Home
Profile AW
Interaksi AW
Artikel AW
AW 4U
FREE Corner
AW Shop
Majalah LuarBiasa
 

Kreatif. Energik. Dinamis

Hidup ini adalah sebuah karunia yang perlu kita sambutdengan kreativitas tinggi, energi yang besar, dan sikap penuh dinamis setiapwaktu. Di bidang apa pun, yang menjadi pemenang adalah mereka yang kreatif,penuh energi, dan dinamis.

Karena itulah, kami menetapkan “Kreatif, Energik, danDinamis” sebagai slogan ANDRIEWONGSO.COM

Kreatif. Ia adalahsumber inovasi. Yaitu sesuatu yang baru, bermanfaat, dan dapat diaplikasikan.

Energik. Sesuaihukum alam, hidup itu berarti bergerak, aktif, positif, segar. Kita harusmengkondisikan diri kita untuk selalu bersemangat dalam menjalani kehidupanini.

Dinamis. Perubahan adalah sesuatu yang pasti dalam hidup kita. Karena itu, kita harus selalu menyesuaikandiri mengikuti zaman dalam kondisi apa pun.

Dengan ”Kreatif,Energik, dan Dinamis”, kami akan selalu menyajikan sesuatu yang baru danbermanfaat sesuai dengan perkembangan zaman.

Ken Soetanto - Anak Buangan yang Jadi Rebutan

Penulis : Team Andriewongso.com
Selasa, 23Februari 2010, Dibaca : 20445 kali | Dicetak : 386 kali | Cetak artikel ini



Pepatah yang berbunyi, “There is no greatness without suffering” (Tak ada KEJAYAAN tanpa PENDERITAAN) mungkin tergambar jelas dari perjalanan hidup seorang pantang menyerah bernama lengkap Ken Soetanto ini. 

Perjuangan panjang Soetanto dimulai ketika SMA-nya di Surabaya, Chung-Chung High School, ditutup pemeritah untuk selamanya pada 1965, bersamaan dengan terjadinya gejolak politik antikomunisme. Ia akhirnya terpaksa bekerja sebagai tukang reparasi radio di toko milik kakaknya. “Setelah toko tutup pada jam 8 malam, saya belajar sampai jam 5 pagi. Saya terus mengotak-atik radio dan tape. Semangat ini masih saya bawa sampai sekarang.”

Lalu begitu merasa mampu memperbaiki alat elektronik, Soetanto pun berkeliling ke toko-toko elektronik di Blawuran untuk menawarkan jasa reparasi gratis. Meski memberikan jasanya secara cuma-cuma, ia tak lantas dipercaya orang. Hingga Soetanto harus memberikan senjata pamungkasnya dengan ucapan, “Kalau rusak, komponennya saya ganti.” Kegiatan ini berlangsung hingga hampir delapan tahun lamanya.

Walaupun toko milik kakaknya berkembang pesat dan Soetanto sendiri mampu mengumpulkan banyak uang, ia merasakan kehampaan dalam jiwanya. Panggilan jiwanya untuk menimba ilmu hingga mampu menjadi ilmuwan terus mengusiknya. Namun, suasana sosial politik di Indonesia pada masa itu tidak memungkinkan impian Soetanto terwujud. Karena itulah, ia tak punya pilihan lain selain harus pergi ke luar negeri. Dengan bantuan kakaknya dan uang tabungan Soetanto sendiri, ia akhirnya bisa menuntut ilmu ke Jepang.

Meski sudah berhasil menginjakkan kaki di Jepang dan berkesempatan belajar di Negeri Sakura, bukan berarti langkah perjuangan Soetanto berhenti. Justru di sinilah jiwa pantang menyerah dan kegigihannya diuji sangat keras

Sewaktu Soetanto memulai sekolah kembali di Jepang, usianya sudah 27 tahun. Padahal rata-rata orang Jepang pada umur segitu sudah meraih gelar PhD. Karena itu, ia mendapat hinaan. Meski begitu, ia tak menyerah. Rencana menyelesaikan studi S-1 selama satu tahun akhirnya molor hingga empat tahun. 

