Komputer Untuk Senam Otak
AW, Andrie Wongso - Action & Wisdom Motivation Training - AW Corner

Komputer Untuk Senam Otak
Team Andriewongso.com

Anda sudah merasa suka tulalit atau sering lupa hal-hal tertentu? Atau, barangkali Anda pernah merasa risih merasa mengenal seseorang namun lupa namanya? Hati-hati, mungkin jika Anda tak pernah melatih otak, selain daya ingat menurun, fungsi otak yang mengendalikan tubuh pun bisa melemah.

Tak ingin hal itu terjadi? Jangan kuatir. Dengan kemajuan teknologi kini kita bisa belajar untuk terus mengembangkan fungsi otak agar tak menjadi tumpul. Adalah sebuah program komputer buatan Posit Science yang difungsikan sebagai sebuah program untuk melakukan senam otak. Dengan program yang diberi nama Brain Fitness 2.0, seseorang yang sudah merasa berkurang daya ingatnya, bisa melakukan "senam" ala komputer dengan sejumlah tugas yang tersedia dalam program tersebut untuk kembali menajamkan daya ingatnya.

Uniknya, program ini bukannya memberikan latihan mengingat terhadap sesuatu benda atau obyek. Namun, program ini lebih banyak mengutak atik daya ingat dengan pendekatan suara. Sang pemakai program ini diminta untuk membedakan suara-suara yang mirip dan mengikuti perintah yang mereka dengar. Tentunya, untuk terus meningkatkan daya kerja otak, senam ala Brain Fitness ini juga mempunyai tingkat kesulitan tertentu. Serangkaian tes yang diberikan dalam program ini punya derajat perintah yang makin sulit sehingga orang yang telah merasa lulus pada satu tingkat bisa mendapatkan manfaat lebih pada fungsi otaknya.

Tentang efek dari program ini, ternyata setelah diujikan pada sejumlah orang usia lanjut 65 tahun ke atas, dampaknya cukup signifikan. Para lansia ini dilatih dengan program Brain Fitness selama satu jam sehari. Hasilnya, daya ingat mereka mengalami peningkatan. Bahkan, menurut Elisabeth Zelinski, peneliti dari University of Southern California, yang ikut terlibat dalam peneltian itu, mengatakan bahwa program ini bisa mengembalikan daya ingat sampai 10 tahun. Ia juga membandingkan hasil ini dengan partisipan yang hanya diminta menonton film dokumenter dan ilmu pengetahuan lain. Hasilnya, ternyata yang tidak menggunakan program ini daya ingatnya hanya meningkat sedikit.

Teknologi ini tentu akan sangat berguna bagi kita untuk terus mengefektifkan daya kerja otak. Namun, memang harus diingat bahwa usia memang tidak bisa menipu. Pasti akan ada proses alam yang mempengaruhi perkembangan otak kita. Program ini hanya sekadar alat untuk membantu menguatkannya kembali. Jadi, semua kembali bergantung pada penggunanya. Bagaimana pendapat Anda?