Mestakung Otak
AW, Andrie Wongso - Action & Wisdom Motivation Training - Artikel Tetap

Mestakung Otak
Prof. Yohanes Surya - Ketua Tim Olimpiade Fisika Indonesia

Sekitar abad 3 SM, Archimedes diminta oleh raja Hiero II untuk
menentukan apakah mahkotanya 100 % terbuat dari emas murni atau ada campuran logam lain. Archimedes berada dalam kondisi kritis. Ia berpikir dan berpikir Mestakung mulai bekerja. Sel-sel otak mulai mengorganisasi diri. Menurut Fisikawan abad 19 Hermann von Helmholtz, dalam menyelesaikan suatu masalah sulit otak kita bekerja dalam tiga tahap: saturasi (pengumpulan ide), inkubasi (pengeraman ide), dan iluminasi (pencerahan). Otak akan mengalami tahap saturasi ketika ia menerima banyak input-input untuk menyelesaikan masalah ini. Input-input ini bisa berupa pengalaman-pengalaman berbagai orang, bisa berupa buku-buku, teori-teori dan sebagainya. Setelah menerima input-input itu otak akan mengalami masa inkubasi. Di masa inkubasi ini, aktivitas otak terus berlangsung tetapi hanya di alam bawah sadar. Setelah lewat masa inkubasi muncullah ide kreatif yang memberikan pencerahan untuk pemecahan masalah tersebut.

Suatu hari Archimedes berendam di bak mandi, dia melihat ada
air yang tumpah. Tiba-tiba ia mendapat pencerahan. Ia melihat bahwa air
tumpah karena ada benda yang lebih ringan dari air masuk dalam bak tersebut

Ya, benda ringan volumenya lebih besar! Inilah jawaban dari persoalan
mahkota raja Hiero! Di depan Raja Hiero, Archimedes mengambil suatu
bongkahan emas asli yang beratnya sama dengan berat mahkota. Ia menaruh bongkahan tersebut dalam sebuah mangkok. Kemudian mangkok tersebut diisi air hingga penuh. Selanjutnya, emas bongkahan dikeluarkan dari dalam mangkok dan tempatnya digantikan dengan mahkota yang akan diuji keasliannya. Jika permukaan air tepat di bibir mangkok (tidak ada air yang tumpah) berarti emas pada mahkota itu adalah emas utuh, artinya, tidak ada campuran logam di dalamnya. Tetapi jika ada air yang tumpah berarti ada campuran logam ringan di dalam mahkota itu, karena logam ringan volumenya lebih besar. Konon, begitu menemukan solusi ini, Archimedes melompat dari bak mandinya dan berteriak-teriak "eureka... eureka!" (saya sudah temukan!) di jalan raya tanpa mengenakan pakaian.

Ketika kita diperhadapkan pada persoalan sepelik apapun, jangan menyerah, mestakung akan bekerja, pasti ada jalan keluar.

Prof. Yohanes Surya
mestakung@yahoo.com

LAGU MESTAKUNG

Tetapkan sasaran
Tetapkan setinggi mungkin
Makin tinggi makin baik

Bicarakan tiap hari
Bicarakan ke setiap orang
Bicarakan dalam doa

Melangkahlah....
Melangkahlah
Maju ...Maju dan Maju

Jangan goncang lihat gelombang
Jangan gemetar dengar deru angin
Jangan menyerah hadapi rintangan

Pantang bicara "tidak mungkin"
Pantang bicara "tidak mampu"
Pantang bicara "kalah"

Yakinlah yakinlah
Gunung tinggi dapat didaki
Laut luas dapat tersebrangi
Masalah sulit dapat dipecahkan
Tak ada yang tidak mungkin
Semua mungkin... Pasti bisa....
Yakinlah yakinlah...

Lihat bagaimana semesta mendukung kita
Mestakung, semesta mendukung kita.
Mestakung, yang sulit menjadi mudah
Mestakung, yang tidak mungkin menjadi mungkin

Yakinlah yakinlah
Gunung tinggi dapat didaki
Laut luas dapat tersebrangi
Masalah sulit dapat dipecahkan
Tak ada yang tidak mungkin
Semua mungkin... Pasti bisa....
Yakinlah yakinlah...