Hidup ini adalah sebuah karunia yang perlu kita sambutdengan kreativitas tinggi, energi yang besar, dan sikap penuh dinamis setiapwaktu. Di bidang apa pun, yang menjadi pemenang adalah mereka yang kreatif,penuh energi, dan dinamis.
Karena itulah, kami menetapkan “Kreatif, Energik, danDinamis” sebagai slogan ANDRIEWONGSO.COM
Kreatif. Ia adalahsumber inovasi. Yaitu sesuatu yang baru, bermanfaat, dan dapat diaplikasikan.
Energik. Sesuaihukum alam, hidup itu berarti bergerak, aktif, positif, segar. Kita harusmengkondisikan diri kita untuk selalu bersemangat dalam menjalani kehidupanini.
Dinamis. Perubahan adalah sesuatu yang pasti dalam hidup kita. Karena itu, kita harus selalu menyesuaikandiri mengikuti zaman dalam kondisi apa pun.
Dengan ”Kreatif,Energik, dan Dinamis”, kami akan selalu menyajikan sesuatu yang baru danbermanfaat sesuai dengan perkembangan zaman.
Senin, 17 Desember 2007, Dibaca : 24452 kali | Dicetak : 468 kali | Cetak artikel ini
Apa jadinya jika seorang calon dokter gigi justru merambah
bisnis televisi? Jika ingin tahu jawabannya, lihatlah sosok Chairul Tanjung,
pebisnis asli pribumi yang kini namanya berkibar dengan Grup TransTV dan
Trans7. Berkat kesulitan ekonomi yang menderanya, ternyata hal tersebut justru
menjadi bekal mengasah ketajaman insting bisnisnya.
Saat kuliah di Fakultas Kedokteran gigi Universitas Indonesia,
pada periode tahun 1980-an, ia memang harus memenuhi kebutuhan kuliahnya
sendiri. Meski terlahir dari keluarga yang cukup berada, karena perubahan
keadaan politik, keluarganya terpaksa menjalani kehidupan seadanya. Dari rumah
yang tergolong besar, mereka harus menjualnya, dan menyewa sebuah losmen
sempit.
Namun, ternyata, kesulitan ini justru membuat Chairul
membulatkan tekadnya untuk kembali berjuang meraih kesuksesan," Saya
bercita-cita jadi orang besar." Maka, lepas dari SMA Boedi Utomo Jakarta, ia
pun masuk ke Fakultas Kedokteran Gigi UI. Kesulitan biaya kuliah membuatnya
harus kreatif mencari dana untuk meneruskan sekolahnya. Maka, kelahiran Jakarta,
18 Juni 1962 ini pun lantas memulai bisnis kecil-kecilan. Mulai dari berjualan
buku kuliah stensilan, kaos, sepatu, dan aneka barang lain di kampus dan kepada
teman-temannya. Dari modal usaha itu, ia berhasil membuka sebuah toko peralatan
kedokteran dan laboratorium di daerah Senen Raya, Jakarta.
Sayang, karena sifat sosialnya - yang sering memberi fasilitas kepada rekan
kuliah, serta sering menraktir teman - usaha itu bangkrut.
Namun, rupanya, menjadi pebisnis telah memikat hatinya.
Walau bangkrut, ia justru langsung mencoba usaha lain, kali ini di bidang
kontraktor. Meski juga kurang berhasil, ia merasa mendapat pelajaran banyak hal
dari bisnis-bisnis yang pernah ditanganinya. Dari bekal pengetahuan itu, ia
memberanikan mendirikan CV pertamanya pada tahun 1984 dan menjadikannya PT pada
tahun 1987. Dari PT bernama Pariarti Shindutama itu, ia berkongsi dengan dua
rekannya mendirikan pabrik sepatu. Kepiawaiannya menjaring hubungan bisnis
langsung membuat sepatu produksinya mendapat pesanan sebanyak 160 ribu pasang
dari pengusaha Italia. Dari kesuksesan ini, bisnisnya merambah ke industri
genting, sandal, dan properti. Namun, di tengah kesuksesan itu, rupanya ia
mengalami perbedaan visi dengan kedua rekannya. Maka, ia pun memilih
menjalankan sendiri usahanya.
Ternyata, ia justru bisa makin berkembang dengan berbagai
usahanya. Ia pun lantas memfokuskan usahanya ke tiga bisnis inti, yakni:
keuangan, properti, dan multimedia. Melalui tangan dinginnya, ia mengakuisisi
sebuah bank kecil yang nyaris bangkrut, Bank Tugu. Keputusan yang dianggap
kontoversial saat itu oleh orang dekatnya. Namun, pengalaman bangkit dari
kegagalan rupanya mengajarkannya banyak hal. Ia justru berhasil mengangkat bank
itu, - setelah mengubah namanya menjadi Bank Mega - menjadi bank papan atas
dengan omset di atas Rp1 triliun saat ini.
Selain itu, suami dari dokter gigi Ratna Anitasari ini juga
merambah bisnis sekuritas, asuransi jiwa dan asuransi kerugian. Kemudian, di
bisnis properti, ia juga telah membuat sebuah proyek prestisius di Kota
Bandung, yang dikenal dengan Bandung
Supermall. Dan, salah satu usaha
yang paling melambungkan namanya yaitu bisnis televisi, TransTV. Pada bisnis
pertelevisian ini, ia juga dikenal berhasil mengakuisisi televisi yang nyaris
bangkrut TV7, dan kini berhasil mengubahnya jadi Trans7 yang juga cukup sukses.