Pada tahun ketiga masa kuliahnya, perusahaan kakaknya di Pasar Turi ludes terbakar. Pada peristiwa itu, sekitar 4.000 toko di pasar itu terbakar habis dalam tiga hari. Kejadian ini membuat Soetanto tak lagi mendapat bantuan dana dari kakaknya. Bahkan, kakaknya meminta Soetanto untuk pulang ke Indonesia. Namun, Soetanto malah berkata, ”Saya pasti lulus. Saya akan tetap meneruskan sekolah meski tanpa kiriman uang dari kakak.” Kebetulan Soetanto juga memiliki pekerjaan sebagai guru les privat dengan bayaran 40 ribu yen, atau kira-kira sepertiga biaya hidup yang dia butuhkan. Prinsip ”never-never give up” menjadi pegangan Soetanto kala itu. 

Dengan prinsip itu pula, Soetanto berhasil menyelesaikan S-1 dalam waktu 4 tahun, S-2 selama dua tahun, dan S-3 selama tiga tahun. Setelah lulus S-3, ia pulang ke Indonesia untuk menjemput istri dan anaknya untuk tinggal di Jepang. Tapi ternyata selama satu tahun kemudian, Soetanto tak kunjung mendapat satu pun pekerjaan. Padahal, ia lulusan Tokyo Institute of Technology yang setara dengan MIT-nya Jepang. Nilai akademik Soetanto pun bagus. Setelah diselidiki, ternyata yang menjadi penghalang dirinya bekerja di Jepang adalah latar belakangnya yang asal Indonesia atau luar negeri

Terbentur tembok perintang semacam ini membuat Soetanto mencari solusi lain. Satu-satunya cara yang bisa dilakukannya untuk mendobrak ”tradisi” di Jepang itu adalah ia harus melebihi kepintaran orang Jepang. Karena itulah, ia memutuskan untuk kuliah lagi. Kali ini, ia mengincar gelar PhD di bidang kedokteran. Soetanto mampu meraih gelar ini hanya selama separuh masa studi yang seharusnya, yaitu 7 tahun. 

”Dengan mengantongi dua gelar, saya merasa menjadi orang top. Orang Jepang menyebutnya dengan istilah, hantu yang membawa besi. Hantu saja sudah ditakuti, apalagi yang membawa besi,” begitulah pemikiran Ken Soetanto. Namun ternyata, perkiraannya ini meleset jauh. Ia masih saja kesulitan mendapat pekerjaan. Sampai-sampai, istri dan anaknya harus diungsikan ke kerabatnya di Hong Kong. 

Lalu, tiba-tiba Soetanto dihubungi oleh mantan profesornya, yang sering ia panggil dengan sebutan Profesor IT. Profesor ini sangat pintar dan hebat serta memiliki hak paten sebanyak 900 item. Namun, ia juga sangat kejam. Saat bertatap muka, sang profesor menceritakan kepusingannya mencari dosen biomedical di Jepang. Lalu, Soetanto menawarkan diri untuk mengisi lowongan itu karena memang latar studinya adalah bidang kedokteran dan biomedical. Singkat cerita, Soetanto diperkenalkan ke rektor dan menjalani tes. Dari hasil itu didapat, nilai respektor Soetanto adalah 37 dan itu sudah sangat cukup, serta bahasa Inggrisnya juga cukup. Karena itu, ia diminta untuk menyerahkan aplikasinya.

