Museum E-mail
AW, Andrie Wongso - Action & Wisdom Motivation Training - AW Corner

Museum E-mail
Team Andriewongso.com

Untuk melihat benda-benda bersejarah Anda dapat berkunjung ke museum. Ya, tempat yang satu ini memang khusus dibangun untuk mengoleksi benda-benda antik atau kuno yang jarang sekali dapat ditemukan di tempat-tempat umum. Namun bagaimana jika ada sebuah museum yang khusus mengoleksi e-mail? Tak terbayangkan bukan? Tapi, inilah kenyataan yang ada di Australia.

Baru-baru ini negeri kanguru tersebut mendirikan Museum PowerHouse yang merupakan museum untuk mengoleksi e-mail. Para penduduk di Australia dapat menyumbangkan e-mail mereka untuk disimpan. Nantinya e-mail yang mereka simpan akan diarsipkan sehingga dapat diakses oleh anak cucu di kemudian hari. Untuk menyimpan e-mail ke museum PowerHouse, penduduk Australia dapat mendaftarkan e-mail mereka pada situs www.emailaustralia.com.au

E-mail yang dikirim tentu saja akan diseleksi. E-mail terbaik dari berbagai kategori nantinya akan ditampilkan dan diabadikan sebagai arsip. Menurut kurator museum PowerHouse, Matthews Connel, diharapkan suatu saat nanti arsip e-mail yang ada di museum tersebut dapat menjadi referensi bagi para ahli sejarah.

Ide mendirikan museum ini sebenarnya berawal dari kebiasaan pemilik e-mail yangs sering menghapusnya begitu saja ketika sudah membacanya. Karena itu, biasanya penyimpanan e-mail tidak bertahan lama sebagaimana penyimpanan kertas surat. Inilah yang mendasari keinginan Matthews Connel mendirikan museum e-mail.

Kini, penduduk Australia tidak perlu khawatir jika e-mail di inbox-nya hilang karena mereka dapat menemukannya kembali di PowerHouse. Seiring dengan kemajuan teknologi nampaknya pengarsipan e-mail perlu dilakukan di setiap negara untuk kepentingan pengetahuan anak cucu kita nantinya. Bagaimana pendapat Anda?