Ulang Tahun Yang Berkesan
AW, Andrie Wongso - Action & Wisdom Motivation Training - Artikel Anda

Ulang Tahun Yang Berkesan
Ely Susanti

Saya memilih ulang tahun dengan anak-anak panti asuhan di yayasan Dorkas tepatnya di Porong. Tidak ada pesta apa-apa, saya hanya membawa makanan dan kue tart untuk di nikmati bersama.

Sampai disana, saya disambut dengan kegembiraan, benar benar wajah polos bukan wajah yang mencari ‘muka' untuk suatu tujuan tertentu.

Kepala Panti mengumumkan bahwa saya kesana dalam rangka ulang tahun dan ingin makan bersama mereka setelah itu kami berdoa bersama..suara doa kepala panti yang diikutin suara anak anak seperti melodi indah yang mengharukan dan memberikan getaran sampai ke hati yang paling dalam dan mengguncang seluruh tubuh saya.

Selesai berdoa,saya menurunkan makanan kotak yang saya pesan dari salah satu restoran cepat saji, ayam dan nasi serta minuman. Makanan yang bagi sebagian besar kita sudah biasa biasa saja. Tetapi sore itu saya menikmatinya lebih dari biasanya. Duduk bersama mereka, makan bersama dan melihat ekspresi kegembiraan serta lahapnya makan dengan nikmat. Sebuah pemandangan yang sangat indah.

Saat makan selesai saya mengeluarkan kue tart tanpa susun ukuran 30x40 cm yang dilapisi coklat dan dihiasin gula gula dengan bentuk lucu, sangat sederhana.

Saat kue tart di keluarkan tiba tiba ada suara bersamaan seperti koor "Waaaauuuuuoow..." suara anak anak panti, sambil mengerumuni kue, hampir saja saya menangis mendengarnya. Awalnya bagi saya kue tart ini tidak berarti apa apa selain simbolis ulang tahun dan saya sudah bosan makan kue kue seperti ini. Tetapi ternyata kue ini bisa membawa kegembiraan untuk orang lain.

Seorang anak Panti yang sudah cukup besar memimpin teman-temannya menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun. Mereka menyanyikannya dengar suara yang pada saat biasa saya yakin saya tidak akan bisa menikmatinya sebagai sebuah lagu, tetapi saat itu suara itu menjadi sangat indah karena saya melihat ekspresi-ekspresi kegembiraan, semangat, ketulusan dan keluguan di wajah mereka. Saya tidak tahu ini perasaan apa, yang jelas..hati saya terasa sesak dan mata saya berair, saya berusaha menahannya agar tidak turun menjadi aliran air mata.

Sebelum tiup Lilin, saya diberikan kesempatan untuk berbicara....herannya, saya tiba-tiba menjadi tidak tahu harus mengucapkan apa, kalau biasanya saya bisa berbicara di depan banyak orang bahkan pernah menjadi pembawa acara di depan 3500 orang, sekarang didepan wajah tak berdosa dengan segala perasaan yang ada di dalam hati saya bingung mau bicara apa. Akhirnya saya hanya mengucapkan Terimakasih dan inilah Ulang Tahun terindah buat saya dan mengajak mereka untuk tiup lilin bersama, mereka melakukannya dengan senang hati..meniup lilin keras - keras..seakan akan lilin tidak akan mati kalau meniupnya hanya pelan, saya tertawa melihat ekspresi mereka, sungguh hari ini banyak sekali pemandangan indah yang hadir di depan mata saya.

Di Akhir acara, saya membagikan hadiah buat mereka, satu persatu mereka menerima hadiah sambil menyalami dan mengucapkan selamat ulang tahun serta terimakasih.

Saat membagikan hadiah saya mengamati wajah mereka satu per satu, merasakan setiap jabatan tangan yang seakan mentrasferkan ketulusan dari setiap ucapan selamat.

Saya pulang dengan perasaan bahagia..hadiah terindah. Selain itu banyak pelajaran yang saya dapat.

Ternyata untuk bahagia itu mudah,

Dengan hadirnya seseorang kita bisa bahagia

Dengan melihat tawa orang lain kita bisa bahagia

Dengan memberi kita bisa bahagia

Dengan sebuah kue yang disukai, kita bisa bahagia

Dengan mengucapkan selamat pada orang lain kita bisa bahagia

Dengan menyadari kita dilahirkan dengan kedua orangtua, kita bisa bahagia

Dengan bernyanyi tulus dan iklas kita bisa bahagia

Dengan menyadari bahwa kita lebih beruntung kita bisa bahagia.

 
Dan,..akhirnya saya menyadari bahwa bahagia juga merupakan suatu pilihan yang bisa saya pilih kapan saja saya mau.

Semoga berbahagia.

Ely Susanti
ely@elysusanti.com