|
Tujuh Hari Dalam Kebijaksanaan (hari Pertama) SUTRISNO SH MKn
Tujuh hari adalah simbol hari selama seminggu. Tujuh hari berarti setiap hari dalam tujuh hari seminggu. Tujuh hari dalam kebijaksanaan adalah implementasi tindakan, pikiran dan perasaan secara bijaksana dalam kehidupan setiap hari. Setiap hari selama tujuh hari anda akan mendapat satu cerita yang mencerahkan pikiran anda.
Cobalah implementasi kebijaksanaan ini, karena memiliki daya pengubah yang positif dalam hidup kita. Apabila baik dan menguntungkan bagi kita : Mengapa tidak kita coba saja ? Tujuh hari dalam kebijaksaan adalah kumpulan cerita dari berbagai tokoh kebijaksanaan terbaik dunia yang bukunya telah menjadi buku Best Seller Internasional. Bacalah perlahan-lahan dan tarik nafas anda dalam-dalam. Setiap cerita mengandung makna mendalam yang dapat menuntun kita “hidup berbahagia”.
Tentu tidak mudah menempatkan diri untuk BERBAHAGIA MELIHAT ORANG LAIN BAHAGIA. Saya mencoba hal itu, ternyata hasilnya luar biasa nikmatnya. Untuk itu, melalui ini saya ingin berbagi kebahagiaan ini melalui “Tujuh hari dalam Kebijaksanaan”. Semoga semua mahluk berbahagia dan semoga anda berbahagia.
HARI PERTAMA : DALAM TUJUH HARI KEBIJAKSANAAN “Kumbang dan Kotoran Sapi” Ada seekor kumbang yang menemukan seonggok kotoran sapi. Ia bersenang-senang didalamnya dan merasa enak disana, ia kemudian mengundang teman-temannya untuk bergabung membangun kota didalamnya. Setelah bekerja keras tanpa mengenal lelah selama beberapa hari mereka berhasil membangun sebuah “kota hebat” didalam onggokan itu. Mereka sangat bangga atas keberhasilan itu dan memutuskan untuk mengangkat kumbang pertama sebagai RAJA.
Untuk menghormati raja baru, mereka menyelenggarakan parade megah mengelilingi “kota”. Pada waktu parade megah ini sedang berlangsung, seekor gajah lewat dan ketika melihat seonggok kotoran sapi gajah itu mengangkat kakinya agar tidak menginjaknya. Raja kumbang melihat kejadian itu dan marah ia membentak binatang besar itu. “Hai kamu ! Tak rasa hormat kepada raja ? Sungguh kurang ajar, kamu melangkahkan kaki diatas kepala raja. Minta ampun sekarang juga atau ku hukum kau.” Gajah itu menengok kebawah dan berkata. “Baginda yang mulia, hamba mohon ampun.” Lalu ia berlutut diatas onggokan kotoran itu.. meratakan raja, kota, sekalian penduduk, dan keangkuhan dalam satu tindakan kerendahan hati.
Kita juga sering kali membangun kerajaan kecil dan menganggap diri kita sebagai orang penting, yang hanya akan tersapu habis dalam kehadiran kemuliaan sejati. Sikap rendah hati dan tidak lupa diri sering kali menyelamatkan kita dari bahaya besar. Sering kali kharisma seseorang lahir dari rendah hati dan bukan sikap congkak dan lupa diri. Kharisma dan kerendahan hati Mahatma Gandhi dan Mother Theresa telah membuktikannya. Lalu : Mengapa kita harus menciptakan banyak musuh dari kesombongan dan
|