekan emosi. Yang lama kelamaan akan menjadi kebiasaan, yaitu kebiasaan untuk tidak 'aware' sebenarnya emosi apa yang sedang terjadi. Saat dewasa, kosakata dalam hal emosi makin bekurang dan akhirnya tinggal satu kata STRES.. mau kecewa......di hantam stres.. mau sedih juga jadi stres... mau marah juga bilangnya stres... merasa overload juga jadi stres merasa tidak mampu melakukan sesuatu juga keluarnya satu kata stres jadi semua emosi jadi satu kata deh.... STRES! Trus emosi sebenarnya apa sih? bagi saya pribadi emosi adalah hal yang sangat wajar ada dan muncul dalam hati/pikiran kita. Emosi merupakan hal yang sangat manusiawi dan sekaligus berkah. Emosi adalah sebuah signal dari pikiran bawah sadar atau tubuh kita atas sesuatu yang terjadi di dalam diri kita. Seperti pada mobil, kalau di dashboard ada lampu yang menyala berarti ada sesuatu yang harus di beresin. Begitu juga emosi, saat muncul emosi kalau kita mau 'aware' ada sesuatu di balik emosi tersebut. Sesuatu atas diri kita yang membutuhkan perhatian. Munculnya emosi bisa positif bisa juga negatif. Dan berdasarkan arti katanya 'emotion' maka bisa kita lihat bahwa 'motion' artinya bergerak jadi wajar kalau emosi itu bisa selalu berubah dan bergerak dari emosi yang positif bergerak ke normal trus bergerak lagi ke emosi negatif trus ke normal trus ke positif lagi begitu seterusnya. Saat emosi negatif muncul, sebenarnya emasi itu hanya sebagai indikasi dan tidak terlalu penting, yang peting adalah bagaimana kita bereaksi atas emosi tersebut. Biasanya ada 3 cara beraksi atas emosi negatif yaitu : 1. di tekan 2. di lampiaskan 3. di lepas Reaksi di tekan akan membawa dampak tidak baik bagi sang subjek, karena akan membuat subjek tertekan dan dalam kasus yang berat bisa menyebabkan depresi. Reaksi di lampiaskan membawa dampak lebih baik buat subjek tetapi bisa jadi akan memakan korban, menyakiti atau melukai orang lain, lebih parah lagi kalau sampai merusak harga diri orang lain yang menjadi korban pelampiasan emosi tersebut Reaksi di lepas adalah yang paling bagus... Pertanyaan selanjutnya., bagaimana cara melepasnya? Jawaban saya, ya.....di therapi (hahahahaha) itu adalah cara cepat. Tentu saja, ada cara lain yang bisa di lakukan sendiri dengan berlatih. Cara 'berlatih' ini bisa dengan selalu mengamati emosi itu sendiri. Saat sedang merasa marah, coba diamati perasaan marah tersebut, dan disadari bahwa saat ini saya sedang MERASA marah. Rasakan perasaan marah itu seperti apa. Selanjutnya tanyakan sebenarnya di balik perasaan marah itu ada apa yang tidak terpenuhi? apakah perasaan ingin mengontrol sesuatu tetapi tidak bisa? apakah perasaan ingin di cintai? apakah perasaan terluka karena di tolak atau tidak diterima? Apakah mundul karena berada dalam keadaan yang tidak aman atau terancam sesuatu? atau perasaan ingin tampil beda /tampil superior tetapi belum mampu? Begitu juga sama hal nya dengan emosi emosi negatif lainnya, saat sedih muncul, saat kecewa muncul, saat 'bete' muncul, cobalah untuk mengamati emosi tersebut dan ajukan pertanyaan pertanyaan diatas kepada diri sendiri. Saat kita sibuk mengamati hal-hal tersebut biasanya secara otomatis, emosi negatih itu akan hilang dengan sendirinya. Apalagi kalau bisa menemukan makna di balik emosi tersebut, kita akan sadar bahwa emosi tadi hanya indikasi atas sesuatu. Tantangannya adalah MAU kah kita, melakukan 'pause' untuk bereaksi atas emosi tersebut dan melakukan pengamatan atas emosi itu? Tentu saja semuanya perlu latihan dan niat. Salam hangat, Ely Susanti ely@elysusanti.com
|
|||||
![]() | |||||
| Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA Komentar Artikel : | |||||
| • | Tanggal Komentar: Selasa, 26-Pebruari-2008; 11:20:29 | ||||
| Nama Pengirim Komentar : fatkur ( fatkur.bdg@gmail.com ) | |||||
| "setuju mba Ely, kebiasaan orang tua kita yang membelenggu ekspresi kita dalam merespon emosi menyebabkan kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan ketika emosi itu datang. sungguh generasi yang malang, semoga tidak terjadi pada anak cucu kita....." | |||||
| • | Tanggal Komentar: Senin, 25-Pebruari-2008; 18:07:40 | ||||
| Nama Pengirim Komentar : Budi Sutrisna ( budi@multipolar.com ) | |||||
| "Sangat membantu untuk diri saya, karena saya sering emosi melihat anak saya sulit belajar. mungkin harus lebih banyak latihan untuk sabar. " | |||||
Komentar Lainnya | |||||
|
|||||
|
( View : 5337 | Refer : 0 | Print : 64 | Rate :
0.00 / 0 Votes )
| |||||
| Artikel Selanjutnya | |||||
| Semua Akan Berubah - Selasa, 26-Pebruari-2008; 09:41:55 | |||||
| Rileks Dan Sukses - Rabu, 27-Pebruari-2008; 08:35:26 | |||||
| Rumah Yang Indah Dan Kokoh - Kamis, 28-Pebruari-2008; 08:31:48 | |||||
| Tentang Dave - Jumat, 29-Pebruari-2008; 13:38:19 | |||||
| Sebuah Buku Yang Mengubah Hidup - Senin, 03-Maret-2008; 09:03:38 | |||||
| Artikel Sebelumnya | |||||
| Anda Gagal? Jangan Salahkan Siapa-siapa - Minggu, 24-Pebruari-2008; 10:24:08 | |||||
| Golden Egg - Jumat, 22-Pebruari-2008; 10:49:07 | |||||
| Bulan Pun Tidak Mengitari Matahari Secara Langsung - Kamis, 21-Pebruari-2008; 09:16:48 | |||||
| Membeli Senyuman - Rabu, 20-Pebruari-2008; 08:59:40 | |||||
| Siapakah Hero Kita - Senin, 18-Pebruari-2008; 08:04:23 | |||||
| Pengunjung Kemarin | 3143 |
| Pengunjung Hari Ini | 42 |
| Online | 26 |