Pembangkit Listrik Alternatif
AW, Andrie Wongso - Action & Wisdom Motivation Training - AW Corner

Pembangkit Listrik Alternatif
Team Andriewongso.com

Saat ini, berbagai upaya dilakukan agar bumi ini tidak makin panas. Konferensi PBB tentang iklim di Bali salah satunya berusaha mencetuskan berbagai hal untuk mencegah hal ini berkelanjutan. Mulai dari pelestarian hutan, hingga upaya pengurangan gas karbon oleh negara maju dibahas dalam konferensi ini.

Di samping berbagai hal tersebut, ternyata pemerintah Indonesia sudah berupaya maju satu langkah. Pemerintah beberapa waktu lalu telah menandatangani rencana pembuatan pembangkit listrik alternatif. Uniknya pembangkit ini menggunakan tenaga buatan dari kulit gabah padi (sekam). Selama ini, pembangkit selain menggunakan bahan bakar minyak, air, dan yang mutakhir namun dianggap beresiko adalah dengan tenaga nuklir.

Pembangunan pembangkit listrik tenaga sekam ini akan dimulai pada Januari 2008, sebulan setelah pelaksanaan konferensi perubahan iklim di Bali. Dan, rencananya pembangkit alternatif ini akan mulai dioperasikan pada pertengahan tahun 2009.

Hal ini bisa direalisasikan setelah terjadi kerja sama antara PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan perusahaan listrik asal Inggris, Applied Energy Services (AES). Penandatanganan tersebut dihadiri oleh Direktur Pembangkitan dan Energi Primer PLN Ali Herman Ibrahim, Managing Director Asia Rising Paritat Lerngutai, Eksekutif Vice President and President AES, William Luraschi, President and CEO AES Paul Hanrahan, dan Menteri Lingkungan Thailand Yongyut Yuthavong.

Menurut CEO AES Paul Hanrahan, tiap pembangkit ini bisa menghasilkan tenaga listrik sampai 10 hingga 15 mega watt. Untuk proyek pertama, pembangkit bakal dibangun di Tabanan, Bali. 

"Kami akan mensurvey terus tempat-tempat mana yang cocok untuk pembangunan biomass ini. Saya harap ini dapat sejalan dengan kampanye energi ramah lingkungan," ujar Paul Hanrahan.

Harapan kita dengan adanya pembangunan ini, rakyat akan mendapatkan tenaga listrik yang ramah lingkungan. Dan, harapan lainnya, karena menggunakan bahan sekam yang relatif lebih murah, tentu kita berharap biaya listriknya pun akan lebih murah. Semoga.