Tak heran, dengan semua prestasinya, ia layak disebut
sebagai "The Rising Star". Bahkan, baru-baru ini, ia dinobatkan sebagai orang
terkaya Indonesia,
di posisi ke-18, dengan total kekayaan mencapai 450 juta dolar AS. Sebuah
prestasi yang mungkin tak pernah dibayangkannya saat memulai usaha
kecil-kecilan, demi mendapat biaya kuliah, ketika masih kuliah di UI dulu.
Hal itulah yang barangkali membuat Chairul Tanjung selalu
tampil apa adanya, tanpa kesan ingin memamerkan kesuksesannya. Selain itu,
rupanya ia pun tak lupa pada masa lalunya. Karenanya, ia pun kini getol
menjalankan berbagai kegiatan sosial. Mulai dari PMI, Komite Kemanusiaan Indonesia,
anggota Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia
dan sebagainya. "Kini waktu saya lebih dari 50% saya curahkan untuk
kegiatan sosial kemasyarakatan," ungkapnya.
Pencapaian Chairul
Tanjung sebagai tokoh bisnis yang gemilang, dengan berbagai jenis usahanya,
telah membuat ia dinobatkan sebagai "The Rising Star". Ia mampu membuktikan,
bahwa kebangkrutan dan kegagalan, justru bisa menjadi bahan pembelajaran guna
meraih sukses yang luar biasa di kemudian hari. Dan, yang terpenting, di tengah
kesuksesannya, ia kini tak lupa berbagi, dengan menjadi pegiat berbagai urusan
sosial kemasyarakatan. Sebuah catatan kehidupan seorang Chairung Tanjung yang
bisa diteladani kita semua.
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
Baca juga artikel lainnya dari Team Andriewongso.com
Salam kenal untuk semuanya.......semoga di tahun ini hidup kita semakin bermakna dan berarti buat orang lain. Meskipun hari terus berlaju tanpa dorongan dari siapapun, tapi kita masih bisa berbagi dengan teman-teman yang tidak dikenal dan sangat dekat di hati.
Kita hidup memang berisiko, jasmani maupun rohani. Maka dari itu kita harus bertanggung jawab penuh terhadap diri kita, jangan memanjakan diri terhadap keadaan yang mendukung. Masalah dan derita adalah menu pokok kita setiap hari, dan anggaplah sebagai makanan dan minuman yang mendorong kita untuk bertahan hidup. Tanpa itu semua kita hidup tidak berarti bagi diri kita maupun orang lain.
Dan kita buktikan pada dunia, bahwa kita mampu bertahan hidup untuk melihat keajaiban-keajaiban dunia yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa setiap hari. Tanpa kita lewati dengan ikhlas maka akan terasa berat untuk dijalani.
Buat saya sendiri, saya menganggap Mas'Alah & De' Rita sebagai saudara saya. Maka dari itu saya akan tetap bertahan hidup sampai jantung ini tak berdetak. Saya akhiri dan jika ada kata-kata yang kurang berkenan di hati pembaca & penggemar Pak Andrie Wongso, saya minta maaf. Wassalam..
Mat Malam P. Andrie, saya atas nama pribadi, keluarga dan sebagai bagian dari umat Buddhis, dengan ini, saya nyatakan, bahwa acara seminar di JITEC tgl 14 Nov'09 sungguh sangat luar biasa sekali, karena dengan kebesaran dan keagungan dari P. Andrie dan teamnya, sehingga dapat menghadirkan P. Jaya Suprana, meskipun beliau dalam keadaan kurang sehat.
Bagi P. Jaya Suprana, tidak bisa lagi menepuk tangan saat selesai acara, karena menilai keagungannya kondisi saat itu, dan saya secara pribadi, tidak bisa lagi menahan titik air mata, saat merenungi dan meresapi sambutan dari Menteri DKP dan mantan Menpora.
Kondisi ini memang dil uar dari batas kewajaran dan sangat istimewa sekali, bagi seorang P.Andrie, yang sangat gigih, bijak, dan penuh dengan cinta kasih sesama umat manusia di segala keadaan, golongan dan apapun namanya yang terkait dengan bidang sosial, budaya, dan pendidikan motivasi.
Maka dalam kesempatan ini saya pribadi, memberikan gelar kepada P. Andrie, bukan saja SDTT (Sekolah Dasar Tidak Tamat) dan TBSSS (Tapi Bisa Sukses Sampai Sekarang), melainkan dapat menyandang gelar DRS(Dari Relawan Sejati), sehingga P. Andrie yang dari awal kehidupannya sangat prihatin, tetapi karena Karunia dari Sang Bodhisatwa, maka sekarang P. Andrie menjadi seorang yang menyandang gelar SDTT, tetapi TBSSS. Untuk selanjutnya gelar yang pantas untuk P. Andrie, saya mengusulkan menjadi : "DRS P. Andrie Wongso, SDTT & TBSSS"
Kami terus mendukung perjuangan P. Andrie, untuk kehidupan umat, massa dan bangsa Indonesia. Salam hormat dan luar biasa. Terima kasih atas acara motivasinya di Radio Cakrawala dan Smart FM! Sampai jumpa di acara berikutnya.
Mari kita membangun KEKAYAAN MENTAL melalui program Share & Be Happy, demi kehidupan yang lebih bernilai!
Melalui program ini, Andrie Wongso dan tim akan membagikan wisdom, inspirasi, dan motivasi dalam berbagai bentuk:
Audio
Slides Show yang diiringi musik dan suara langsung dari Andrie Wongso
Widget
Greeting Card
Wallpaper
Bookmark
Poster
Photo Frame
Kalender
Newsletter
dan masih banyak lagi! Semuanya menarik, bermanfaat, gratis, dan boleh dibagikan ke keluarga, teman, dan rekan-rekan Anda.
Untuk ikut program ini, daftarkan diri Anda sekarang juga sebagai anggota (member) website AndrieWongso.com. Caranya: isi formulir di bawah ini. Mudah kan?