Dalam artikel saya,
"
Memaknai
Kompetisi Sebagai Sebuah Pusaran Sinergi", telah digambarkan betapa setiap
individu akan selalu mengitari "seseorang" / "sesuatu" yang lebih besar dari
dirinya. Tiap individu memiliki kecenderungan untuk "menyerap" energi positif dari
"pusat orbit" nya masing-masing dalam
upaya membangun kualitas dirinya.
Semisal
para karyawan yang menyerap pengalaman dari kantornya. Atau para pelajar / mahasiswa
/ jemaat yang menimba ilmu dari guru / dosen / pembimbing spiritualnya. Atau
pengusaha yang mengidentifikasi selera pasar dari segmen konsumen tertentu. Atau
sekumpulan profesional yang memupuk kualifikasinya dengan aktif di sebuah
komunitas tertentu. Mereka mempunyai "pusat orbit" nya masing-masing.
Pertanyaannya kemudian, bagaimana
caranya agar "kualitas" yang dituju itu benar-benar bisa diraih? Dengan kata
lain, bagaimana cara membumikan suatu cita-cita agar mudah digapai dan tidak
sekedar menjadi impian di awang-awang belaka?
Memang, tidak sedikit orang yang sudah
kenyang dengan proses jatuh bangun akhirnya justru kehilangan orientasi dan
sekedar pasrah menjalani hidup. Mungkin Anda sudah sangat familiar dengan
frasa, "...
biarlah aku hidup mengalir seperti air."
Ingat, air selalu mengalir ke tempat
yang lebih rendah. Berprinsip mengalir seperti air akan membuat Anda tanpa
sadar mengalami penurunan kualitas diri. Padahal, setiap manusia telah
diinisiasi oleh Tuhan semesta alam untuk menjadi pengelola dari bumi dan
seisinya. Maknanya, Tuhan menginginkan setiap manusia untuk membangun
"kualitas" diri pada level tertentu dan bukannya menjalani hidup dengan
sekedarnya saja.
Memang banyak terjadi, seseorang yang
berulang-kali gagal mencapai target pribadinya, akhirnya memilih untuk mengubur
impiannya. Karena itu, dibutuhkan suatu strategi dalam mewujudkan impian. Bukan
dengan cara menurunkan "standar" dari impian Anda, namun dengan cara
memecah impian Anda menjadi sejumlah "sasaran
antara" yang relatif mudah diraih.
Gagal itu biasa, bahkan untuk
kalangan profesional berkualifikasi prima sekalipun. Dalam buku "
Re-code Your Change DNA" (karya Rhenald
Kasali), seorang CEO dari bank asing terkemuka, Batara Sianturi - yang saat itu
ditempatkan di Hungaria, berkisah betapa banyak rekan-rekannya se-"almamater"
(dari satu bank swasta asing), yang direkrut oleh perbankan lokal, ternyata
justru membuat bank lokal yang dipimpinnya makin terpuruk.
Problemnya, menurut Batara Sianturi,
rekan-rekannya tersebut, yang direkrut sebagai top eksekutif bank lokal,
diharapkan mampu meng-"
upgrade"
karyawan bank lokal yang dipimpinnya agar memiliki kualifikasi sekelas bank
asing tempatnya berasal. Nampaknya para
owner
bank lokal tersebut lupa, bahwa ada "
gap"
kualitas yang lebar antara sang top eksekutif dengan bawahannya, sehingga upaya
"
upgrading" ternyata membutuhkan
proses, waktu dan biaya yang lebih banyak dari yang dibayangkan.
Kisah diatas memberi pelajaran,
bahwa harus ada keseimbangan antara kualitas "pusat orbit" (yang menjadi pusat
keahlian) dengan kualitas komponen-komponen yang mengitarinya (mereka yang
menyerap energi positif maupun ilmu). Bila tidak tercipta SINERGI yang harmoni,
hasil yang didapat justru akan jauh dari harapan.
Alam semesta sesungguhnya sudah
memberi banyak pelajaran. "Bulan", dengan massa yang relatif kecil, justru "tertangkap"
oleh gravitasi planet Bumi dan menjadikan Bumi sebagai pusat orbitnya. Demikian
pula ribuan Asteroid di sekitar planet Saturnus. Massa Asteroid yang begitu
kecil membuatnya "tertangkap" oleh gravitasi Saturnus dan membentuk Sabuk
Saturnus. Memang Bulan dan juga Asteroid, pada hakikatnya juga akan mengitari
Matahari (pusat orbit dari tata surya), namun toh tidak secara lansung.
Implementasi
dari kisah kosmik di atas, ditambah dengan kenyataan bahwa setiap individu
cenderung mengelilingi "sesuatu" yang lebih besar dari dirinya, maka dalam
perjalanan Anda untuk menjadi pribadi-pribadi unggulan, yang MUTLAK harus Anda
persiapkan adalah:
1.
