Ibu Komunikasi Anak
AW, Andrie Wongso - Action & Wisdom Motivation Training - Campus Corner

Ibu Komunikasi Anak
Agus Putranto

Ini ada beberapa cuplikan :

1. "kikunatara okasan ni naritai" - kalau besar ingin menjadi ibu-jawaban anak-anak Jepang seperti itu, rasanya tidak dimiliki oleh anak-anak perempuan di Indonesia (sumber ANNI IWASAKI (Ketua Anni Iwasaki Foundation) 

2. Kami di sini meminta, ya memohonkan, meminta dengan sangatnya supaya diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak perempuan, bukanlah sekali-kali karena kami hendak menjadikan anak-anak perempuan itu saingan orang laki-laki dalam perjuangan hidup ini, melainkan karena kami, oleh sebab sangat yakin akan besar pengaruh yang mungkin datang dari kaum perempuan-hendak menjadikan perempuan itu lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan oleh Alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu-pendidik manusia yang pertama-tama.

(sumber :4 Oktober 1902 Kepada Tn Anton dan Nyonya. Habis Gelap Terbitlah Terang terjemahan Armijn Pane. PN Balai Pustaka 1985) 

Kita lihat cuplikan di atas, bahwa orang / anak Jepang sangat menghargai pekerjaan sebagai ibu rumah tangga. Tetapi tidak dengan Indonesia. Kemudian kita juga bisa melihat cuplikan dari Habis Gelap Terbitlah Terang dimana diminta perempuan lebih baik dalam melakukan kewajibannya. Kita tidak tahu bagaimana dengan masa depan anak-anak Indonesia yang kurang komunikasi dengan orang tua khususnya ibunya. 

Dibawah ini adalah pengalaman pribadi saya dengan keluarga saya.

Samuel adalah anak saya yang pertama, Samuel sangat aktif dan pintar. Samuel menyukai hitungan dan tulisan. Sehingga di usia 6 tahun sudah bisa membaca dan berhitung dengan baik. Tetapi tidak mau mendengarkan jika tidak dikenal dan dihormatinya.  

Pada saat tahun pertama sekolah Kelompok Bermain, Samuel mau mengenal gurunya. Samuel mau dipanggil oleh gurunya. Tahun ke dua, guru kelas secara bergilir akan diganti. Dan di tahun ke dua, Samuel sama sekali tidak mau mendengarkan apa yang dikatakan sang guru. Begitu pula saat masuk Taman Kanak-Kanak, Samuel semakin tidak mau dikendalikan oleh gurunya. 

Yenny, ibu Samuel bekerja sebagai ibu rumah tangga. Beliau mengalami kesulitan memberi perhatian kepada Samuel karena anak ke dua lahir. Sehingga Samuel dipasrahkan ke pembantu di rumah. Setelah anak ke dua berumur 1.5 tahun, Yenny mulai memberi perhatian ke Samuel. Tetapi Yenny menjadi kesulitan untuk berkomunikasi dengan Samuel. 

Karena Samuel tidak mau mendengarkan gurunya, akhirnya diputuskan bahwa Samuel harus disekolahkan tetapi bukan sekolah biasa. Beberapa sekolah sudah dicoba, banyak yang tidak mau menerima. Akhirnya sekolah dengan metode Homeschooling, HSKS (HomeSchooling Kak Seto). 

Beruntung, dengan cara ini, Samuel diajar oleh ibunya. Sehingga komunikasi dengan Samuel menjadi lebih jelas. Akhirnya keinginan Samuel dapat diterima. Tidak ada orang lain yang mengenal Samuel selain Ibunya.  

Sebagai seorang ibu, maka mau tidak mau harus mengajak makan, minum, mandi, belajar dan lain-lain, sehingga Yenny lebih dapat mengerti kemauan, kesulitan dan kesenangan dari Samuel. 

Dari pengalaman dan cuplikan di atas, saya dapat menyarankan bahwa

Komunikasi antara orang tua dengan anak, hanya dapat dibina dengan baik jika kedua orang tua saling bekerja sama dan saling mendukung. Kita bisa melihat jika kedua orang tua sibuk bekerja, maka anak tidak akan dikenali keinginan, kemauannya oleh orang tua. Si anak adalah peniru yang handal. Dia akan meniru pembantu, meniru dari Televisi. Jika meniru yang baik, betapa senangnya. Tetapi kalau sebaliknya, betapa kasihan orang tua yang sudah bekerja keras demi anak, tetapi anak akan tetap kacau. Kebutuhan anak adalah diperhatikan, dan diperhatikan, bukan uang. Memang sangat sulit perekonomian di Indonesia, oleh sebab itu perlu kerjasama yang baik antar kedua orang tua dan saling mendukung. Harus berbagi waktu, siapa yang bekerja, bagaimana mengurus dapur, karena pemasukan dari satu sisi saja.  Tidak ada orang lain yang mengenal anaknya selain Ibunya.   

Oleh : Agus Putranto, S.Kom, MT, MSc.

XCEL Manager

Universitas Bina Nusantara

Aputra@binus.edu atau aputranto@yahoo.com