|
Kepada Siapa Anda Curhat Tentang Bisnis Anda? Bambang Suharno - Direktur Indonesian Entrepreneur Society (IES)
Seandainya
anda seorang remaja yang sedang menghadapi masalah hubungan
persahabatan atau percintaan, kepada siapakah anda bisa mencurahkan isi
hati anda? Boleh
saja anda curhat kepada orang tua anda, guru anda, pembantu anda, kakak
atau adik anda, tetangga anda, teman sekelas anda.
Kepada siapapun
boleh, yang penting orang tersebut harus memenuhi beberapa syarat.
Pertama,
ia sebaiknya mau meluangkan waktu mendengarkan masalah tersebut dengan
tulus. Kadangkala atau mungkin malah sering kali, karena ada orang yang
dengan sabar mendengarkan permasalahan anda, hati ada sudah lebih lega.
Kedua, ia tidak merasa lebih pintar tapi bisa memberikan sedikit saja
komentar yang menenangkan. Bila ia kemudian mengatakan anda "wah
masalah sekecil itu kau bingung, cengeng sekali kau", anda pasti hanya
sekali itu anda curhat kepadanya.
Ketiga,
ia akan lebih baik lagi bila pernah punya pengalaman yang serupa.
Dengan pengalamannya, ia bisa berbagi pengalaman. Dengan berbagi
pengalaman, ada perasaan senasib, dan kemudian bisa berbagai solusi.
Keempat, ia tidak menakut-nakuti, melainkan ikut memberi solusi.
Bayangkan jika anda curhat kepada orang yang menakut-nakuti, anda tidak
akan menjadi tenang, malah sebaliknya pikiran anda makin rumit. Kelima, jika tidak memberi solusi, ia sebaiknya memberi motivasi untuk mencari solusi. Bagaimanakah bila ada permasalahan bisnis yang membebani pikiran anda? Kepada siapa anda harus curhat? Jawabannya kurang lebih sama dengan yang disebut tadi.
Suatu
kali seorang karyawan mencoba membuka usaha di rumah yang dikelola
istrinya dengan dukungan seorang karyawan. Ketika akan memulai usaha,
rekan sekantor berkomentar," kau berani sekali membuka usaha, apa tidak
takut kehilangan uang. Lihat tuh si A sudah pernah melakukannya, tapi
bisnisnya bangkrut.
Sekarang separo gajinya untuk membayar hutang." Masih lumayan komentar seperti itu. Dengar
komentar ini," Wah itu masing mendingan. Si B temen kita di kantor PT
XYZ, harus menjual rumah gara-gara usahanya bangkrut". Bayangkan,
ketika sedang bersemangat membuka usaha untuk melatih mental
entrepreneur, malah anda menerima "teror" mental agar segera
menghentikan rencana membuka usaha. Lain
halnya bila anda bertemu dengan seorang kawan yang sudah sukses
menjalankan bisnis. Tatkala anda bertemu dia, anda dapat
mengatakan,"Wah bisnis mu makin maju saja. Saya mau buka warung makan
sejak tahun lalu tapi tidak kesampaian juga. Padahal saya sudah punya
tempat di sebuah taman perumahan yang tak jauh dari rumah
saya. Di sana ada yang banyak sekali orang berjualan dan setiap malam
ramai sekali anak-anak muda. Bagaimana menurutmu?".
Mungkin
yang anda dengar dari teman anda yang pebisnis itu, begini," wah bagus
dong, berapa sewa tempat di sana? Saya juga mau buka cabang toko ini
kalau memang bagus". Ini
pasti lebih memberi semangat untuk merealisasikan rencana anda. Atau
bisa juga begini," wah yang benar, kamu kan sudah menjadi manajer
perusahaan, gaji sudah banyak, masak mau cari tambahan lagi?" Atau
begini,"Ya kalau punya rencana membuka warung makan, jangan
ditunda-tunda lagi. Segera saja dilaksanakan, karena semakin ditunda
semakin banyak yang menghambat. Saya tahu itu. Kau kan karyawan, kalau
mau bisnis pasti kawan sekantormu menghambat rencanamu. Mungkin juga
istrimu. Padahal jalan saja, kalau toh nanti kurang berhasil, ya kita
cari jalan keluarnya, tak usah takut. Tak usah dibuat rumit. Kalau kita
mau tekun berusaha, saya yakin Tuhan akan memberi rejeki yang cukup.
Kalau ada masalah, itu hanya ujian saja agar kita bisa naik kelas". Yang
terakhir ini tentu sangat menyejukkan anda dan memberi energi untuk
anda segera memulai berusaha merealisasikan impian anda.
Curhat
apapun, termasuk dalam masalah bisnis, haruslah kepada orang yang
tepat. Yaitu kepada orang yang mau mendengarkan, dan sebaiknya juga
memberi ide dan motivasi, bukan menyudutkan posisi anda. Tidak harus
lebih pintar, namun setidaknya mau berkomentar positif dan menenangkan
hati. Alkisah
ada seorang mahasiswa berjualan baju di kampusnya. Setiap pulang ke
rumah kost, kerap kali ia diolok-olok teman kostnya, tapi ketika ia
mengikuti pertemuan sebuah komunitas entrepreneur, dia malah
mendapatkan mitra berjualan dan mendapatkan sumber pakaian yang lebih
banyak variasinya. Nah, jika anda memiliki masalah bisnis, curhatlah kepada orang yang tepat. Jika tidak, anda akan terperosok pada keputusan yang salah.***
Bambang
Suharno, Direktur Indonesian Entrepreneur Society (IES), Penulis Buku
Best Seller Langkah Jitu Memulai Bisnis Dari Nol, dan buku Curhat
Bisnis,
Narasumber Talkshow Radio Pelita Kasih (RPK) 96.3 FM dan Radio Elgangga 100.3 fm.
|