Kelinci Percobaan Paling Penurut
AW, Andrie Wongso - Action & Wisdom Motivation Training - AW Corner

Kelinci Percobaan Paling Penurut
Team Andriewongso.com

Bisakah Anda bayangkan, jika selama ini, bagi para mahasiswa kedokteran, harus kerepotan mencari calon pasien untuk kerja praktiknya? Memang. Menurut pengakuan beberapa mahasiswa kedokteran, cukup sulit mencari calon pasien yang mau dijadikan "kelinci percobaan" praktik mereka. Harus dimaklumi. Sebab, pasti orang-orang yang hendak dijadikan kelinci percobaan itu ada perasaan takut. Hal ini tak lain disebabkan karena mereka harus berhadapan dengan para calon dokter yang minim pengalaman.

Hal ini berlaku juga pada para calon dokter gigi di Tokyo. Praktik menyembuhkan sakit gigi pasien kadang sulit dilakukan karena kesulitan mencari calon pasien. Namun, hal ini tak kan terjadi lagi. Pasalnya, sebuah perusahaan produsen robot bernama Kokoro Co telah berhasil menciptakan sebuah robot yang mirip manusia khusus untuk latihan para dokter gigi di sana.

Robot ini dibuat dengan jenis kelamin perempuan. Selain memiliki kulit, mata, dan rambut layaknya manusia, hal paling penting untuk praktik para calon dokter adalah giginya yang dibuat sangat mirip dengan tekstur manusia asli. Robot inilah yang kemudian dijadikan kelinci percobaan oleh para mahasiswa di Nippon Dental University.

Dengan robot itulah, para mahasiswa bisa tenang untuk melakukan sejumlah hal yang dianggap paling sulit sekalipun, seperti mengoperasi. Mereka dengan tenang bisa mengidentifikasi penyakit, mengobati, hingga mengebor atau menambal gigi. Uniknya, jika para mahasiswa melakukan kesalahan, misalnya mengebor gigi terlalu dalam, atau terlalu kasar dalam memperlakukan gigi-gigi buatan itu, sang robot bisa berteriak kesakitan. Ini sekaligus akan mengidentifikasi kesalahan yang dilakukan para mahasiswa.

Inovasi ini tentu akan sangat berguna bagi para mahasiswa. Sehingga, mereka tak akan repot lagi mencari-cari pasien. Hanya, apakah mereka tidak akan canggung saat berhadapan dengan pasien asli ya? Masih perlu dibuktikan lagi efektivitas keberadaan robot kelinci percobaan ini.