|
Kekuatan Pikiran Andrie Wongso
Dikisahkan, ada seorang ibu
yang sangat menyayangi putra tunggalnya. Karena rasa kuatir yang sangat,
ditambah maraknya berita penculikan di media massa, si ibu pun memberi nasehat kepada putranya, "Nak,
kalau matahari sudah tidak bersinar lagi, jangan keluar rumah ya. Karena saat gelap seperti
itulah roh jahat mulai bermunculan. Ada yang disebut kuntilanak, genderuwo, dan
lain-lain. Pokoknya mahluk jelek, hitam dan jahat. Maka belajar baik-baik di
dalam rumah saja ya, terutama malam hari, oke?" Sang anak, yang sedikit penakut,
dengan senang hati mematuhi nasehat ibunya.
Setelah beranjak remaja, si anak tumbuh menjadi pemuda cilik yang penakut
dan pengecut. Seringkali, ketakutannya yang berlebihan itu terbawa-bawa dalam
mimpi. Tidak jarang, ketika tidur ia tiba-tiba terbangun dengan berteriak
histeris serta bersimbah peluh ketakutan. Kedua orang tuanya pun menjadi
khawatir melihat perkembangan jiwa si anak. Berbagai nasehat bernada menghibur yang
disampaikan si orang tua kepada anaknya tidak bermanfaat sama sekali. Bahkan,
kadang si anak justru merasa orangtuanya berusaha mencelakai dia.
Suatu hari, sang kakek mendengar kondisi cucunya tersebut. Maka, ia pun
segera menyempatkan diri berkunjung ke rumah anaknya. Setelah memikirkan dengan
seksama, suatu sore, si kakek mengajak cucunya berjalan-jalan ke pasar malam
bersama-sama dengan beberapa orang tetangga dan teman si cucu. Sesampainya di
pasar malam itu, mereka pun bersenang-senang. Sang cucu dan teman-temannya
bermain dan melihat berbagai pertunjukkan hingga malam hari. Setelah puas dan
lelah bermain, mereka pun berjalan kaki pulang ke rumah.
Tiba di rumah, si kakek meneruskan berbincang santai dengan cucunya.
"Cucuku, terang dan gelap adalah sifat alam. Tidak ada hubungannya dengan roh gentayangan
dan kejahatan. Sudah kita buktikan sendiri kan? Bukankah sepanjang jalan dalam
kegelapan tadi tidak ada satupun roh jahat yang mengganggu? Ketahuilah, roh
jahat hanya ada di pikiran kamu sendiri. Usir dia dari pikiranmu, maka tidak
akan ada yang namanya roh jahat di muka bumi ini. Kakek yang sudah setua ini
telah membuktikan sendiri. Ketakutan hanya ada di pikiran kita. Gunakan pikiranmu
untuk hal-hal yang baik, maka engkau akan membuat segalanya menjadi baik, indah,
dan membahagiakan."
Demikianlah, berkat kata-kata bijak dari si kakek, lewat proses waktu,
akhirnya si cucu mampu merubah mindset
dan memiliki kesehatan mentalitas yang positif. Ia pun tumbuh jadi pemuda yang
pemberani.
Pembaca yang budiman,
Mendidik anak dengan nada ancaman atau dengan menakutinya, walaupun untuk tujuan
yang baik, bisa berdampak buruk dan merusak kesehatan mental, bila tidak
disertai dengan pengertian benar!
Hukum pikiran bersifat universal dan berlaku untuk siapa saja, baik anak-anak
atau orang dewasa, yakni you are what you
think, Anda adalah apa yang Anda pikirkan!
Maka, apa yang kita pikirkan, itulah yang akan terjadi. You are what you believe, Anda adalah apa yang Anda percayai!
Karena itu, kalau yang kita
tanamkan ke dalam pikiran kita setiap hari adalah hal-hal yang negatif, dampaknya
akan destruktif atau merusak. Sebaliknya, kalau baik dan positif sifatnya, tentu
dampak dalam kehidupan kita akan menjadi positif dan konstruktif.
Salam Sukses Luar Biasa!!!!
Andrie Wongso
|