|
Berdiri Di Luar Alur Cerita Seng Guan CPLHI
Bayangkan, kali ini Anda adalah seorang
Petugas Keamanan yang sedang memperhatikan gerak-gerik pengunjung
sebuah pameran keramik bernilai jutaan dollar. Melalui kamera pengintai, Anda mengamati sebuah kejadian menarik yang seterusnya akan menjadi bahan kajian kita kali ini.
Di
sebuah sudut pameran, yang pada saat itu jauh dari keramaian, ada
seorang pemuda yang tengah melihat sebuah keramik berbentuk guci besar.
Awalnya ia hanya sekedar mengamati, tapi
keingintahuannya membuat ia melakukan lebih jauh lagi, ia mulai
menyentuh guci tersebut (padahal telah tertulis dengan jelas di depan
guci itu "JANGAN DISENTUH"), Semakin lama ia semakin ayik mengamati dan
menyentuh setiap inchi dari guci besar itu, sampai akhirnya......
Tanpa disengaja ia menyenggol guci itu, terjatuh dan pecah berantakan. Di
antara pecahan keramik tersebut secarik kertas putih tampil secara
menyolok, di atasnya tertera USD 1.000.000. Ya, itulah harga yang telah
melayang oleh kecerobohan pemuda itu.
Sejenak ia terkejut, tapi hanya sesaat, lalu dengan tenang, sang pemuda mengeluarkan sebuah tabung kecil bertuliskan "LEM AJAIB"
(di tabung kecil itu tertulis : lem ini akan melekat dengan sempurna
tanpa cacat seperti baru, benda yang telah dilem akan kembali hancur
apabila tersentuh setelah melewati 1 jam) Lalu, sim sala bim, guci besar itu kembali dengan sempurna. (Harap
tidak ditanyakan di mana dapat dibeli lem jenis tersebut, karena
penulis dengan otoritasnya, memungkinkan hal tersebut terjadi)
Satu
jam telah berlalu, pemuda tersebut masih dengan santai berkeliaran di
arena pameran itu, sesekali mengamati hasil maha karyanya, lalu sesuatu
terjadi lagi.
Seorang
Nenek tua tertangkap basah memecahkan sebuah guci besar senilai satu
juga dollar, dan kali ini di tengah-tengah keramaian.
Sang
Nenek dengan gemetaran diselingi isak tangis berkata "Saya hanya
menyentuhnya, tiba-tiba pecah begitu saja." (Lem ajaib sang pemuda
ternyata sekerja sebagaimana mestinya)
Kita kembali ke ruang kontrol, di mana Anda duduk di depan kamera pengintai dan mengamati peristiwa itu sampai detik terakhir. APA YANG ANDA LAKUKAN? Kemungkinan besar jawaban Anda akan seperti kebanyakan
teman-temanku yang lain, yang dengan lantang mengatakan "Saya akan
segera turun ke ruang pameran, menjelaskan kejadian yang sebenarnya,
dan menangkap pemuda itu dengan menggunakan rekaman kamera pengintai
sebagai buktinya. Karena pada dasarnya nenek tersebut tidak bersalah, pemuda itu yang memecahkannya" (mungkin saja nenek itu yang akan memecahkannya kalau tidak dipecahkan terlebih dahulu oleh pemuda tersebut) Ya, itulah yang seharusnya kita lakukan, membela keadilan dan kebenaran. Itulah yang diajari guru-guru agung kita.
Tidak
seru seandainya cerita ini hanya berhenti sampai di sini saja, sekarang
mari kita ganti perannya, Kali ini sang nenek malang itu ternyata nenek
Anda, Apa Yang Anda Lakukan?
Anda
mungkin bak orang edan, berlari sekencang-kencangnya, turun ke ruang
pameran, membela nenek Anda mati-matian, dan kalau perlu menghajar sang
pemuda itu sampai mengaku.
Ya,
itulah yang seharusnya kita lakukan, membela keadilan dan kebenaran.
Hanya kali ini Anda jauh lebih antusias. Apalagi itu nenek Anda, jelas
harus dibela.
Mari kita membuat permainan ini menjadi lebih menarik lagi dan lebih menantang.
Kali ini Anda menyaksikan Saudara Anda sendiri atau
Anda sendiri yang berperan sebagai pemuda nakal itu, dan sang nenek itu
hanyalah korban yang berada di waktu dan tempat yang salah.
Apakah Anda masih dapat bertindak seperti dua contoh situasi di awal?
Apakah Anda masih dengan antusias menceritakan kebenaran itu, atau sebaliknya? Anda segera merusak rekaman kamera pengintai itu selama kejadian untuk menutupi jejak saudara Anda atau Anda sendiri.
(Jika
tampilan Sang nenek adalah seorang nenek kaya, Anda mungkin segera
menjadikannya sebagai alasan membenarkan tindakan Anda ketika Opsi
kedua diambil, bagaimana jika sang nenek adalah seorang
nenek yang miskin yang hanya ingin melihat-lihat saja? Di sanalah
pertarungan kembali terjadi, apakah Anda masih setega itu?)
Saatnya kita mengkaji dari bawah.
Ketika kita melibatkan orang-orang kita dalam pengambilan keputusan, cenderung kita menjadi emosional dan tidak objektif. Sering kali kita cenderung berada di pihak "kita", bukan dalam pihak yang benar. Dan kita akan mencari alasan-alasan yang mengizinkan kita lakukan pembenaran atas keputusan kita itu.
Pada contoh pertama, ketika kita benar-benar berada di LUAR alur cerita, kita dapat melihat lebih objektif, pada saat itu kita dapat berpihak pada kebenaran.
Dan
Berikutnya, inilah tantangan terbesar dalam hidup kita, ketika KITA
ikut terlibat di dalam alur cerita, masih dapatkah kita bertindak seperti keadaan pertama, SEWAJARNYA. Karena
sesungguhnya "Walaupun seseorang dapat menaklukkan ribuan musuh dalam
ribuan kali pertempuran, namun sesungguhnya penakluk terbesar adalah
orang yang dapat menaklukkan dirinya sendiri" Di
saat kita masih dapat bertindak SEWAJARNYA ketika keputusan tersebut
melibatkan KITA, saat itulah kita menjadi PEMENANG SEJATI.
Salam Sukses Selalu
Seng Guan CPLHI
Regional Manager PT. Arthamas Konsulindo Medan
|