Saya benar-benar kagum atas tulisan seorang analis politik yang terbit pada harian Kompas dengan judul "Republik Mimpi Buruk" oleh Sukardi Rinakit.
Dalam hal ini, saya tidak tertarik untuk berbicara politik. Yang menjadi perhatian saya adalah sikap tidak produktif yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, khususnya oleh generasi muda.
Saya kutip kata-kata Bapak Rinakit sebagai berikut :
"Selebihnya, mari kita berpikir masa depan. Karena pada dasarnya, lawan kita bukan Pak Harto atau yang lain. Lawan kita itu sejatinya adalah negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang serta negara-negara yang sedang mengalami lompatan ke depan seperti China dan India. Kalah bersaing dengan mereka, republik ini bisa digulung sehingga tinggal remah-remah kemiskinan yang tersisa. Itu terjadi
karena kita berputar-putar terus pada masalah yang tidak produktif. Dendam, iri, benci, persaingan tidak sehat. Kalau begini terus, suatu hari nanti anak-anak muda Indonesia hanya akan terduduk lesu di trotoar jalan karena kualitas mereka tidak bisa bersaing dengan bangsa-bangsa lain."
Yang dikatakan oleh Bapak Rinakit sangat benar sekali. Saya ingin berbagi pengalaman beberapa waktu yang baru saja terjadi pada diri saya. Usaha saya yang lebih banyak berkaitan dengan pendistribusian produk-produk para petani di kala itu membutuhkan bantuan pemerintah. Dan kebetulan saya berkenalan dengan seseorang yang meyakinkan saya bahwa Beliau mampu mendukung usaha saya tersebut.
Setelah saya siapkan semua proposal, maka saya menghadap Bapak Beliau tersebut, dan berhubung Beliau sedang berada di daerah, maka saya diminta untuk menyampaikan pada anak buahnya.
Hal yang mengagetkan saya adalah anak buah Beliau tersebut sangat marah dan ketus dengan ucapan-ucapannya. Yang sangat membuat saya terkejut adalah anak ini menyuruh saya masuk untuk menunggu di dalam ruangan, tetapi ia memberitahu Beliau tersebut bahwa saya memaksa untuk masuk. Dan yang mengerikan, anak ini mengadu kepada bagian keamanan bahwa saya memaksa masuk. Maka, saya sampaikan kepada bagian keamanan bahwa saya tidak memaksa dan saya pamit baik-baik.
Anehnya, Beliau ini tidak ada minat sedikitpun untuk meng-klarifikasi keadaan ini. Bahkan sewaktu saya SMS dengan kata-kata malu bertanya sesat di jalan, Beliau ini hanya menilai bahwa saya mengkritik Beliau.
Akhirnya setelah saya berdiskusi dengan beberapa kerabat, maka terbukalah pikiran bahwa Beliau ini adalah tipe orang yang melakukan pekerjaan secara subjektif. Dengan kedekatan secara akademis dan kepartaian, maka Beliau ini tidak berani menegur anak buahnya.
Apakah anak buah yang membuat fitnah perlu didiamkan? Apakah anak buah yang berteriak-teriak histeris dalam ruang kantor tidak perlu ditegur?
Saya jadi berpikir bahwa generasi muda kita ini sudah teracuni oleh berbagai obat-obat psikotropik untuk meluapkan emosi tanpa kendali.
Netter yang berbahagia,
Saya mengajak para penulis dalam situs Andriewongso.com untuk aktif membantu para generasi muda kita ini supaya tetap memiliki sopan santun dalam kehidupan masyarakat.
Jika situasi sangat penuh tekanan yang tidak dapat teratasi, hendaknya tinggalkan pekerjaan dan kembali ke rumah orang tua untuk belajar hidup bertata krama.
Indonesia bukanlah negara untuk bertengkar, Indonesia adalah negara yang sangat indah jika dikelola dengan benar, jujur dan bertanggung jawab.
Salam sukses selalu!
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Debbie Sianturi
|
 |
Kelemahan yang Harus Diatasi
|
 |
Self Awareness
|
 |
Menunggu Bola Dan Mengejar Bola - Jagalah Keseimbangannya!
|
 |
Pengusaha Berkualitas
|
 |
Akui Kelemahanmu Dan Lakukan Sesuai Kemampuanmu!
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Pertumbuhan Vs Kesempurnaan
(Artikel Anda) -
Selasa, 05Februari 2008
|
 |
Katakan Saja Tidak !
(Artikel Anda) -
Rabu, 06 Februari 2008
|
 |
Bertumbuh Atau Membusukkah Kita ?
(Artikel Anda) -
Kamis, 07 Februari 2008
|
 |
Garis Kehidupan
(Artikel Anda) -
Jumat, 08 Februari 2008
|
 |
Menunggu Bola Dan Mengejar Bola - Jagalah Keseimbangannya!
(Artikel Anda) -
Senin, 11 Februari 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Miracle Of Love
(Artikel Anda) -
Minggu, 03 Februari 2008
|
 |
Belajar Dari Penjual Koran
(Artikel Anda) -
Jumat, 01 Februari 2008
|
 |
Maling Di Rumahku
(Artikel Anda) -
Kamis, 31 Januari 2008
|
 |
Ulang Tahun Yang Berkesan
(Artikel Anda) -
Kamis, 31 Januari 2008
|
 |
Menemukan Peluang Di Tengah Tantangan - 2
(Artikel Anda) -
Selasa, 29 Januari 2008
|
|
|