Kecenderungan kita mengasumsikan emosi
dengan perasaan yang negatif, padahal ada juga emosi yang positif
lho...seperti bahagia dan gembira.
Sebagian besar dalam budaya Indonesia atau budaya
timur, sebagai anak anak dulu kita tidak pernah di ajarkan untuk mengenal emosi
kita, sehingga saat dewasapun pola ini terbawa.
Kalo pas kecil dulu, mau marah, jengkel atau sedih
karena keinginan yang tidak terpenuhi atau ketakutan atas kehilangan sesuatu dan
kita menunjukkan emosi yang terjadi dengan menangis, apa yang biasanya
dilakukan orangtua? yang di lakukan kebanyakan orangtua adalah menyuruh anaknya
"DIAM!" ngga boleh nangis... J
Jadinya setelah dewasapun pola inipun terbawa, pola
untuk menekan emosi.
Yang lama kelamaan akan menjadi kebiasaan, yaitu kebiasaan
untuk tidak 'aware' sebenarnya emosi apa yang sedang terjadi.
Saat dewasa, kosakata dalam hal emosi makin
bekurang dan akhirnya tinggal satu kata STRES..
mau kecewa......di hantam stres..
mau sedih juga jadi stres...
mau marah juga bilangnya stres...
merasa overload juga jadi stres
merasa tidak mampu melakukan sesuatu juga keluarnya
satu kata stres
jadi semua emosi jadi satu kata deh.... STRES!
Trus emosi sebenarnya apa sih?
bagi saya pribadi emosi adalah hal yang sangat
wajar ada dan muncul dalam hati/pikiran kita. Emosi merupakan hal yang sangat
manusiawi dan sekaligus berkah.
Emosi adalah sebuah signal dari pikiran bawah sadar
atau tubuh kita atas sesuatu yang terjadi di dalam diri kita.
Seperti pada mobil, kalau di dashboard ada lampu
yang menyala berarti ada sesuatu yang harus di beresin.
Begitu juga emosi, saat muncul emosi kalau kita mau
'aware' ada sesuatu di balik emosi tersebut. Sesuatu atas diri kita yang
membutuhkan perhatian.
Munculnya emosi bisa positif bisa juga negatif. Dan
berdasarkan arti katanya 'emotion' maka bisa kita lihat bahwa 'motion' artinya
bergerak jadi wajar kalau emosi itu bisa selalu berubah dan bergerak dari emosi
yang positif bergerak ke normal trus bergerak lagi ke emosi negatif trus ke
normal trus ke positif lagi begitu seterusnya.
Saat emosi negatif muncul, sebenarnya emasi itu
hanya sebagai indikasi dan tidak terlalu penting, yang peting adalah bagaimana
kita bereaksi atas emosi tersebut.
Biasanya ada 3 cara beraksi atas emosi negatif yaitu :
1. di tekan
2. di lampiaskan
3. di lepas
Reaksi di tekan akan membawa dampak tidak baik bagi
sang subjek, karena akan membuat subjek tertekan dan dalam kasus yang berat
bisa menyebabkan depresi.
Reaksi di lampiaskan membawa dampak lebih baik buat
subjek tetapi bisa jadi akan memakan korban, menyakiti atau melukai orang lain,
lebih parah lagi kalau sampai merusak harga diri orang lain yang menjadi korban
pelampiasan emosi tersebut
Reaksi di lepas adalah yang paling bagus...
Pertanyaan selanjutnya., bagaimana cara melepasnya?
Jawaban saya, ya.....di therapi (hahahahaha) itu
adalah cara cepat.
Tentu saja, ada cara lain yang bisa di lakukan
sendiri dengan berlatih.
Cara 'berlatih' ini bisa dengan selalu mengamati
emosi itu sendiri.
Saat sedang merasa marah, coba diamati perasaan marah
tersebut, dan disadari bahwa saat ini saya sedang MERASA marah.
Rasakan perasaan marah itu seperti apa.
Selanjutnya tanyakan sebenarnya di balik perasaan
marah itu ada apa yang tidak terpenuhi?
apakah perasaan ingin mengontrol sesuatu tetapi
tidak bisa?
apakah perasaan ingin di cintai?
apakah perasaan terluka karena di tolak atau tidak
diterima?
Apakah mundul karena berada dalam keadaan yang
tidak aman atau terancam sesuatu?
atau perasaan ingin tampil beda /tampil superior
tetapi belum mampu?
Begitu juga sama hal nya dengan emosi emosi negatif
lainnya, saat sedih muncul, saat kecewa muncul, saat 'bete' muncul, cobalah
untuk mengamati emosi tersebut dan ajukan pertanyaan pertanyaan diatas kepada
diri sendiri.
Saat kita sibuk mengamati hal-hal tersebut biasanya
secara otomatis, emosi negatih itu akan hilang dengan sendirinya. Apalagi kalau
bisa menemukan makna di balik emosi tersebut, kita akan sadar bahwa emosi tadi
hanya indikasi atas sesuatu.
Tantangannya adalah MAU kah kita, melakukan 'pause'
untuk bereaksi atas emosi tersebut dan melakukan pengamatan atas emosi itu?
Tentu saja semuanya perlu latihan dan niat.
Salam hangat,
Ely Susanti
ely@elysusanti.com
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Ely Susanti
|
 |
Emosi
|
 |
Dibalik Kesuksesan
|
 |
Arti Sebuah Pesta Pernikahan
|
 |
Setiap Kejadian Adalah Netral-respon Kita Yang Menjadikannya Suatu Makna
|
 |
Dari Siapa Anak Kita Belajar?
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Semua Akan Berubah
(Artikel Anda) -
Selasa, 26Februari 2008
|
 |
Rileks Dan Sukses
(Artikel Anda) -
Rabu, 27 Februari 2008
|
 |
Rumah Yang Indah Dan Kokoh
(Artikel Anda) -
Kamis, 28 Februari 2008
|
 |
Tentang Dave
(Artikel Anda) -
Jumat, 29 Februari 2008
|
 |
Sebuah Buku Yang Mengubah Hidup
(Artikel Anda) -
Senin, 03 Maret 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Anda Gagal? Jangan Salahkan Siapa-siapa
(Artikel Anda) -
Minggu, 24 Februari 2008
|
 |
Golden Egg
(Artikel Anda) -
Jumat, 22 Februari 2008
|
 |
Bulan Pun Tidak Mengitari Matahari Secara Langsung
(Artikel Anda) -
Kamis, 21 Februari 2008
|
 |
Membeli Senyuman
(Artikel Anda) -
Rabu, 20 Februari 2008
|
 |
Siapakah Hero Kita
(Artikel Anda) -
Senin, 18 Februari 2008
|
|
|