|
Dalam Keheningan Peta Solusi Akan Tampak Lebih Jelas Tommy Setiawan
Saat memerlukan solusi
atau ide kreatif, berhentilah berpikir sejenak. Pusatkan perhatian pada medan
energi batin. Sadarlah akan keheningan. Ketika Anda mulai berpikir kembali,
pikiran itu akan menjadi segar dan kreatif (dari buku "The
Power of NOW" - Echart Tolle).
Dalam
menjalankan tugas sehari-hari, pernahkah Anda mengalami salah satu dari frase
berikut ini: dikejar-kejar oleh deadline,
banjir keluhan pelanggan, penjualan yang masih jauh dari target, performa bawahan
yang mengecewakan, klien yang tanpa kompromi atau pun target-target pribadi
yang seolah makin jauh dari jangkauan?
Dalam situasi "tertekan" dan jauh
dari kondisi ideal, seseorang selalu cenderung untuk "bereaksi negatif".
Wujudnya sangat beragam, mulai dari "lupa" makan siang, pola kerja "arround the clock" alias banting tulang siang-malam,
mengumpat diri sendiri, menekan bawahan (sebagai kompensasi atas tekanan dalam
diri Anda), mulai "berternak" kambing hitam, menjadi eksplosif, menjadi
pemurung atau bahkan menjadi depresi.
Kalaupun
"opsi" di atas yang Anda pilih, bukan berarti pekerjaan atau pun target Anda
tidak akan tercapai. Berhasil sih berhasil, namun social cost yang Anda tanggung menjadi sangat "mahal". Mulai dari
gangguan kesehatan, pikiran yang over
loaded, hilangnya kekompakan dengan rekan kerja dan rusaknya keharmonisan
rumah tangga.
Sesungguhnya,
reaksi-reaksi negatif tersebut sama sekali tidak membantu menyelesaikan
masalah. Dengan kata lain, bila kita sanggup untuk TIDAK bereaksi secara
negatif terhadap "tekanan", maka hasil yang kita raih justru akan semakin
maksimal.
Saat
kita bereaksi secara negatif, OTAK akan memancarkan gelombang yang sangat
"kasar". Semakin tegang pikiran kita, semakin kalut atau semakin cemas, maka
semakin TINGGI frekuensi dari gelombang yang dipancarkan oleh otak kita.
Frekuensi
dari gelombang otak dapat diukur dengan mudah menggunakan alat EEG (Electro Encelofalogram). Ada 4 kategori
gelombang otak manusia:
-
Beta (100-14 Hz) : kondisi aktif, cemas, stress, was-was.
-
Alfa (13-8 Hz) : kondisi tenang, santai, nyaman, segar, bahagia
-
Theta (7.9-4 Hz) : kondisi hening, imajinatif, penuh intuisi
-
Delta (3.9-0.1 Hz) : kondisi tidur pulas tanpa mimpi
Jose Silva, penemu dari Silva Mind Method mengatakan bahwa, "Tingkat optimum untuk otak
berpikir adalah 10 Hz (fase Alfa)."
Kondisi Alfa merupakan pintu masuk
atau akses menuju ke kondisi "keheningan". Anak-anak balita (0-3 tahun)
gelombang otaknya SELALU dalam kondisi Alfa. Itu sebabnya mereka mampu menyerap
informasi secara cepat. Pertanyaannya adalah, "Bagaimana agar kita, orang
dewasa, bisa KEMBALI pada kondisi "balita" tersebut?"
Begitu
tingginya "nilai" dari ketenangan jiwa, hingga Tuhan Sang Maha Lembut pun
menyapa kita lewat sabdanya, "... Wahai jiwa yang tenang..." Di
sinilah perlunya kita berpikir secara ESOTERIS. Dengan keheningan, ketenangan,
kita akan bisa menyelami realita jiwa ini, tentang "siapa" atau "apa" kita
sesungguhnya, sekaligus menyadari "keterhubungan" kita dengan alam makro kosmos.
Secara
scientific, dibuktikan bahwa bila
frekuensi otak dalam kondisi Alfa, terjadi peningkatan produksi hormon serotonin dan endorfin, yang menyebabkan seseorang merasa tenang dan bahagia.
Hormon ini juga akan meningkatkan "kapasitas" panca indra.
Secara
spiritual, kondisi Alfa, keheningan,
akan membawa kesadaran kita bahwa "diri" ini merupakan BAGIAN dari alam
semesta, bagian dari alam makro kosmos.
Saat pikiran kita kalut, cemas, sesungguhnya kita sedang memutus keterhubungan kita dengan semesta. Ibarat jaringan
komputer, kita menjadi komputer yang offline,
terputus dari network. Otomatis,
akses data yang bisa dilakukan menjadi TERBATAS.
Sebaliknya,
bila kita berada dalam keheningan, kita akan terhubung dengan network raksasa dengan akses TANPA
batas. Informasi atau solusi atau ide atau kreatifitas, sesungguhnya selalu
disediakan oleh Sang Maha Pemurah. Berpulang kepada kita, apakah kita melakukan
UPAYA untuk meraihnya.
Seperti
apa upaya kongret kita untuk meraih keheningan itu? Tak lain berupa doa, meditasi,
yoga, sholat atau pun bentuk-bentuk ibadah individual lainnya. Semakin intens kita "berserah diri" HANYA
kepada Nya, semakin tenang pikiran kita, semakin TERJAWAB semua
problematika kehidupan kita. Ironis bukan? Sebuah solusi mudah yang 100% GRATIS,
namun justru paling sering disepelekan.
Bila
memang "semudah" itu, lantas apa yang MENGHALANGI kita untuk meraih keheningan
dan ketenangan jiwa? Tidak lain adalah
EGO. Ego diri selalu membentengi
kita dengan "keyakinan semu" bahwa kapasitas diri ini mampu untuk
mengatasi SEGALA problematika. EGO selalu bicara tentang siapa kita, prestasi
kita, nama "besar" kita, reputasi kita, dan lain sebagainya, sehingga kita LUPA
bahwa sesungguhnya ada SATU kekuatan Maha Besar di mana sesungguhnya kita bisa
selalu bersandar.
Jadi,
apakah Anda ingin menjadi komputer offline
yang serba terbatas, ataukah terhubung dengan network super canggih yang akan selalu menyajikan triliunan solusi?
Semuanya bergantung pada keihlasan Anda untuk meluruhkan EGO. Ditulis oleh
Tommy Setiawan, seorang trainer, penulis dan pengamat industri MLM. Tommy dapat
dihubungi melalui blowbytommy@yahoo.com
atau melalui 0812 80 56772 |