36 Ji (stratetgy) For Happy Life - Strategy Ke-14
AW, Andrie Wongso - Action & Wisdom Motivation Training - Artikel Tetap

36 Ji (stratetgy) For Happy Life - Strategy Ke-14
Riduan Goh ~ Wealth is Mine

#14. Bangkitkan Semangat, akhiri keputusasaan

Jang-Mut kota nan Makmur

Di suatu musim kemarau yang panjang di sebuah hutan yang nampak merangas kering, sekelompok Jangkrik tengah dalam kebingungan, musim kemarau ini menghabiskan persediaan makanan di hutan. Ketua Jangkrik sangat cemas, khawatir kelompok belalang yang tengah kehabisan makanan segera akan menyerang dan memakan para jangkrik.

Jangkrik berpikir tentunya tetangganya, semut juga dalam kondisi yang cemas sepertinya, maka pergilah ketua Jangkrik bertemu ketua Semut dan mengutarakan maksudnya untuk berkolaborasi menghalau kelompok Belalang apabila benar-benar menyerang kelompok mereka. Dengan rendah hati ketua semut yang dikenal pekerja keras, dengan terbuka menerima tawaran ketua Jangkrik sebagai sahabat.

Kolaborasi mulai diadakan, Jangkrik mempersilahkan tentara semut masuk ke sarangnya untuk mendirikan pos penjagaan dan menyusun rencana penghalauan Belalang. Semua akses dari pos jaga hingga gudang makanan Jangkrikpun dibuka untuk bala tentara Semut. Ketua Semutpun memanfaatkan sebaik mungkin untuk melengkapi persediaan makanan tentara semut dan menarik simpati para jangkrik dengan membagikan sebagian kecil persediaan makanan kepada para Jangkrik tua yang lemah. Dengan cepat ketua Semut mendapat tempat di hati para Jangkrik. Ketua Jangkrik merasa lega, dia merasa telah menemukan partner yang bijaksana dan tepat untuk melindungi dari serangan Belalang.

Sementara para Jangkrik hidup tenang tanpa beban, maka para Semut bekerja semakin keras dan giat untuk membangun persediaan makanan dan kekuatan tentaranya, karena memang sebenarnya kota Jangkrik tempat yang sangat subur dan strategis. Perlahan namun pasti simpati para Jangkrik semakin besar, bahkan jauh lebih besar kepada ketua Semut daripada ketua Jangkrik. Hal ini terjadi secara alami, karena sehari-hari tampak nyata para Semut membanting tulang membangun pertahan dan melindungi para Jangkrik dan Semut, sementara hari-hari ketua Jangkrik hanya sibuk dilalui dengan berpangku tangan dan berbangga diri sebagai boss yang melakukan keputusan yang tepat, karena telah menunjuk pelaksana yang benar, yaitu ketua Semut sebagai penanggung jawab keamanan. klik www.pamrich.com

Di suatu siang yang sangat panas, terjadilah serangan mendadak oleh kelompok Belalang ke kota Jangkrik. Ribuan belalang berterbangan menyerang dan berusaha menembus pertahanan kota Jangkrik, namun serangan dapat dengan mudah ditangkal dan diakhiri oleh kelompok tentara Semut yang telah mempersiapkan pertahanan dengan cermat, apalagi penyerang hanyalah belalang-belalang nekat yang lemah akibat kelaparan.
Musim kemarau panjang berakhir, pohon-pohon mulai bersemi, hijau pepohonan mulai tampak, alur sungai mulai mengalir deras, kicau burung menandai keceriaan alam telah kembali. Ditambah lagi kemenangan atas peperangan dengan tentara Belalang menambah kecerian di kota Jangkrik Semut. Simpati rakyat tentu saya semakin tebal kepada ketua Semut, sementara popularitas ketua Jangkrik merosot, rakyatpun mendaulat ketua Semut untuk sudi duduk sebagai pimpinan kota Jangkrik. Sejak itu kota Jangkrik dan Semut dipersatukan menjadi kota Jang-Mut nan Makmur.

Pembaca yang budiman
Pesan moral strategi ini. Dalam setiap situasi, baik dalam posisi unggul ataupun susah "Sense of Crisis" harus tetap melekat pada diri kita, sehingga kita selalu mempunyai spirit untuk mengupayakan hasil kerja yang terbaik. Jadi apapun kondisi kita, kita harus tetap bersikap prihatin dan sederhana.

Keberhasilan ketua Semut hanyalah berdasarkan kegigihan, kerja keras serta kejeliannya menangani situasi. Sementara kegagalan ketua Jangkrik hanyalah karena kelemahan dan kemiskinan mental sebagai pimpinan.
Semua strategi yang sama persis dapat diulang keberhasilannya dengan polesan yang lebih sempurna.

Kisah asli terjadi pada jaman Sam Kok ketika Liu Zhang penguasa Yi Zhou mengundang Liu Bei untuk bersekutu, sehingga terhidar dari serangan Cao Cao. Liu Bei dapat mengelola situasi dan kesempatan dengan cantik, maka akhirnya dengan mudah dapat menguasai Yi Zhou yang strategis setelah ancaman Cao Cao berakhir.

Riduan Goh ~ Wealth is Mine
klik www.pamrich.com

Nantikan Strategy #15.
Diào hu lí shan ~ Memancing harimau meninggalkan hutan.

" Never directly attack an opponent whose advantage is derived from its position. Instead lure him away from his position thus separating him from his source of strength

www.andriewongso.com