Misi : Membangun Kekayaan Mental Manusia Indonesia Demi Kehidupan Yang Lebih Bernilai
Slogan : Bosan kita menderita ! Saatnya Bersama ! Bangun Indonesia !
 
 
 
Dengarkan Talk Show: Andrie Wongso Success Wisdom & Motivation di Radio Sonora, Setiap Hari Selasa. Jam 07.05 WIB - 08.00 WIB (Live Interaktif Motivation). Jaringan Radio Sonora: Jakarta - FM 92.0, Surabaya - FM 98.0, Yogyakarta - FM 94.7, Palembang - FM 102.6, Pontianak - FM 96.7, Bangka - FM 101.1, Semarang 98.9 FM, Ria,Solo - FM 98.8, Serambi, Aceh - FM 90.6, Raka,Bandung - FM 98.8 - Program ini juga dapat didengarkan melalui: Indovision Channel 106, Live Streaming www.Kompas.com, Live streaming www.AndrieWongso.comJangan lupa dengarkan setiap hari kapsul-kapsul Wisdom & Motivation.

Baca Juga
• Agoeng Widyatmoko
  Rabu, 12-Desember-2007
  09:25:17 WIB
Kkn - kekoncoan Itu Wajib
• Agoeng Widyatmoko
  Kamis, 10-Mei-2007
  13:08:40 WIB
Ide Bisnis Datang Dari Mana Saja
• Agoeng Widyatmoko
  Selasa, 14-Agustus-2007
  11:56:55 WIB
Manfaatkan Momentum
• Agoeng Widyatmoko
  Senin, 26-November-2007
  17:23:42 WIB
Mendingan Terjun Ke Bisnis Apa Ya?
Shopping Product
10 Wisdom & Success #3
Terdiri dari 1 CD
10 cerita motivasi yang akan merubah hidup Anda
 
View Shopping Product

Pembaca Setia
Entrepreneur Corner
Selasa, 29-Januari-2008; 14:37:06 WIB
Butuh Modal Usaha? Gampaaang....
( 0 Komentar ) - Klik Profil Penulis
Rating Artikel :
Oleh : Agoeng Widyatmoko - Konsultan independen usaha kecil (UKM)

Save page as PDF

Dalam sebuah diskusi yang diadakan sebuah event organizer, muncul pertanyaan yang hampir selalu saya akrabi setiap kali bertemu dengan orang yang ingin membuka usaha. "Pak, saya tertarik untuk jadi pengusaha... Ide Bapak menarik.... Wah, saya pengen usaha ini nii..." Tapi, ujung-ujungnya, kemudian berbagai pertanyaan tadi dilanjutkan dengan sebuah pertanyaan klasik, "Cuma, saya belum punya modal, bagaimana ya?"

Modal bagi sebagian orang memang dianggap sebagai hal yang paling memberatkan. Sebab, dalam pola pikir setiap orang, kata modal selalu diidentikkan dengan uang. Memang benar. Setiap usaha pasti menggunakan uang sebagai salah satu sarana untuk menjalankannya. Tapi, tak mutlak. Bahkan, bisa saja nol modal alias modal dengkul.

Memangnya ada yang bisa benar-benar modal nol? Banyak. Salah satu contoh nyata pernah saya temui dari rekan saya. Tapi, tak perlu lah saya sebut namanya di sini. Dia menjalani fungsi sebagai makelar alias penghubung saja. Modal dia hanya tekad dan kelugasan berbicara untuk meyakinkan pengguna jasanya. Kalau melihat sebuah rumah yang dijual, dia biasanya langsung bergerak cepat menghubungi sang penjual rumah. Dia akan bertanya berapa harganya dan kalau berhasil menjualkan, berapa persen yang masuk sebagai komisi dia. Cara seperti ini berkali-kali berhasil membuatnya menjadi semacam property agent kelas kampung dengan penghasilan istimewa. Sebab, tanpa dirinya harus bergabung dengan berbagai macam property agent yang sudah pasti akan mengurangi komisinya, ia tetap bisa menjadi pemasar properti mumpuni. Dalam satu bulan, ia bisa menjualkan rumah orang paling tidak dua atau tiga rumah. Keuntungannya? Tak perlu saya sebut di sini. Yang jelas, dia bisa menyekolahkan ketiga anaknya di sekolah yang cukup elit, yang menurut catatan saya biayanya cukup mahal.

Saya pun pernah mengalami kasus yang hampir mirip. Modal saya waktu itu hanya meminjam printer teman untuk mencetak beberapa kartu nama saya dengan posisi keren, Managing Director. Terserah saya kan, wong yang bikin saya sendiri, jadi ya maunya saya dong kalau kasih nama dan jabatan sekeren itu. Padahal, selain jadi Managing Director, saya pun merangkap jadi sekretaris, akuntan, hingga office boy, alias semua saya kerjakan sendirian. Tapi, siapa juga sih yang menanyakan jabatan kita saat mendapat kartu nama. Banyak kok orang yang selalu saja langsung percaya pada sebuah status, tanpa pernah mengecek status orang itu sebenarnya.

