|
|||
|
Penulis : Andrie Wongso
Rating Artikel :
Kamis, 31-Januari-2008
![]() Dikisahkan, ada sebuah keluarga besar. Kakek dan nenek mereka merupakan pasangan suami istri yang tampak serasi dan selalu harmonis satu sama lain. Suatu hari, saat berkumpul bersama, si cucu bertanya kepada mereka berdua, "Kakek nenek, tolong beritahu kepada kami resep akur dan cara kakek dan nenek mempertahan cinta selama ini agar kami yang muda-muda bisa belajar." Mendengar pertanyaan itu, sesaat kakek dan nenek beradu pandang sambil saling melempar senyum. Dari tatapan keduanya, terpancar rasa kasih yang mendalam di antara mereka. "Aha, nenek yang akan bercerita dan menjawab pertanyaan kalian," kata kakek. Sambil menerawang ke masa lalu, nenek pun memulai kisahnya. "Ini pengalaman kakek dan nenek yang tak mungkin terlupakan dan rasanya perlu kalian dengar dengan baik. Suatu hari, kami berdua terlibat obrolan tentang sebuah artikel di majalah yang berjudul ‘bagaimana memperkuat tali pernikahan'. Di sana dituliskan, masing-masing dari kita diminta mencatat hal-hal yang kurang disukai dari pasangan kita. Kemudian, dibahas cara untuk mengubahnya agar ikatan tali pernikahan bisa lebih kuat dan bahagia. Nah, malam itu, kami sepakat berpisah kamar dan mencatat apa saja yang tidak disukai. Esoknya, selesai sarapan, nenek memulai lebih dulu membacakan daftar dosa kakekmu sepanjang kurang lebih tiga halaman. Kalau dipikir-pikir, ternyata banyak juga, dan herannya lagi, sebegitu banyak yang tidak disukai, tetapi tetap saja kakek kalian menjadi suami tercinta nenekmu ini," kata nenek sambil tertawa. Mata tuanya tampak berkaca-kaca mengenang kembali saat itu. Lalu nenek melanjutkan, "Nenek membacanya hingga selesai dan kelelahan. Dan, sekarang giliran kakekmu yang melanjutakan bercerita." Dengan suara perlahan, si kakek meneruskan. "Pagi itu, kakek membawa kertas juga, tetapi....kosong. Kakek tidak mencatat sesuatu pun di kertas itu. Kakek merasa nenekmu adalah wanita yang kakek cintai apa adanya, kakek tidak ingin mengubahnya sedikit pun. Nenekmu cantik, baik hati, dan mau menikahi kakekmu ini, itu sudah lebih dari cukup bagi kakek." Nenek segera menimpali, "Nenek sungguh sangat tersentuh oleh pernyataan kakekmu itu sehingga sejak saat itu, tidak ada masalah atau sesuatu apapun yang cukup besar yang dapat menyebabkan kami bertengkar dan mengurangi perasaan cinta kami berdua." Pembaca yang budiman, Sering kali di kehidupan ini, kita lebih banyak menghabiskan waktu dan energi untuk memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan yang menyakitkan. Padahal, pada saat yang sama kita pun sebenarnya punya kemampuan untuk bisa menemukan banyak hal indah di sekeliling kita. Saya yakin dan percaya, kita akan menjadi manusia yang berbahagia jika kita mampu berbuat, melihat, dan bersyukur atas hal-hal baik di kehidupan ini dan senantiasa mencoba untuk melupakan yang buruk yang pernah terjadi. Dengan demikian, hidup akan dipenuhi dengan keindahan, pengharapan, dan kedamaian. Salam sukses luar biasa!!! Andrie Wongso |
|||
|
Komentar Anda
Pengirim : 19061962
Salam Luar Biasa..
Didalam articel Cinta Tanpa Syarat saya menilai masih ada syarat dari Sang Kakek."Syarat nya Nenek yang Cantik dan menyukai si Kekek"dengan syarat ini si Kakek sudah puas.Pertanyaan saya mengapa Wanita selalu menyukai dan menyintai pakai Syarat dan dimana harus kita cari Cinta tanpa Syarat..Saya rasa Pak Andrie W bisa menjawab.. Salam luar Biasa...
Pengirim : Ari Yuswan
Setelah membaca artikel ini saya sempat termenung sejenak, saya jadi ingat istri saya di Malang..karena tugas belajar saya harus di Jakarta. Seumpama saya jadi "kakek" itu saya juga akan mengosongi kertas tersebut. Dimata saya istri saya tidak ada cacat dan kesalahan apapun, dia wanita terbaik di dunia ini yang dikaruniakan oleh Tuhan pada saya dan sebaliknya saya berharap istri saya menulis sebanyak-banyaknya kejelekan saya. Ketulusan hatinya yang selalu memaafkan dosa-dosa saya padanya membuat saya bertekad utuk selalu dan selalu membahagiakan dia sampai akhir hayat nanti..Insya Allah...
Terima kasih "kakek dan nenek" yang ada di artikel ini yang telah mengajarkan saya tentang arti "cinta tanpa syarat".
Terima kasih buat mas Andrie Wongso yang telah memotivasi saya tentang kebesaran sebuah cinta dalam keluarga saya..salam sukses luar biasa..
|
|||
|
|||
| ( View : 42093 | Refer : 46 | Print : 253 | Rate : 9.00 / 3 Votes ) | |||
| Artikel Selanjutnya : | |||
| • | Perjalanan Penuh Pembelajaran (AW Artikel) - Senin, 11-Pebruari-2008 | ||
| • | KomentarLukisan (AW Artikel) - Senin, 18-Pebruari-2008 | ||
| • | Pertapa Muda Dan Kepiting (AW Artikel) - Senin, 25-Pebruari-2008 | ||
| • | Membangun "The Winning Spirit" Tim Thomas Indonesia - Dimuat Juga Di Harian Kompas Edisi Selasa, 25 Maret 2008 Hal.28 (AW Artikel) - Selasa, 25-Maret-2008 | ||
| • | KelinciSiPenakut (AW Artikel) - Jumat, 04-April-2008 | ||
| Artikel Sebelumnya : | |||
| • | Jon Kelana Manusia Luar Biasa (AW Artikel) - Senin, 21-Januari-2008 | ||
| • | Sang Tunanetra Yang Luar Biasa (AW Artikel) - Jumat, 11-Januari-2008 | ||
| • | Year 2008 - Think & Action !!! (AW Artikel) - Selasa, 01-Januari-2008 | ||
| • | UbahDuluYangDiDalam (AW Artikel) - Senin, 24-Desember-2007 | ||
| • | PesanIbu (AW Artikel) - Sabtu, 22-Desember-2007 | ||
| Menu Artikel | |
| Mau Berbagi ? | |
|
|




