|
|||
|
Penulis : Haryo Ardito - Ketua Harian Asosiasi Manajemen Indonesia - DKI Jakarta
Rating Artikel :
Sabtu, 23-Pebruari-2008
Kita
semua suka bicara, tetapi kadang-kadang kita melupakan bagian yang paling
penting dalam sebuah percakapan. Kebanyakan dari kita melewatkan paling sedikit beberapa menit untuk
berusaha meningkatkan keahlian bicara kita. Mungkin ini melibatkan
sesuatu yang sesederhana saat seorang karyawan yang mengatur pemikirannya
sebelum dia menemui Bos. Atau mungkin seperti seorang pemuda yang
menyusun kata-kata saat akan melamar kekasihnya.
Kita berkeyakinan bahwa bagaimana cara kita bicara sangat penting, tetapi kita sering lupa bahwa aspek lainnya, ‘kemampuan kita untuk mendengarkan' mungkin sama pentingnya. Kita sering sibuk memikirkan kalimat-kalimat berikutnya ketika orang lain sedang bicara, bukannya mendengarkan dengan cermat kata-katanya yang tepat. Kalau anda dalam percakapan atau perundingan bisnis, berusahalah menjernihkan pikiran anda dari semua pilihan dan prasangka pribadi yang paling anda sukai. Lakukaknlah usaha untuk melihat percakapan dengan pandangan yang terang. Dengar dari kerangka referensi orang lain. Apa yang dialaminya hari ini? Bagaimana keadaan emosinya secara umum? Dengarkanlah dengan telinga dan mata anda. Faktor-faktor itu akan memainkan peranan penting dalam bagaimana cara anda meninjau kata-kata yang sesungguhnya diucapkan. Mendengarkan dengan baik adalah keahlian yang memerlukan latihan, empati dan perhatian yang sesungguhnya kepada orang lain. Namun imbalannya besar sekali, sebab pendengar yang baik biasanya mempelajari banyak hal dan mempunyai banyak teman. Seorang kawan yang dijuluki sebagai seorang playboy saya tanya apa resep rahasianya sehingga dia sangat hebat dalam menaklukkan hati banyak wanita. "Sederhana saja kawan, saat bercakap-cakap dengan mereka.. " katanya lagi.. "Buanglah jauh-jauh kata 'aku' dan gantilah dengan kata 'kamu'". salam bijaksana, Haryo Ardito, Ketua Harian Asosiasi Manajemen Indonesia - DKI Jakarta Website: www.haryoardito.com |
|||
|
|||
| ( View : 3300 | Refer : 2 | Print : 171 | Rate : 9.00 / 1 Votes ) | |||
| Artikel Selanjutnya : | |||
| • | Jurus Menghibur Diri (Artikel Tetap) - Senin, 25-Pebruari-2008 | ||
| • | Sponge, Clean Or Dirty ? (Artikel Tetap) - Rabu, 27-Pebruari-2008 | ||
| • | Peramalan (Artikel Tetap) - Kamis, 28-Pebruari-2008 | ||
| • | Begini Seharusnya Pelayanan Call Center (bagian 1) (Artikel Tetap) - Jumat, 29-Pebruari-2008 | ||
| • | Menemukan Peluang Di Tengah Tantangan - 3 (Artikel Tetap) - Sabtu, 01-Maret-2008 | ||
| Artikel Sebelumnya : | |||
| • | Model Kepemimpinan Menurut Fisika (bagian 3) (Artikel Tetap) - Jumat, 22-Pebruari-2008 | ||
| • | Evaluasi (Artikel Tetap) - Kamis, 21-Pebruari-2008 | ||
| • | Your Life Is Important (Artikel Tetap) - Rabu, 20-Pebruari-2008 | ||
| • | The Power Of Positive Attitude (Artikel Tetap) - Selasa, 19-Pebruari-2008 | ||
| • | Model Kepemimpinan Menurut Fisika (bagian 2) (Artikel Tetap) - Selasa, 19-Pebruari-2008 | ||
| Menu Artikel | |
| Mau Berbagi ? | |
|
|



