|
Law Of Love Seng Guan CPLHI
Mari kita kembali bicara mengenai cinta, mengenai Hukum 100 % tentang Cinta.
Jika
besarnya Cinta dalam diri kita adalah 100% (kekuatan penuh), maka
berapakah komposisi ideal yang harus kita bagi untuk diri kita sendiri
dan orang yang kita cintainya (pasangan hidup kita misalnya)
Pilihan pertama kita adalah 80% - 20% (Cinta bagi diri kita sendiri - Cinta untuk pasangan)
Pilihan
ini menunjukkan bahwa kita lebih mencintai diri kita sendiri
dibandingkan dengan cinta kita pada pasangan kita (atau orang lain yang
kita kasihi), komposisi cinta seperti ini kurang ideal karena perasaan
egois dan mau menang sendiri akan lebih bermain di sini, cinta yang
dibangun dengan komposisi seperti ini cenderung hanya akan mendatangkan
konflik. Kita menjadi tak segan-segan menyingkirkan orang lain demi kepentingan kita.
Lalu bagaimana dengan pilihan 20% - 80% ?
Kebalikannya,
mencintai orang lain di luar diri kita adalah baik, tapi jika kita
tidak mencintai diri kita sendiri juga adalah petaka. Berapa
banyak teman kita yang terjerumus dalam Narkoba? Yang harus menderita
karenanya, Itu adalah salah satu contoh rendahnya prosentasi cinta pada
diri sendiri. (Yang selanjutnya akan meruntuhkan cinta kita kepada
orang lain)
Atau
seorang ibu (orang tua tunggal) yang tidak memperhatikan kesehatannya
berjuang mati-matian untuk menghidupi kedua anak yang dicintainya
adalah contoh berikutnya. Lalu apa yang salah? Ketika
sang ibu tidak memperhatikan cintanya pada diri sendiri, maka ibarat
mesin yang tak pernah diurus, suatu saat akan rusak juga. Akan lebih
terasa lagi ketika kerusakan itu terjadi pada saat produktifitas sang
ibu ini masih sangat dibutuhkan untuk menopang hidup keluarga tersebut. Pada
saat itu, sang ibu bukan saja membuat dirinya sendiri menderita, tapi
juga kedua anaknya yang sangat ia kasihi (yang diklaim melebihi kasihi
terhadap diri sendiri).
Apakah komposisi ideal itu 50% - 50% ?
Supaya adil, mungkin ini alasan kita memilih komposisi ini.
Lagi-lagi
komposisi seperti ini juga tidak ideal, kita tidak maksimal dalam
mencurahkan cinta, baik bagi diri kita sendiri ataupun bagi orang lain.
Lilin Cinta
Sebelum kita menemukan komposisi ideal itu, mari kita katup mata kita, kita biarkan diri kita dalam keheningan. Kita
bayangkan bahwa saat ini ada kegelapan yang menyelimuti kita, tak ada
setitik cahaya pun yang menerjang memasuki ruangan itu. Lalu di tangan kita ada sebuah lilin kecil yang memancarkan cahaya, menerangi ruangan itu.
Jika
kita tidak sendirian di ruangan itu, jika di ruangan itu masih ada yang
lain dengan masing-masing memegang sebatang lilin kecil, akankah kita
membagikan nyala lilin yang ada di tangan kita?
Semua mungkin akan mengatakan YA.
Lalu kenapa kita mau melakukanya?
Alasannya, karena ketika kita membagikan nyala (cahaya) itu kepada yang lain, cahaya lilin kita tidak berkurang itensitasnya, tidak
sedikit pun. Bahkan ruangan akan semakin bercahaya dengan nyala
lilin-lilin yang lain, ruangan akan semakin terang karena kita telah
berbagi dengan sesama.
Seperti
cahaya lilin itulah Cinta, cinta tak akan berkurang sedikitpun
intensitasnya ketika dibagi dengan sesama, bahkan cinta akan bersemi
dan semakin berkembang, jika masing-masing dari diri kita menyalakan
lilin-lilin itu dan kembali membagikannya pada yang lain. Maka dunia
akan diterangi oleh cahaya Cinta.
Dan ketika kita ditanya kembali, berapa komposisi ideal untuk sebuah Cinta?
Maka dengan mantap kita menyatakan 100% - 100%
Pertanyaan
terakhir, berapa komposisi ideal untuk sebuah cinta yang dibagikan
untuk diri kita sendiri, ayah kita, ibu kita, suami/istri kita,
anak-anak kita, saudara kita, family kita, teman kita bahkan musuh kita.
Maka jawabannya adalah : 100 %, 100 %, 100%, 100%, 100 %, 100 %, 100%, 100%, 100%
Karena
Cinta tidak akan berkurang sedikitpun ketika dibagikan untuk yang lain,
bahkan ia akan semakin bersemi seperti cahaya lilin yang kita bagikan
untuk yang lain, ia akan mencahayai dan menerangi dunia.
Salam Sukses Selalu
Seng Guan CPLHI
Regional Manager PT. Arthamas Konsulindo Medan
PSDM Siddhi Medan
sengguanjr@yahoo.com
|