Pernahkah
Anda menyadari bahwa janin yang ada di dalam perut seorang ibu bisa
menyaksikan dan merasakan kehidupan yang ada di sekitarnya?
Janin telah
hidup dan janin mengetahui. Janin
telah mengetahui semenjak ia ada di dalam perut. Ia menyaksikan dan
merasakan sekitarnya seperti seorang manusia utuh merasakan kehidupan,
hanya saja ia tidak terlihat karena tersembunyi di dalam perut sang
ibu.
Tersembunyinya janin tersebut membuat banyak orang tua tidak
menyadari bahwa janin itu telah hidup. Ketidaktahuan inilah yang
terkadang menjadi sumber berbagai permasalahan hidup bagi si janin
ketika dewasa.
Seorang
wanita separuh baya, sebut saja namanya Tria, datang ke terapi dengan
permasalahan jodoh. Di usia yang sudah matang, ia belum menemukan
jodoh. Ia mengatakan ia tidak bisa menyayangi seseorang, baik itu
wanita atau pun pria. "Saya tidak bisa menyayangi siapa pun, bahkan
sebagai sahabat. Saya ketakutan jika saya mulai menyayangi seseorang
dan langsung membuat diri saya mati rasa." Tria menceritakan kasusnya.
Dengan permasalahan seperti itu, wajar saja ia tidak bisa menemukan
jodoh.
Saya
pun meregresi Tria untuk mencari tahu di mana sumber ketakutannya itu.
Ternyata ia memasuki momen ketika ia masih menjadi janin di dalam perut
ibunya. Ia menangis dan berteriak. Ia bercerita waktu itu ibunya yang
sedang hamil dirinya mengetahui ayahnya selingkuh dengan wanita lain.
Ibunya sangat terpukul dan sedih. Tria menangis meneriakkan kesedihan
ibunya. Pada saat itulah ibunya berkata di dalam hati tidak akan
mencintai seseorang lagi karena cinta membuatnya hancur dalam
kesedihan.
Kata-kata ibunya menjadi ter-implant dalam diri janin itu
dan membuat Tria tidak berkemampuan untuk mencintai seseorang dalam
hidupnya. Di
momen janin, janin merasakan apa yang ibu rasakan dan menganggap itu
adalah perasaan dirinya. Perasaan-perasaan dan pola respon ibu dan
orang-orang terdekat menjadi script dasar bagi janin tersebut dan juga
menjadi script dasar sepanjang hidupnya jika script itu tidak diubah.
Banyak
kasus-kasus permasalahan hidup yang ternyata bersumber dari masa janin.
Salah satunya adalah seorang pria yang seumur hidupnya tidak bisa
mencintai ayahnya. Setelah ayahnya meninggal, ia menjadi sangat
menyesal karena merasa belum membahagiakan ayah. Ketika diregresi, ia
pun memasuki momen ketika ia masih menjadi janin.
Saat itu ayahnya
memukuli ibunya yang sedang hamil besar dan mengusirnya. "Saya marah
karena ayah memperlukan ibu dengan kasar." Ternyata itulah sumber
kebenciannya terhadap sang ayah. Setelah melewati sesi terapi, ia pun
mulai memaafkan sang ayah karena ia mengetahui kemarahan sang ayah
disebabkan kesulitan ekonomi, "Saat itu tidak ada uang sama sekali.
Kami sangat miskin".
Ada
banyak kasus kesedihan, ketakutan, minder, kegelisahan mendalam yang
dirasakan seseorang sepanjang hidupnya ternyata berasal dari perasaan
ibunya yang ketika mengandung sedang dalam kesulitan ekonomi. Bercermin
dari hal ini, ada baiknya para pasangan sebelum menikah mempersiapkan
secara matang kondisi finansial, bukan hanya untuk kebahagiaan berdua,
tapi juga untuk kesehatan psikologis dan kebahagiaan si calon anak. Bukan
berarti janin yang tidak terlihat itu menjadi tidak ada.
Janin telah
hidup semenjak berada di dalam kandungan. Ia merasakan apa yang
dirasakan oleh sang ibu dan rasa itu akan ter-implant sepanjang
hidupnya. Berikanlah sang janin pengalaman yang indah dan bukannya
pengalaman kesedihan dan ketakutan yang akan menghantui sepanjang
hidupnya.
Dengan mengetahui hal ini maka orang tua dan keluarga
terdekat perlu memperlakukan janin itu seperti layaknya memperlakukan
seorang anak yang telah hadir di dunia ini dengan penuh kasih sayang. Jika
perasaan-perasaan dan pola respon orang tua dan keluarga terdekat
menjadi script dasar bagi sang janin dan bagi kehidupannya kelak maka
isilah dia dengan script kasih sayang dan kebajikan.
Besarkanlah sang
janin dengan penuh cinta supaya dia bisa merasakan dan memberikan cinta
bagi hidupnya dan bagi sesama. Mulailah memberi cinta kepada janin Anda.
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari nathalia sunaidi
|
 |
Dengan Hati
|
 |
How To Become A Touching Heart Leader Using Hypnosis Techniques?
|
 |
3 Keputusan yang Akan Mengubah Nasib Anda
|
 |
Instant Money
|
 |
Dunia Berubah Seketika
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Lidah Simon Cowell
(Artikel Tetap) -
Senin, 18 Februari 2008
|
 |
Model Kepemimpinan Menurut Fisika (bagian 2)
(Artikel Tetap) -
Selasa, 19Februari 2008
|
 |
The Power Of Positive Attitude
(Artikel Tetap) -
Selasa, 19Februari 2008
|
 |
Your Life Is Important
(Artikel Tetap) -
Rabu, 20 Februari 2008
|
 |
Evaluasi
(Artikel Tetap) -
Kamis, 21 Februari 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Menulis Buku Dengan Memanfaatkan Momentum
(Artikel Tetap) -
Kamis, 14 Februari 2008
|
 |
Car And Brain Maintenance
(Artikel Tetap) -
Rabu, 13 Februari 2008
|
 |
Salah Tempat
(Artikel Tetap) -
Selasa, 12Februari 2008
|
 |
Model Kepemimpinan Menurut Fisika (bagian 1)
(Artikel Tetap) -
Senin, 11 Februari 2008
|
 |
Pusing
(Artikel Tetap) -
Kamis, 07 Februari 2008
|
|
|