Krisis? Terus Kenapa?
AW, Andrie Wongso - Action & Wisdom Motivation Training - Artikel Tetap

Krisis? Terus Kenapa?
Herman Kwok

Wah, semakin gawat nih situasi di kantor . Tahun depan kayanya makin parah deh, nggak tahu lagi perusahaan bisa bertahan sampai kapan. Jawab  Hendra melalui sms. Sudah lama kami tidak bertemu dan beberapa hari yang lalu saya sms menanyakan kabarnya. Kemudian kami melanjutkan obrolan melalui telepon. Dalam curhatnya Hendra kelihatan pesimis sekali dengan keadaan ekonomi sekarang. Perusahaan  ekspor  tempatnya bekerja kelihatannya mulai terkena dampak krisis finansial karena basis pasarnya mencakup sebagian besar wilayah Eropa.

Dampak krisis kali ini memang sangat luas dan menimpa hampir semua orang, kecuali komunitas yang memang belum bersentuhan dengan peradaban modern. Tetapi besar kecilnya dampak tentunya tidak sama untuk semua orang. Dan..., tidak seorangpun yang bisa memprediksi sampai kapan krisis ini akan berakhir. Beberapa indikator ekonomi seperti indeks saham, suku bunga dan kurs dollar US tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan, malah berita-berita di media lebih banyak negatif  isinya .

Presiden Korea Selatan Lee Myung-Bak memprediksikan situasi akan membaik paling cepat dalam 3 tahun. Robert Zoellick, Presiden Bank Dunia menyampaikan bahwa sejak 1982 untuk pertama kali dunia mengalami pertumbuhan negatif dan setiap penurunan 1% dari pertumbuhan ekonomi dapat mempengaruhi kesejahteraan 20 juta orang.

Beberapa rekan yang  sempat terkena imbas krisis kali ini malah menghindar dari berita-berita ekonomi untuk mengurangi stress, menurut mereka. Selama berminggu-minggu mereka tidak membaca koran atau internet dan hanya membaca bacaan populer.

Sebenarnya situasi krisis ini dapat diilustrasikan seperti situasi meluapnya air dari sungai yang ancaman banjirnya menimpa suatu daerah. Semua orang bergotong –royong membuat tanggul untuk membendung sungai. Ramai-ramai membuat tanggul darurat  dari karung yang berisi pasir dan diperkuat batu-batu besar.  

Skenario 1:  beberapa orang mulai mengatakan tidak ada harapan, banjir akan semakin besar dan tanggul tidak akan kuat, maka orang-orang mulai patah semangat.  Satu persatu mulai mundur menyelamatkan diri dan yang lain pasrah menunggu hantaman banjir. Akhirnya banjir besar pun akan benar-benar menghantam tanggul yang setengah jadi.

Skenario 2: orang-orang bersikap optimis dan berusaha terus saling menjaga semangat rekan-rekannya. Semuanya berusaha sekuat tenaga menyelesaikan tanggul bersama-sama, maka efek banjir tidak akan terlalu parah.

Dalam krisis finansial ini, jika ada pihak yang mundur atau memperkeruh situasi (spekulasi dollar, menahan pembayaran yang jatuh tempo, membatalkan kontrak penting, dsb) atau diam saja maka krisis yang lebih besar akan datang menghantam. Tapi jika semua pihak berpikir positif dan mencari strategi yang lebih kreatif tidak mustahil krisis akan lebih cepat berlalu. Jika sudah terlanjur jadi korban  tidak putus asa, mulai dari konsolidasi lalu hubungi semua relasi, teman lama atau buka network baru dan rencanakan semua kemungkinan yang kreatif dan masuk akal tentunya. Setelah matang perhitungannya, langsung jalankan.

“Dalam setiap (tantangan) masalah selalu terdapat peluang.”  (Ir Ciputra)

Herman Kwok

Director of SemutApi Colony

www.semutapi.com

hermank@semutapi.com