|
Komunikasi Berdasarkan Sifat Dasar Manusia - Pasif Ponijan Liaw
Berdasarkan sifat dasar manusia ternyata terdapat beberapa kebiasaan manusia ketika berhadapan dengan orang lain: Agresif, Pasif dan Asertif. Pada edisi sebelumnya kita telah membahas sifat dasar Agresif, kali ini kita akan membahas tentang Pasif.
Karakter Orang Pasif
Orang dengan tipe pasif, lain lagi gaya dan kebiasaannya. Kalau orang agresif memiliki moto seolah-olah tiada hari tanpa bicara dan menang, orang dengan tipe pasif lain lagi. Pada umumnya, mereka memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Moto dan Kepercayaan
- "Jangan ungkapkan perasaanmu yang sesungguhnya."
- "Jangan membuat gelombang."
- "Jangan tidak setuju."
- "Orang lain lebih berhak daripada saya."
- Pola Komunikasi
- Tidak langsung.
- Selalu setuju.
- Tidak banyak bicara.
- Segan
- Karakteristik
- Pemaaf
- Mempercayai orang lain tapi bukan diri sendiri.
- Tidak mengungkapkan keinginan dan perasaan sendiri.
- Mengijinkan orang lain membuat keputusan.
- Tidak mendapatkan yang diinginkan.
- Sikap
- Banyak mengeluh.
- Mencoba duduk di kedua belah pihak untuk menghindari konflik.
- Bungkam jika perasaan diperlakukan tidak adil.
- Memohon ijin berlebihan.
- Mengeluh daripada mengambil tindakan
- Membiarkan orang lain membuat pilihan.
- Sulit mengimplementasikan rencana.
- Isyarat Bahasa Tubuh (Non-Verbal cues)
- Perasaan gelisah
- Sering mengangguk-anggukkan kepala.
- Senyum dan anggukan sebagai tanda persetujuan.
- Mata yang menunduk
- Postur tidak tegak.
- Suara pelan dan menurut.
- Bicara cepat bila cemas; pelan dan segan ketika ragu-ragu.
- Isyarat Bahasa (Verbal cues)
- "Kamu harus melakukan itu."
- "Kamu mempunyai pengalaman lebih daripada aku."
- "Aku tidak bisa .... ."
- "Ini mungkin salah, tapi .......... ."
- "Aku akan coba .... ."
- Monoton dan energi lemah.
- Konfrontasi dan Pemecahan Masalah
- Menghindar, mengabaikan, meninggalkan dan menunda.
- Menarik diri, cemberut dan diam.
- Menghabiskan energi untuk menghindari konflik.
- Menghabiskan banyak waktu meminta nasihat dan supervisi.
- Terlalu banyak setuju.
- Perasaan yang dimiliki
- Tidak berdaya.
- Heran mengapa tidak menerima pujian untuk pekerjaannya yang baik.
- Menyerah pada diri sendiri.
- Membangun hubungan yang menggantung pada orang lain.
- Tidak jelas di mana mereka berdiri.
- Perlahan-lahan kehilangan harkat diri.
- Tidak terlalu disukai.
Gaya Komunikasi dengan Orang Pasif
Orang dengan tipe pasif ternyata merupakan orang yang sangat tidak aktif dan terkesan sangat sungkan. Mereka tidak suka peperangan dan selalu mencari jalan damai agar riak pertempuran tidak menimbulkan pertikaian yang tidak berkesudahan. Mereka juga kurang berani menyatakan apa yang mereka inginkan secara terbuka. Sering pula memohon maaf untuk sesuatu yang belum tentu mereka lakukan secara keliru. Tidak memiliki ketegasan dan keberanian menatap lawan bicara. Sering membosankan lawan bicara karena tidak menerapkan variasi suara untuk memperindah ujaran.
Dengan karakter orang pasif yang demikian, hal-hal berikut dapat dijadikan pedoman agar komunikasi yang dilakukan dapat memetik hasil yang lebih baik:
- Bicaralah seperlunya dan mengena langsung ke sasaran karena mereka tidak dapat menerima terlalu banyak hal dalam satu kesempatan.
- Tanyakan pandangan mereka, jika tidak, mereka akan memilih diam dan setuju dengan apa yang tengah kita sampaikan.
- Sampaikan kepada mereka bahwa pandangan mereka sangat berharga.
- Dorong mereka untuk berbicara lebih banyak dengan menggunakan pertanyaan terbuka, seperti: bagaimana dan mengapa.
- Jangan berbicara terlalu cepat dan keras karena mereka mungkin akan kaget dan makin ciut untuk berbicara lebih banyak.
- Mintalah mereka menatap kita pada saat berkomunikasi untuk mendapatkan hasil lebih baik.
Memang tidak mudah berkomunikasi dengan orang pasif. Dengan segala tindakan mereka yang cenderung menunjukkan ketidakpedulian dan ketidakceriaan terkadang dapat mengundang kebosanan dan kejenuhan orang yang berbicara dengan mereka. Hal terbaik yang perlu diingat adalah bahwa, dorong dan motivasilah mereka untuk berbicara lebih banyak dan lebih variatif lagi dengan memberikan pujian bahwa mereka sanggup melakukannya. Dengan penghargaan diri yang semakin meningkat ditujukan kepada orang-orang pasif ini, niscaya kebiasaan bicara yang kurang mengesankan tadi akan dapat meningkat setahap demi setahap.
---------------------------------------
Untuk referensi lebih lanjut, silahkan baca 2 buku penulis lainnya tentang komunikasi:
1. The Art of Communication that Works - Komunikasi yang Berhasil
2. Understanding Your Communication Styles - Memahami Gaya Komunikasi Anda
Untuk informasi & pelatihan, hubungi penulis di: ponijan@central.net.id
|