|
Rahasia Sang Penakluk Haryo Ardito - Ketua Harian Asosiasi Manajemen Indonesia - DKI Jakarta
Kita
semua suka bicara, tetapi kadang-kadang kita melupakan bagian yang paling
penting dalam sebuah percakapan. Kebanyakan dari kita melewatkan paling sedikit beberapa menit untuk
berusaha meningkatkan keahlian bicara kita. Mungkin ini melibatkan
sesuatu yang sesederhana saat seorang karyawan yang mengatur pemikirannya
sebelum dia menemui Bos. Atau mungkin seperti seorang pemuda yang
menyusun kata-kata saat akan melamar kekasihnya.
Kita berkeyakinan bahwa bagaimana cara
kita bicara sangat penting, tetapi kita sering lupa bahwa aspek lainnya,
‘kemampuan kita untuk mendengarkan' mungkin sama pentingnya. Kita sering sibuk memikirkan
kalimat-kalimat berikutnya ketika orang lain sedang bicara, bukannya
mendengarkan dengan cermat kata-katanya yang tepat.
Kalau anda dalam percakapan atau
perundingan bisnis, berusahalah menjernihkan pikiran anda dari semua pilihan
dan prasangka pribadi yang paling anda sukai. Lakukaknlah usaha untuk melihat percakapan dengan
pandangan yang terang. Dengar dari kerangka referensi orang lain.
Apa yang dialaminya hari ini? Bagaimana keadaan emosinya secara umum?
Dengarkanlah dengan telinga dan mata anda. Faktor-faktor itu akan
memainkan peranan penting dalam bagaimana cara anda meninjau kata-kata yang
sesungguhnya diucapkan.
Mendengarkan dengan baik adalah keahlian
yang memerlukan latihan, empati dan perhatian yang sesungguhnya kepada orang
lain. Namun imbalannya besar sekali, sebab pendengar yang baik biasanya
mempelajari banyak hal dan mempunyai banyak teman.
Seorang kawan yang dijuluki sebagai
seorang playboy saya tanya apa resep rahasianya sehingga dia sangat hebat dalam
menaklukkan hati banyak wanita. "Sederhana saja kawan, saat bercakap-cakap
dengan mereka.. " katanya lagi.. "Buanglah jauh-jauh kata 'aku'
dan gantilah dengan kata 'kamu'".
salam bijaksana,
Haryo Ardito,
Ketua Harian
Asosiasi Manajemen Indonesia - DKI Jakarta
Website: www.haryoardito.com
|