Impian atau
cita-cita yang setinggi-tingginya
Tuhan semesta alam ini adalah Sang Maha Kaya. Karena impian
adalah juga merupakan doa, janganlah ragu untuk mencanangkan impian setinggi
mungkin.
2.
Sosok
individu sukses yang menjadi profil dari "target" Anda
Penting bagi Anda untuk secara spesifik mempunyai sosok individu
sukses yang riil dan sekaligus menjadi profil yang Anda "tuju". Akan memudahkan
untuk mengidentifikasi kualifikasi & kualitas apa saja yang harus Anda bangun.
3.
Sosok
individu sukses tadi adalah "pusat orbit" Anda
Dengan mempunyai sosok "nyata" yang ingin Anda tiru, maka
otomatis Anda akan mengerahkan segenap daya upaya untuk MINIMAL menyamai
kualitas "pusat orbit" tersebut. Akan memudahkan untuk memfokuskan upaya
pembelajaran Anda.
4.
Sejumlah
sosok individu sebagai "sub-target"
Jangan khawatir bila sosok "pusat orbit" Anda ternyata
sedemikian hebatnya. Untuk dapat menyamai kualitasnya, "pecahlah" kualitas
beliau menjadi beberapa bidang, kemudian carilah sosok "panutan" untuk
tiap-tiap bidang. Proses pembelajaran Anda pun akan berlangsung selangkah demi
selangkah.
5.
Sejumlah
institusi atau komunitas sebagai penunjang "sub-target"
Sangat dianjurkan untuk bergabung dengan institusi atau
komunitas tertentu untuk memudahkan mencapai "sub-target" Anda. Bisa dengan
bergabung dalam suatu komunitas profesional tertentu. Bisa juga dengan memilih
pekerjaan yang dapat membantu untuk memupuk kualitas yang Anda butuhkan. Ingat,
pekerjaan Anda bukanlah karir Anda. Kualitas yang Anda tuju JAUH lebih besar
dari sekedar pekerjaan Anda saat ini.
Langkah 1-5 di atas
sungguhpun nampak sederhana, namun pada hakekatnya akan mendorong kita untuk
menjalani proses pembelajaran tiada henti. Menjalani proses-proses tersebut
akan membuat hidup Anda menjadi jauh lebih menyenangkan.
Saya
pribadi sangat mengidolakan
Bp. Mario
Teguh, dengan segala kapasitas beliau sebagai CEO, konsultan, pembicara
publik, penulis dan "dokter" bisnis. Segenap upaya pembelajaran saya fokuskan
untuk MINIMAL dapat menyamai kualitas beliau (sebagai "pusat orbit" saya).
Salah satu sub-target saya adalah untuk menjadi penulis handal (diantaranya
dengan menjadi penulis pada website ini dan menyusun buku). Saya pun saat ini menjalani
profesi yang mampu mendukung proses pembelajaran ini.
Pada
akhirnya, toh hidup adalah sebuah PILIHAN. Meskipun begitu, Tuhan semesta alam
menginginkan Anda menjadi pengelola atas bumi dan seisinya. Artinya, Tuhan
menginginkan Anda semua untuk menjadi individu yang sukses. Seperti kata-kata
mutiara dari
Bp. Andrie Wongso, "SUKSES
adalah hak Anda."
Ditulis oleh Tommy Setiawan, seorang praktisi pemasaran.
Tommy dapat dihubungi melalui
blowbytommy@yahoo.com
atau melalui 0812 80 56772
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Tommy Setiawan - Pengamat MLM dan Penulis buku
|
 |
Mewujudkan Kesuksesan Tanpa Batas
|
 |
Bulan Pun Tidak Mengitari Matahari Secara Langsung
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Golden Egg
(Artikel Anda) -
Jumat, 22 Februari 2008
|
 |
Anda Gagal? Jangan Salahkan Siapa-siapa
(Artikel Anda) -
Minggu, 24 Februari 2008
|
 |
Emosi
(Artikel Anda) -
Senin, 25 Februari 2008
|
 |
Semua Akan Berubah
(Artikel Anda) -
Selasa, 26Februari 2008
|
 |
Rileks Dan Sukses
(Artikel Anda) -
Rabu, 27 Februari 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Membeli Senyuman
(Artikel Anda) -
Rabu, 20 Februari 2008
|
 |
Siapakah Hero Kita
(Artikel Anda) -
Senin, 18 Februari 2008
|
 |
Yang Muda Yang Dipercaya
(Artikel Anda) -
Sabtu, 16 Februari 2008
|
 |
Melacak Jejak Para Peak Performers
(Artikel Anda) -
Jumat, 15 Februari 2008
|
 |
Buah Pada Pohon Keberhasilan Anda
(Artikel Anda) -
Kamis, 14 Februari 2008
|
|
|