|
Sepatu Haryo Ardito - Ketua Harian Asosiasi Manajemen Indonesia - DKI Jakarta
Dalam
sebuah acara tahunan sebuah perusahaan dimana berkumpul seluruh Salesman dari
berbagai tingkatan yang datang dari berbagai daerah. Acara ini semacam ritual penghargaan tahunan
yang diberikan kepada beberapa Salesman yang berhasil mencapai prestasi
terbaik.
Disela-sela
makan siang usai acara akbar yang berlangsung sangat meriah apalagi setelah mendengarkan
sesi motivasi yang disampaikan oleh seorang pembicara terkenal, saya menyapa
seorang Salesman yang secara drastis mampu membalikkan situasi dari yang semula
terjelek menjadi yang terbaik bahkan mencapai omset hingga sekian puluh persen
dari target. "Apa rahasia suksesnya Mas?" tanya saya kepadanya, "Karena
sebuah kalung clurit, dulu saya parah sekali Pak.., sampai suatu hari atasan
saya memberikan kalung tali rafia berbandul sebilah clurit di leher saya di
depan rekan-rekan kerja saya. Pencapaian saya jauh dibawah rata-rata dan selalu terjelek diantara yang
lainnya". Salesman itu berhenti sejenak meneguk air aqua dalam gelas
plastiknya dan lanjutnya "Semenjak itu saya bersumpah bahwa hal ini tidak
akan pernah terjadi lagi dalam hidup saya" katanya mengenang dengan mata
menerawang jauh dan tangan kiri menggenggam erat penghargaan yang baru saja
diterimanya.
Kemudian saya bergeser menghampiri seorang
Kepala Cabang yang sedang berkelompok dengan sebagian team-nya dan nampak jelas
raut gembira diwajahnya atas prestasinya terpilih sebagai cabang terbaik.
"Apa yang anda lakukan sehingga bisa membuat team anda meraih prestasi sebagai
cabang terbaik ?" tanya saya, "Karena sepatu Pak" ucap salah seorang
Salesman yang ada disebelahnya menyela pembicaraan kami.
"Sebenarnya belum genap satu tahun saya
bersama mereka dan seperti yang sering saya lakukan adalah memberikan mereka
harapan berupa hadiah handphone, jam tangan atau ballpoint bagi Salesman
terbaik setiap bulannya. Namun yang tidak saya duga adalah ketika salah
satu dari mereka minta hadiahnya diganti menjadi sepatu. Terus terang hati saya trenyuh ketika melihat
sepatu-sepatu mereka yang butut dan rusak, apalagi yang bagian belakangnya
sudah hancur lebur terinjak-injak. Hampir setiap bulan saya membeli
beberapa sepatu untuk mereka hingga akhirnya semua sepatu yang rusak
tergantikan dengan sepatu baru yang lebih kuat" kata si Kepala Cabang.
"Tiga makna yang saya dapatkan pada hari
itu dan ternyata mampu membuat seseorang termotivasi adalah ancaman, harapan
dan perhatian."
salam bijaksana,
Haryo Ardito,
Ketua Harian
Asosiasi Manajemen Indonesia - DKI Jakarta
Website: www.haryoardito.com
|