Nah, dari kartu nama itu, saya mencantumkan salah satu jenis usaha yang saya geluti. Dalam beberapa kali kesempatan, ternyata ada beberapa kenalan baru yang kemudian menghubungi untuk presentasi jasa yang saya tawarkan. Dan, sampai saat ini, dari kartu nama yang cetaknya pun nebeng teman itu, saya bisa mendapat beberapa job besar. Job orderan ini bahkan cukup untuk menggaji beberapa rekan, yang kemudian saya jadikan partner kerja.

Menilik kedua contoh nyata di atas, masih ragukah Anda bahwa banyak usaha yang bermodal dengkul? Tapi oke, kalau masih ragu, baiklah. Kita kembali sejenak ke topik seminar yang saya hadiri saat itu. Ketika muncul sebuah pertanyaan tentang modal yang diajukan seorang ibu, maka kemudian saya coba bertanya kepada orang itu.

"Ibu punya tabungan seratus ribu?"

"Punya Pak," jawab si Ibu.

"Oke. Apa ibu juga punya penggorengan, kompor, dan piring kecil di rumah?"

"Punya Pak. Malah saya kompor ada dua, karena kemarin dapat subsidi kompor gas dari pemerintah," ungkap si Ibu.

"Bagus," jawab saya. "Terus, apakah ibu bisa bikin gorengan?"

"Bisa dong. Pisang goreng saya malah dibilang beberapa orang enak banget. Ketela goreng saya juga pas banget di lidah, kata teman waktu saya masak di arisan rumah."

"Nah. Menurut ibu uang seratus ribu bisa nggak buat bikin gorengan?"

"Bisa!"

"Ya sudah. Masalah modal usaha sudah terpecahkan. Jual saja gorengan."

Ibu itu manggut-manggut mendengar penuturan saya. Ia tak sadar bahwa selama ini gorengannya yang dipuji oleh beberapa rekan bisa jadi sebuah usaha minim modal. Sampai tulisan ini dibuat, saya tidak tahu apakah si Ibu itu jadi menerjuni usaha gorengan. Satu hal yang pasti. Yang ingin saya sampaikan melalui tulisan ini adalah soal modal uang itu sebenarnya faktor kesekian. Dengan tekad, kemauan, kerja keras, keteguhan, keuletan, semua kesulitan untuk membuka usaha, pasti memiliki jalan keluar. Jadi, nggak punya modal? Siapa takuuuut?


Share on Facebook SocialTwist Tell-a-Friend baca berita di lintas berita | Infogue.com
 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Namun, Redaksi JUGA berhak memilih komentar yang akan ditayangkan (yaitu komentar yang sesuai dan positif). Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim.
 
Belum Ada Komentar Untuk Artikel Diatas. Posting komentar Anda
           
( View : 7175 | Refer : 4 | Print : 196 | Rate : 8.67 / 3 Votes )
Artikel Selanjutnya
Belajar Dari Bayi Dan Tomat Busuk - Selasa, 19-Pebruari-2008; 09:28:35
15 Hari Lagi Menuju Full Tda - Jumat, 22-Pebruari-2008; 09:12:25
Untung Besar Atau Untung Berlipat? - Selasa, 04-Maret-2008; 08:27:06
Atur Doong Keuangan Kita... - Selasa, 11-Maret-2008; 16:34:56
Buat Action Plan Buat Diri Anda Sendiri - Sabtu, 15-Maret-2008; 12:39:56
Artikel Sebelumnya
Tetaplah Bertahan dan Tetaplah Bergerak - Jumat, 11-Januari-2008; 08:20:29
Kepada Siapa Anda Curhat Tentang Bisnis Anda? - Senin, 07-Januari-2008; 11:45:51
Jangan Kebanyakan Mimpi - Kamis, 03-Januari-2008; 13:53:38
Kkn - kekoncoan Itu Wajib - Rabu, 12-Desember-2007; 09:25:17
Tambahkan Satu Kata Ajaib Dalam Bisnis Anda - Selasa, 11-Desember-2007; 09:20:47
AW Jumlah Pengunjung
Total Pengunjung
(Sejak 10/10/2006)
3013537
Pengunjung Kemarin 4758
Pengunjung Hari Ini 472
Online 31
Pengiriman Artikel dan AW Jokes
Jika Anda ingin mengirimkan Artikel, silahkan tekan tombol dibawah ini
Layanan Operator