|
Sukses Gim Hok
"There is only one success -to be able to spend your life in your own way. -Christopher Morley"
Sukses.
Ini kata yang sering kita dengar. Sesuatu yang diinginkan setiap orang
di dunia ini. Untuk sukses setiap orang berusaha dan siap berkorban apa
pun untuk mencapainya.
Lalu,
apa itu sukses? Kita sering mendengar orang berkata si A sukses dan si
B belum sukses. Kita juga sering mendengar seseorang dikatakan sukses
apabila memiliki minimal salah satu dari berikut ini: harta yang
banyak, atau nama harum, atau kekuasaan/pengaruh di masyarakat. Menjadi
pengusaha kaya raya, penyanyi terkenal, pejabat tinggi adalah sekian
contoh-contoh orang yang sukses. Demikianlah masyarakat mendefinisikan
sukses, dan kita hidup dalam bayang-bayang menurut definisi masyarakat
tersebut.
Lalu
banyak di antara kita mulai menggambarkan sukses dengan meniru seperti
orang lain. Padahal kita tidak mungkin menjadi orang lain. Apakah benar
dengan menjadi orang kaya, terkenal, prestasi tinggi, kekuasaan tinggi
sudah menjamin kita menjadi sukses?
Apakah
demikian? Mungkin. Tetapi yang jelas, belum pernah saya mendengar
ketika seseorang menjelang ajalnya, orang tersebut sibuk mentransfer
uangnya ke rekening di akhirat. Atau mem'Fedex'kan barang-barang
berharganya ke dunia sana. Atau dapat menawar kepada Sang Pencipta
untuk menukar waktu lebih lama di dunia dengan pengaruh yang
dimilikinya. Anda belum pernah mendengar juga, bukan.
John
C, Maxwell dalam bukunya The Success Journey menyatakan bahwa sukses
sejati bukanlah sesuatu yang bisa kita capai atau peroleh. Menurutnya
sukses itu sebenarnya suatu perjalanan yang harus kita tempuh sepanjang
hidup. Saya sependapat dengannya.
Menurut
saya, sukses adalah perjalanan ke dalam. Sukses adalah perjalanan ke
dalam diri kita yang paling dalam. Perjalanan ke dalam dimulai dengan
menyadari hakekat kita sebagai manusia. Seperti benda dan makhluk hidup
lain di alam semesta, semua mengalami perubahan, dari tidak ada menjadi
ada, lalu tiada, kembali ke Sang Pencipta. Seperti bunga yang tumbuh
dari benih kecil, berkembang dan mekar sesaat mewarnai hidup, lalu layu
dan kembali ke tanah, lebih kurang demikian juga hidup kita. Sebuah
perjalanan yang singkat.
Yang
kita miliki hanya waktu, menghitung detak demi detak jantung. Sepanjang
hidupnya seorang manusia dengan masa hidup 70 tahun hanya memiliki
waktu 840 bulan, atau 25.200 hari, atau 604.800 jam, atau 36.288.000
menit. Begitu singkat, bukan.
Dengan
mengerti hakekat hidup yang fana, kita mulai mencoba mengenali diri
kita yang sebenarnya. Segala kelebihan dan kekurangan kita. Segala
bakat istimewa yang dianugerahkan Sang Pencipta. Segala impian dari
hati kita yang paling dalam. Segala dedikasi yang ingin kita berikan
untuk orang-orang kita cintai dan dunia ini.
Yang
kita memiliki adalah masa yang singkat di dunia ini. Dengan mengerti
hakekat sebagai seorang manusia, menyukuri bakat dan anugerah yang
diberikan Sang Pencipta dan mendedikasikan untuk orang lain akan
membuat masa yang singkat ini menjadi masa yang bermanfaat bagi kita
dan orang lain. Dan membuat detik-detik yang kita lalui menjadi sebuah
perjalanan yang penuh makna.
Seorang
teman yang saya kenal di MySpace mendeskripsikan sukses sebagai seorang
manusia dengan begitu sederhana dan indah. Your purpose is to find your
gifts. Your meaning is to give them to others. That is success all
about.
Saya ingin
menutup artikel ini dengan ucapan Po Bronson: Failure's hard, but
success is far more dangerous. If you are successful at the wrong
thing, the mix of praise and money and opportunity can lock you in
forever.
Jadi,
hati-hati saat Anda mendefinisikan dan merencanakan sukses Anda. Jangan
sampai kita sukses menurut ukuran orang lain, tetapi kita tidak pernah
bahagia menjalaninya. Lalu bagaimana kita mendefinisikan sukses kita? Anda yang memiliki previlise untuk melakukannya. Dan hati Anda yang memiliki jawabannya.
Penulis adalah trainer pengembangan diri di Jakarta, dapat
dihubungi di info@gimhok.com atau www.gimhok.com
|