|
Faktor Luck Dalam Kesuksesan Final Prajnanta
Dalam
beberapa kali seminar motivasi, sering kali ada pertanyaan sejauh mana
faktor "luck", hoki atau keberuntungan menentukan kesuksesan seseorang? Sebenarnya apa yang dimaksud dengan "luck", hoki atau keberuntungan di sini? Misalkan anda mempunyai tabungan dan pihak Bank mengadakan gebyar undian berhadiah mobil BMW. Katakan ada 7.5 juta nasabah bank tersebut di seluruh Indonesia. Berapa peluang keberuntungan anda? Peluang anda menang undian tersebut sangat kecil yaitu hanya 1/7.5 juta! Namun
seandainya tiba-tiba anda diumumkan sebagai pemenang undian mobil
tersebut maka dikatakan bahwa "lucky", beruntung atau sedang
mendapatkan hoki. Kenapa ? Karena anda tidak ikut secara langsung dalam "proses" yang mengakibatkan anda memenangkan undian tersebut. Fenomena ini sama dengan misalnya kita hidup santai, makan uang warisan. Kerjanya memasang undian judi togel atau semacam Porkas di masa lalu. Semakin banyak membeli maka kemungkinan peluang akan semakin besar. Namun juga peluangnya masih terlalu kecil dibandingkan jutaan pesertanya misalnya.
Saya yakin banyak di antara kita sangat percaya akan ramalan bintang, ramalan nasib dan ramal-meramal lainnya. Ada suatu cerita lucu dari pak Andrie Wongso-sang motivator no 1 Indonesia ini. Suatu
ketika pada saat masih kecil beliau dibawa ke tukang ramal oleh orang
tuanya untuk mengetahui keberuntungan nasibnya kelak. Ketika telapak tangan beliau dilihat kemudian dia ditanya apa shionya, dijawab oleh pak Andrie Wongso bahwa shionya adalah Kuda. Kontan saja kaget sang peramal maka dia menjawab bahwa nanti Andrie Wongso ketika besar akan sengsara hidupnya. Kemudian ditanya lagi lahirnya pagi, siang atau malam. Dijawab oleh Andrie muda bahwa dia lahir pagi hari. Apa kesimpulan sang peramal? Andrie Wongso muda diramalkan akan hidup sengsara sepanjang hidupnya! Untung saja hal ini tidak diambil hati oleh Andrie Wongso muda. Jelas
saja diramal sengsara, karena penampilan keluarga pak Andrie yang saat
itu sangat sederhana karena keterbatasan ekonomi yang ada. Meskipun SDTT (Sekolah Dasar Tidak Tamat) pak Andrie berjuang keras meraih impian demi impiannya. Kerja kerasnya membuahkan kesuksesannya kini. "Luck" atau keberuntungannya diraih setelah beliau bekerja dengan sangat dan sangat keras.
Tahun 2008 ini merupakan hal yang fenomenal buat Sriwijaya FC, kesebelasan kebanggaan masyarakat Palembang. Meskipun
baru berusia 4 tahun, namun Sriwijaya FC bisa menggabungkan 2 gelar
bergengsi di tanah air yaitu Copa Indonesia Dji Samsoe dan Liga
Indonesia Djarum. Apakah kesuksesan Sriwijaya FC ini berkat "luck" atau keberuntungan semata? Tentu saja tidak bukan? Sriwijaya
FC bekerja sangat keras bahkan dengan menginvestasikan uang yang tidak
sedikit untuk mengangkat persepakbolaan daerahnya. Dimulai
dari pembangunan stadion bertaraf internasional, hingga perekrutan sang
arsitek Rahmad Darmawan - pelatih yang dikenal selalu sukses menangani
sebuah klub sepakbola serta perekrutan pemain berkualitas.
Klub sepakbola yang baik bukanlah klub yang dihuni semua pemain "bintang" di semua posisi. Namun lebih ke arah bagaimana membangun suatu kerjasama yang padu antara official, pelatih dan pemain. Jika
official campur tangan dalam perekrutan pemain atau bahkan pemilihan
pemain ketika pertandingan maka sudah pasti akan kacau. Bukan
itu saja, kunci sukses Sriwijaya FC bukanlah sekedar mereka berlatih
keras dan ngotot bermain namun juga adalah persaudaraan di antara semua
pemain dan pelatih di dalam dan di luar lapangan. Hal ini akan membuahkan hasil yang optimal antara kerja keras pemain (ngotot) dan kerjasama di lapangan. Pemain
tidak bernafsu untuk mengusung ego sendiri dengan berusaha membikin
golnya sendiri namun lebih melihat siapa temannya yang lebih bebas
untuk mencetak gol. Semua pemain akan rela "mati" di lapangan demi kesuksesan untuk klub tercintanya. Jadi
jelas keberhasilan Sriwijaya FC bukan sekedar mengandalkan "luck" atau
keberuntungan semata namun "luck" mereka merupakan perpadauan berbagai
hal.
Menarik
apa yang dikatakan oleh Thomas Jefferson bahwa "I'm a great believer in
luck and I find the harder I work, the more I have of it yang artinya
kurang lebih bahwa "Saya sangat percaya akan suatu keberuntungan dan saya menemukannya setelah saya bekerja keras. Lebih keras lagi saya bekerja maka keberuntungan akan lebih banyak saya peroleh." Langston
Coleman mengamini apa yang dikatan Thomas Jefferson bahwa "Luck is what
you have left over after you give 100 percent" artinya bahwa
keberuntungan akan datang setelah kita berusaha 100 persen!
Mungkin
nggak seandainya kita kerjanya setiap hari ngobrol ngalor ngidul alias
ngerumpi dan duduk-duduk di jalan, tiba-tiba mendapat keberuntungan ada
mobil lewat dan turun mengangkat kita menjadi manager suatu perusahaan
asing? Tentu tidak mungkin bukan. Jelaslah bahwa tidak ada kesuksesan yang datang secara tiba-tiba atau hanya karena keberuntungan semata. Kesuksesan merupakan perpaduan antara pecanangan impian, goal, komitmen, kegigihan, kejujuran dan kerja keras pantang menyerah. Setelah
kita berjuang semampu kita maka "luck" atau keberuntungan akan datang
dan bukan sebaliknya, jika kita hanya menunggu faktor "luck" atau
keberuntungan saja akan menyebabkan kita malas dan semakin malas. Kita menyalahkan orang lain dan keadaan karena "luck" tidak kunjung datang. Tanpa usaha kerja keras meraih impian maka sudah pasti sengsara yang akan kita dapat! Apakah anda setuju?
Salam Never Give-up!
Final Prajnanta
Praktisi bisnis sekaligus penulis masalah motivasi dan branding
Penulis bisa dihubungi di f_prajnanta@yahoo.co.id
|