|
Tukang Roti Kelaparan Daniel Kurniawan
Ada
satu satu cerita yang sangat menarik dan inspiring. Cerita ini berasal
dari buku Habitudes karangan Dr. Tim Elmore. Tentu anda semua mengenal
tukang roti. Bayangkanlah jika anda pergi ke sebuah toko roti. Anda
tinggal memilih selera kesukaan anda. Dan juga ada bermacam-macam rasa.
Baik rasa keju, coklat, vanila maupun rasa lainnya. Setiap pagi dengan
hati yang gembira. Tukang roti selalu menyiapkanadonan pembuat roti.
Dalam pikirannya dia harus memberikan yang terbaik bagi penikmat
rotinya. Bahannya dia pakai yang nomor satunya. Tak lama kemudian,
rotinya sangat terkenal karena kenimatannya. Pelanggan pun selalu antri
bila ingin membeli rotinya. Lewat berita dari mulut ke mulut. Kelezatan
rotinya cepat menyebar tidak hanya di daerah tempat dia tinggal. Bahkan
pelanggan pun rela datang jauh-jauh dari luar kota. Hanya untuk
merasakan dan mencicipi sepotong rotinya. Ada juga membawa pulang untuk
oleh-oleh bagi keluarga mereka.
Karena
rotinya sangat terkenal. Tukang roti sangat hati-hati menjaga cita
rasa. Dia rela turun tangan langsung untuk membuat rotinya. Tak seorang
pun yang dia percayai untuk membantunya. Kurang pas, rasanya bila tidak
dia turun tangan langsung. Memang pelanggan terus datang secara
bertubi-tubi. Dari pagi sejak tokonya buka. Sampai tokonya tutup selalu
saja pelanggan antri. Ia berjalan mondar-mandir melayani permintaan
pelanggannya. Namun lihatlah apa yang terjadi dengan diri tukang roti
ini. Dia sibuk memberikan yang terbaik bagi pelanggannya. Tapi dia lupa
memberikan yang terbaik bagi dirinya sendiri.
Hampir
setiap hari dia selalu terlambat makan. Kadang-kadang nasehat dari sang
istri untuk istrirahat. Tak dihiraukannya. Dia semakin lupa tugasnya
sebagai seorang ayah. Bagi putri semata wayangnya. Lama mereka tidak
berjalan bersama. Makan bersama. Maupun bermain bersama. Baginya uang
yang banyak sudah cukup. Lama kelamaan kondisinya semakin menurun. Dia
menjadi seorang pria yang kurus dan mempunyai banyak keluhan penyakit.
Lewat
cerita Tukang Roti Kelaparan ini, Tim Elmore ingin memberikan sebuah
nasehat kepada kita. Bahwa uang bukanlah segala-segalanya. Kita ingin
memberikan yang terbaik bagi orang lain. Tapi kita lupa memberikan yang
terbaik bagi diri sendiri dan keluarga. Jauh lebih penting bila kita
bisa membagi waktu dengan bijak. Ya, semuanya penting. Tapi jauh lebih
bijak bila kita mampu mengurus diri sendiri dan keluarga.
Pertanyaan:
Sudahkah anda memberikan yang terbaik bagi diri sendiri dan keluarga?
|