|
Berpikir Lateral (1) Toni Yoyo, STP, MM, MT
Edward de Bono dalam bukunya 'The Use of Lateral Thinking' (1967), membagi pola berpikir menjadi dua, yaitu vertikal dan lateral. Terjemahan buku ini dalam bahasa Indonesia diterbitkan oleh Binarupa Aksara (Jakarta, 1991).
Pola berpikir vertikal adalah pola berpikir logis konvensional yang selama ini kita kenal dan umum dipakai. Pola berpikir ini dilakukan secara tahap demi tahap berdasarkan fakta yang ada, untuk mencari berbagai alternatif pemecahan masalah, dan akhirnya memilih alternatif yang paling mungkin menurut logika normal.
Pola berpikir lateral tetap menggunakan berbagai fakta yang ada, menentukan hasil akhir apa yang diinginkan, dan kemudian secara kreatif (seringkali tidak dengan cara berpikir tahap demi tahap) mencari alternatif pemecahan masalah dari berbagai sudut pandang yang paling mungkin mendukung hasil akhir tersebut.
Tidak mengherankan jika pola berpikir lateral sering muncul dalam berbagai penemuan baru dan terobosan dalam ilmu pengetahuan.
Berikut adalah contoh yang sudah diringkas dari buku Edward de Bono terkait penggunaan pola berpikir lateral untuk menyelesaikan suatu masalah secara kreatif dengan pencapaian hasil maksimal.
Seorang saudagar memiliki hutang cukup besar kepada seorang lintah darat yang berwajah jelek dan sudah tua. Ternyata lintah darat itu jatuh hati kepada gadis remaja anak sang saudagar. Lintah darat kemudian menawarkan suatu usul, dimana ia bersedia untuk membebaskan hutang sang saudagar, asal ia boleh mempersunting gadis remaja anaknya.
Tentu saja sang saudagar dan anak gadisnya keberatan dengan usul ini. Mengetahui keberatan tersebut, lintah darat yang licik kemudian mengajukan satu usul lain kepada pihak berwenang untuk menyelesaikan masalah hutang ini. Jika usul inipun ditolak maka sang saudagar harus masuk penjara.
Berdasarkan usulan yang baru, sang lintah darat akan menaruh dua buah kerikil, warna hitam dan putih ke dalam sebuah kantong gelap yang kosong. Selanjutnya anak gadis saudagar tersebut harus mengambil salah satu dari kerikil di dalam kantong. Seandainya kerikil hitam yang terambil, maka ia harus bersedia menjadi istrinya dan hutang ayahnya akan dibebaskan. Apabila kerikil putih yang terambil, maka sang gadis boleh tetap tinggal dengan ayahnya dan hutang ayahnyapun akan dibebaskan. Saudagar dan anak gadisnya terpaksa menyetujui usul ini.
Berombongan dengan pihak berwenang sebagai saksi, mereka semua berjalan di atas jalanan penuh kerikil di taman sang lintah darat. Ia kemudian berhenti sejenak dan secara licik segera mengambil dua buah kerikil. Mata yang tajam dan penuh ketakutan dari sang gadis itu melihat bahwa lintah darat yang licik itu mengambil dua buah kerikil yang berwarna hitam kedua-duanya dan buru-buru memasukkannya ke dalam kantong yang dipegangnya. Selanjutnya ia meminta gadis itu untuk mengambil salah satu kerikil dari dalam kantong guna menentukan peruntungan bagi dirinya dan juga bagi ayahnya.
Sekarang seandainya kita sebagai gadis remaja tersebut, apa yang akan kita lakukan ? Atau seandainya kita diminta nasihatnya, apa cara yang akan kita sampaikan kepada gadis itu ?
Pola berpikir apa yang akan kita gunakan untuk memecahkan masalah tersebut ? Pola berpikir vertikal akan melakukan analisa secara logis dan hati-hati dimana kemungkinan ada tiga alternatif pemecahan masalah :
- Si gadis menolak untuk mengambil salah satu kerikil dalam kantong.
- Si gadis menunjukkan bahwa ada dua buah kerikil yang berwarna hitam di dalam kantong itu dan dengan demikian menunjukkan bahwa sang lintah darat itu bersifat licik.
- Si gadis mengambil salah satu kerikil, yang pasti berwarna hitam, dan terpaksa mengorbankan dirinya untuk membebaskan hutang ayahnya.
Tidak satupun dari alternatif-alternatif di atas, yang dihasilkan dari pola berpikir vertikal, dapat menolong keduanya baik si gadis maupun ayahnya.
Bagaimana pola berpikir lateral dapat digunakan untuk memecahkan masalah ini secara kreatif, dengan pencapaian hasil maksimal yang lebih baik, jikapun misalnya kerikil yang dimasukkan ke dalam kantong tersebut hitam dan putih ???
Ikuti lanjutannya dalam 'Berpikir Lateral (2)' pada tulisan berikutnya.
Penulis : Toni Yoyo, STP, MM, MT
(toni_yoyo@yahoo.com)
|