Paham Materialisme Picu Stress Anak
AW, Andrie Wongso - Action & Wisdom Motivation Training - AW Corner

Paham Materialisme Picu Stress Anak
Team Andriewongso.com

Perkembangan sosial yang sangat cepat di zaman yang serba modern dengan berbagai tren masa kini, ternyata dapat menimbulkan stres di kalangan anak. Hal ini terjadi utamanya di negara barat. Persoalan materi dianggap telah memicu anak-anak mudah stres.  

Berdasarkan jajak pendapat dari 400 anak perempuan yang dijadikan obyek penelitian ini-di mana dua dari lima anak-anak perempuan berusia sepuluh hingga 15 tahun-menyatakan sangat membenci dirinya sendiri setelah melihat gambar para idola yang tampak sempurna dan glamour. Mereka pun ingin berpenampilan seperti idolanya sehingga berkeinginan untuk memiliki pakaian, gadget, atau ponsel dengan model terbaru.  

Menurut Dr. Andrew McCulloch dari Yayasan Kesehatan Mental Amerika, orang dewasa sangat berperan dalam kaitannya dengan tingkat stres ini karena mereka telah menumbuhkan paham materialisme dan seksualitas secara prematur. Berdasarkan hasil jajak pendapat, setengah dari total responden mengetahui bahwa ada teman mereka yang mengalami depresi dan dua dari lima gadis mengetahui bahwa ada temannya yang suka menyakiti diri sendiri.

Liz Burnley, dari Girlguiding UK yang juga bergabung dalam penelitian ini mengatakan para gadis belia menghadapi sebuah tekanan generasi baru usia yang menyebabkan mereka sering menderita stres, kecemasan, dan  ketidakbahagiaan. Selain paham materialisme, kasus bullying, ujian sekolah, dan masalah keluarga juga rentan menimbulkan stres pada anak-anak.

Jadi, jika ingin anak tidak mudah tertekan mentalnya, Anda pun sebagai orangtua harus berhati-hati dalam memberikan pengertian dan pengajaran kepada anak. Bagaimana pendapat Anda?