Rekor Perubahan Iklim 2007
AW, Andrie Wongso - Action & Wisdom Motivation Training - AW Corner

Rekor Perubahan Iklim 2007
Team Andriewongso.com

Tahun 2007 ternyata adalah tahun yang menciptakan banyak rekor perubahan iklim. Hal ini tercetus dalam pertemuan konvensi the United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) di Bali.

Hal tersebut diungkapkan oleh World Wide Fund (WWF), sebuah organisasi nirlaba yang peduli pada lingkungan. Menurut laporan yang berjudul Breaking Records in 2007 - Climate Change, disebutkan bahwa tahun 2007 ini tercatat makin banyak rekor cuaca yang terpecahkan akibat kejadian perubahan cuaca ekstrim di dunia.

WWF mencatat, rekor itu di antaranya adalah penurunan tutupan lapisan es di Kutub Utara, beberapa kasus kebakaran hutan, dan banjir terburuk yang melanda dunia. Jakarta, misalnya. Awal tahun ini telah mengalami curah hujan yang sangat tinggi. Ini menjadi pemicu terjadinya salah satu banjir terburuk dalam sejarah Jakarta. Banjir itu menyebabkan sedikitnya 400.000 warga Jakarta kehilangan tempat tinggal, merebaknya penyakit pasca banjir, dan menimbulkan kerugian ekonomi hingga mencapai 450 juta US dollar lebih.

Kejadian lain yang parah yaitu kemarau panjang yang melanda beberapa belahan dunia. Hal ini melanda Amazon, Australia, Afrika, dan beberapa tempat di Cina. Kemarau panjang juga memicu terjadinya salah satu kebakaran terburuk yang pernah terjadi di Eropa Timur dan Selatan, serta bagian barat Amerika Serikat.

Kemudian tentang mencairnya es di kutub, hal paling parah terjadi pada bulan September 2007. Tutup lapisan es Kutub Utara di musim panas mengecil sampai batas yang paling tidak diperkirakan sebelumnya. Betapa tidak. Pengurangannya setara dengan luas gabungan Texas dan Kalifornia di Amerika Serikat. Kejadian ini mengalahkan rekor tahun 2005.

Berkaca dari laporan ini, Hans Verolme, Direktur Program Perubahan Iklim WWF-Internasional mengatakan bahwa inilah saatnya kita melakukan tindakan nyata untuk mencegah terjadinya hal yang lebih buruk. "Menjaga kenaikan suhu rata-rata global agar di bawah 2 derajat Celcius adalah kunci untuk mencegah kejadian ekstrem berbahaya, seperti yang terjadi sepanjang tahun 2007."

Hal ini seharusnya memang sudah jadi bagian dari kesadaran kita untuk berbuat sesuatu. Mematikan listrik yang tidak diperlukan. Tidak melakukan pemborosan bahan bakar. Memanfaatkan produk-produk daur ulang. Itulah beberapa hal kecil yang bisa kita lakukan. Manakah yang sudah Anda lakukan?