Seringkali,
pada waktu pagi,A-an mengeluh dihadapan sekelompok rekan
sekerjanya. "Aku pusig", katanya.
Dia
ingin menunjukkan kepada bahwa dirinya punya dedikasi tinggi. Walau
kondisi physiknya kurang sehat, dia masuk kerja.
Pada
suatu ketika dia juga menunjukkan bahwa dirinya sangat capai. Masih
agak ngantuk merupakan salahsatu "kebanggan" baginya.
A-an
tidak menyadari bahwa dia menunjukkan kelemahan yang paling hakiki
pada diri manusia. Dia tidak dapat mengendalikan physiknya agar bugar
dan sehat.
Setiap
hari dia mengeluh punya penyakit, dengan harapan agar rekan
sekerjanya berdecak kagum. A-an perlu mendapat bintang kehadiran,
karena dalam keadaan sakit "punya dedikasi" masuk kerja. Itulah
harapan yang diinginkan terhadap dirinya.
Kalau
diumpamakan kendaraan yang wajib dilakukan "uji kelayakan
beroperasi", mungkin A-an juga perlu mendapat perlakuan yang sama.
Jadi,
kalau ada "wajib uji physik" , maka A-an ada kemungkinan sudah
"tidak layak bekerja" karena setiap hari dia mengeluh sakit.
Alasan
sakit agar punya legalitas tidak masuk kerja banyak dilakukan oleh
karyawan yang malas. Etos kerja tidak menjadi bagian dari hidupnya,
karena dia bekerja asal-asalan, menghabiskan waktu masuk pagi pulang
sore untuk memenuhi kebutuhan hidup memperoleh upah.
Sifat
ini merupakan "warisan" jaman kolonial yang tidak memberi
kesempatan karyawan mempunyai inisiatif, namun hanya memdapat
perintah untuk dikerjakan. Kalau hal ini terus terjadi, industri di
negeri kita "berjalan di tempat". Kita wajib menyadari dan
mengubah, karena masa kini setiap karyawan perlu kreativitas.
Kalau
diri anda merasa sering tidak sehat, maka langkah yang harus
dilakukan adalah menjadikan sehat. Gunakan fasilitas asuransi
kesehatan untuk memelihara kesehatan, bukannya berobat ketika
kesehatannya terganggu. Dengan demikian andaikata ada "uji
kelayakan bekerja", kita akan masuk dalam kategori yang layak.
Kalau
ada 25 % orang yang tidak layak kerja dalam satu perusahaan, maka
perusahaan tersebut telah mempekerjakan 25 % penganggur tidak ketara.
Dengan demikian, nilai kerugian bisa diperhitungkan dalam Neraca dan
Rugi Laba.
Kalau
karyawan tetap memelihara "penyakit menahun" tanpa usaha untuk
memyembuhkannya, maka etos kerja juga jadi "pusing" dan
pembangunan seluruh segi kehidupan dalam negara juga "pusing"
Kebanggaan
akan "dedikasi semu" merupakan "kebanggan semu" yang wajib
dimusnahkan dalam dunia tenaga kerja. Setiap karyawan wajib memahami
metode kerja, memahami disiplin kerja serta memelihara kesehatan
jasmaninya.
Sudah
cukup lama pemerintah mencanangan budaya sehat dengan melaksanakan
aktivitas senam pagi pada hari Jumat, demikian juga penyediaan
fasilitas olahraga di tempat kerja (dengan catatan aktivitasnya di
luar jam kerja tentunya)
Bila
efektivitas tenaga kerja dalam dunia industri tercapai, perolehan
gaji setiap karyawan juga dapat memadai, sehingga ketenangan kerja
akan tercapai.
Janganlah
dunia tenaga kerja dihiasi dengan budaya pusing.
Hiasilah dengan budaya sehat !
Dengan
kondisi sehat, setiap individu akan dapat mengerjakan aktivitas kerja
secara baik dan benar.
Membudayakan
hidup sehat, aktivitas karyawan tidak selayaknya menyediakan kudapan
di atas meja tulis. Tidak disadari hal ini menunjukkan lemahnya
disiplin kerja. Disiplinmerupakan salah satu sikap pribadi yang
menunjang sukses.
Sukses
untuk anda yang bekerja tanpa "pusing" !
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari D Henry Basuki - Pengamat budaya
|
 |
Pusing
|
 |
Sudah Saatnya
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Model Kepemimpinan Menurut Fisika (bagian 1)
(Artikel Tetap) -
Senin, 11 Februari 2008
|
 |
Salah Tempat
(Artikel Tetap) -
Selasa, 12Februari 2008
|
 |
Car And Brain Maintenance
(Artikel Tetap) -
Rabu, 13 Februari 2008
|
 |
Menulis Buku Dengan Memanfaatkan Momentum
(Artikel Tetap) -
Kamis, 14 Februari 2008
|
 |
Janin Mengetahui
(Artikel Tetap) -
Jumat, 15 Februari 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Jadilah Pemenang
(Artikel Tetap) -
Selasa, 05Februari 2008
|
 |
Kita Adalah Orang-orang Yang Menunggu
(Artikel Tetap) -
Senin, 04 Februari 2008
|
 |
Menciptakan Faktor Kaya ( R.i.c.h ) Dalam Diri Anda.
(Artikel Tetap) -
Jumat, 01 Februari 2008
|
 |
Miliki Sikap Positif
(Artikel Tetap) -
Rabu, 30 Januari 2008
|
 |
Karir Vs Keluarga - Sebuah Dilema
(Artikel Tetap) -
Selasa, 29 Januari 2008
|
|
|