|
Pemenang Sejati Andrew Ho
Dikisahkan tentang seorang
pemain racquet ball terkenal bernama Reuben Gonzales. Dalam sebuah
pertandingan untuk merebut piala kejuaraan dunia, ia mendapatkan posisi super
shot untuk mendapatkan poin kemenangan. Menurut wasit, pukulannya cukup
bagus dan menempatkan dirinya sebagai pemenang.
Tetapi ia justru menghampiri lawan mainnya sambil berkata, "Pukulan
tadi itu salah." Pengakuan Reuben membuat juri memutuskan dan menyatakan
Reuben kalah dalam pertandingan. Keputusan tersebut menyulut protes keras dari
para penggemar Reuben.
Usai pertandingan Reuben mengeluarkan sebuah pernyataan. "Hanya
dengan cara itu saya dapat menjaga kejujuran saya," katanya bijak. Tindakan
Reuben adalah contoh tindakan seorang pemenang sejati, meskipun ia dinyatakan
kalah dalam pertandingan.
Pesan:
Kisah di atas
mengilustrasikan bahwa manusia secara naluriah memang selalu ingin dikatakan
yang terbaik. Tetapi Reuben adalah contoh personifikasi yang mampu
mengendalikan dirinya untuk tidak menghalalkan segala cara agar dianggap yang
terbaik. Ia beralasan ingin mempertahankan kejujuran. Sebenarnya apa arti
kejujuran hingga membuat Reuben dengan senang hati melepaskan kemenangan yang
nyaris disandangnya?
Kejujuran adalah unsur penting bagi
setiap individu untuk membangun jati dirinya. Tanpa kejujuran, seseorang tidak
akan mampu membangun jati diri, karena ia kehilangan kepribadiannya untuk
menutupi kelemahan-kelemahan dirinya (weakness recovery). Kejujuran
adalah rasa tanggung jawab dari hati nurani hanya untuk memperbaiki diri dan
memberi makna hidup.
Jujur kepada diri sendiri
ditandai dengan sikap disiplin, tidak melakukan kepalsuan atau kebohongan hanya
untuk jaga gengsi. Sedangkan orang yang mempunyai sikap jujur kepada orang lain
memiliki empati dan tidak segan berbuat kebaikan. Dalam melaksanakan tanggung
jawab pekerjaan, orang yang jujur selalu bekerja penuh semangat dan optimisme.
Sedangkan jujur kepada Tuhan YME adalah merasakan kehadiranNya, sehingga tak
terlintas keinginan untuk berbohong atau berperilaku mendustai keberadaanNya.
Cobalah dengan jujur menilai apakah Anda sudah berusaha dan mampu berlaku jujur
kepada diri sendiri, orang lain dan Tuhan YME?
|
 |
|