Saya memilih ulang tahun dengan anak-anak
panti asuhan di yayasan Dorkas tepatnya di Porong. Tidak ada pesta apa-apa, saya
hanya membawa makanan dan kue tart untuk di nikmati bersama.
Sampai
disana, saya disambut dengan kegembiraan, benar benar wajah polos bukan wajah
yang mencari ‘muka' untuk suatu tujuan tertentu.
Kepala
Panti mengumumkan bahwa saya kesana dalam rangka ulang tahun dan ingin makan
bersama mereka setelah itu kami berdoa bersama..suara doa kepala panti yang
diikutin suara anak anak seperti melodi indah yang mengharukan dan memberikan
getaran sampai ke hati yang paling dalam dan mengguncang seluruh tubuh saya.
Selesai berdoa,saya menurunkan makanan
kotak yang saya pesan dari salah satu restoran cepat saji, ayam dan nasi serta
minuman. Makanan yang bagi sebagian besar kita sudah biasa biasa saja. Tetapi
sore itu saya menikmatinya lebih dari biasanya. Duduk bersama mereka, makan
bersama dan melihat ekspresi kegembiraan serta lahapnya makan dengan nikmat.
Sebuah pemandangan yang sangat indah.
Saat makan selesai saya mengeluarkan kue
tart tanpa susun ukuran 30x40 cm yang dilapisi coklat dan dihiasin gula gula
dengan bentuk lucu, sangat sederhana.
Saat kue tart di keluarkan tiba tiba ada
suara bersamaan seperti koor "Waaaauuuuuoow..." suara anak anak panti, sambil
mengerumuni kue, hampir saja saya menangis mendengarnya. Awalnya bagi saya kue
tart ini tidak berarti apa apa selain simbolis ulang tahun dan saya sudah bosan
makan kue kue seperti ini. Tetapi ternyata kue ini bisa membawa kegembiraan
untuk orang lain.
Seorang anak Panti yang sudah cukup besar
memimpin teman-temannya menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun. Mereka
menyanyikannya dengar suara yang pada saat biasa saya yakin saya tidak akan
bisa menikmatinya sebagai sebuah lagu, tetapi saat itu suara itu menjadi sangat
indah karena saya melihat ekspresi-ekspresi kegembiraan, semangat, ketulusan
dan keluguan di wajah mereka. Saya tidak tahu ini perasaan apa, yang
jelas..hati saya terasa sesak dan mata saya berair, saya berusaha menahannya
agar tidak turun menjadi aliran air mata.
Sebelum tiup Lilin, saya diberikan
kesempatan untuk berbicara....herannya, saya tiba-tiba menjadi tidak tahu harus
mengucapkan apa, kalau biasanya saya bisa berbicara di depan banyak orang bahkan
pernah menjadi pembawa acara di depan 3500 orang, sekarang didepan wajah tak
berdosa dengan segala perasaan yang ada di dalam hati saya bingung mau bicara
apa. Akhirnya saya hanya mengucapkan Terimakasih dan inilah Ulang Tahun
terindah buat saya dan mengajak mereka untuk tiup lilin bersama, mereka
melakukannya dengan senang hati..meniup lilin keras - keras..seakan akan lilin
tidak akan mati kalau meniupnya hanya pelan, saya tertawa melihat ekspresi
mereka, sungguh hari ini banyak sekali pemandangan indah yang hadir di depan
mata saya.
Di Akhir acara, saya membagikan hadiah
buat mereka, satu persatu mereka menerima hadiah sambil menyalami dan
mengucapkan selamat ulang tahun serta terimakasih.
Saat membagikan hadiah saya mengamati
wajah mereka satu per satu, merasakan setiap jabatan tangan yang seakan mentrasferkan
ketulusan dari setiap ucapan selamat.
Saya pulang dengan perasaan
bahagia..hadiah terindah. Selain itu banyak pelajaran yang saya dapat.
Ternyata untuk bahagia itu mudah,
Dengan hadirnya seseorang kita bisa
bahagia
Dengan melihat tawa orang lain kita bisa
bahagia
Dengan memberi kita bisa bahagia
Dengan sebuah kue yang disukai, kita bisa
bahagia
Dengan mengucapkan selamat pada orang lain
kita bisa bahagia
Dengan menyadari kita dilahirkan dengan
kedua orangtua, kita bisa bahagia
Dengan bernyanyi tulus dan iklas kita bisa
bahagia
Dengan menyadari bahwa kita lebih beruntung
kita bisa bahagia.
Dan,..akhirnya saya menyadari bahwa
bahagia juga merupakan suatu pilihan yang bisa saya pilih kapan saja saya mau.
Semoga berbahagia.
Ely Susanti
ely@elysusanti.com
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Ely Susanti
|
 |
Dari Siapa Anak Kita Belajar?
|
 |
Setiap Kejadian Adalah Netral-respon Kita Yang Menjadikannya Suatu Makna
|
 |
Ulang Tahun Yang Berkesan
|
 |
Emosi
|
 |
Dibalik Kesuksesan
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Maling Di Rumahku
(Artikel Anda) -
Kamis, 31 Januari 2008
|
 |
Belajar Dari Penjual Koran
(Artikel Anda) -
Jumat, 01 Februari 2008
|
 |
Miracle Of Love
(Artikel Anda) -
Minggu, 03 Februari 2008
|
 |
Sikap Produktif - Bagaimana?
(Artikel Anda) -
Senin, 04 Februari 2008
|
 |
Pertumbuhan Vs Kesempurnaan
(Artikel Anda) -
Selasa, 05Februari 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Menemukan Peluang Di Tengah Tantangan - 2
(Artikel Anda) -
Selasa, 29 Januari 2008
|
 |
Kerja Keras Vs Kerja Cerdas - 2
(Artikel Anda) -
Minggu, 27 Januari 2008
|
 |
Kisah Sekelompok Serigala
(Artikel Anda) -
Sabtu, 26 Januari 2008
|
 |
Penyu Atau Ayam ?
(Artikel Anda) -
Jumat, 25 Januari 2008
|
 |
Mari Kita Bermimpi
(Artikel Anda) -
Kamis, 24 Januari 2008
|
|
|