Berita itu membuat Soetanto sangat gembira. ”Tuhan memang mengasihi orang-orang yang tak berputus asa,” begitulah pikir Soetanto. Namun, ternyata kenyataan yang lebih pahit harus diterima Soetanto keesokan harinya. Ketika datang kembali ke kampus untuk menyerahkan aplikasi yang diminta dan sampai harus menunggu hingga berjam-jam, ia ”dibombardir” dengan ucapan dingin sang profesor. ”Tanto, ini bukan di Indonesia, ini Jepang. Lupakan aplikasi kamu! Kamu orang Indonesia. Kamu bisa belajar atas bantuan orang Jepang, kok sekarang mau mengajar orang Jepang? Orang Jepang tak butuh kamu!” Sontak hati Soetanto seperti teriris-iris. 

Meski perasaannya hancur, tak lantas menghancurkan mimpinya. Hinaan itu malah dijadikannya tekad kuat untuk membuktikan bahwa orang Indonesia juga mampu memiliki kemampuan di atas orang-orang Jepang. Tekad inilah yang kini menjadi kenyataan manis. Setelah ditempa dalam ”bara api yang sangat panas”, kini Soetanto menjadi berlian yang sangat indah. 

Ia berhasil meraih gelar profesor dan empat gelar PhD dari empat universitas berbeda di Jepang. Yaitu, PhD di bidang aplikasi rekayasa elektronika dari Tokyo Institute of Technology, PhD di bidang kedokteran dari Universitas Tohoku, gelar Doktor Ilmu Farmasi dari Science University of Tokyo, dan Doktor Ilmu Pendidikan dari Universitas Waseda. Soetanto menjadi orang pertama non-Jepang yang menduduki jabatan Kepala Divisi di Universitas Waseda. Ia salah satu dari tiga pemohon paten paling terkemuka di Jepang, yang telah mempublikasikan lebih dari 1.100 karya ilmiahnya. 

Ken Soetanto berhasil mewujudkan mimpinya semasa muda: menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi orang banyak. Luar biasa!

Prof Ken, ketika sedang berbagi kisah, ilmu, dan inspirasi, dalam seminar "Create Your Hoki/Success in Business and Career", 20 Februari 2010 di Jakarta.

 



Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!


Baca juga artikel lainnya dari Team Andriewongso.com

Hari Ini, 150 Tahun yang Lalu
Aspirin
Kemampuan Memperbaiki Gadget Dipengaruhi Usia
Australia Dilanda Badai Debu
Delapan Menit Untuk 46 Kue?
Artikel Selanjutnya :
Sutradara Perempuan Pertama Yang Merebut Oscar (Success Story) - Selasa, 09 Maret 2010
Endang Setyadi: Ibu Yang Luar Biasa (Success Story) - Rabu, 21 April 2010
Ketra Oberlander: Menaklukkan Mata Buta Dengan Melukis (Success Story) - Jumat, 21 Mei 2010
Seniman Jalanan Manggung Di Luar Angkasa (Success Story) - Selasa, 01 Juni 2010
Kejujuran Membawa Berkah (Success Story) - Jumat, 04 Juni 2010
Baca juga artikel sebelumnya :
Carey Mulligan, Si Pemalu Yang Dicalonkan Meraih Oscar (Success Story) - Rabu, 17 Februari 2010
Enam Grammy Untuk Beyonce (Success Story) - Selasa, 02Februari 2010
James CameronSutradara Terbaik (Success Story) - Selasa, 19 Januari 2010
Magnus Carlsen, Raja Catur Baru (Success Story) - Minggu, 03 Januari 2010
Suryo Agung, Manusia Tercepat Asia Tenggara (Success Story) - Kamis, 17 Desember 2009

Bagaimana menurut kalian?




SHARE & BE HAPPY

FREE!!
Teman-teman yang LUAR BIASA, melalui program ini kami akan membagikan wisdom, inspirasi, dan motivasi secara rutin langsung ke E-mail Anda!

Ajak teman-teman dan keluarga ya :)

AW MOTIVATION QUOTES

TAMAN MOTIVASI

Kita.. boleh menerima Kenyataan. Tapi, Janganlah pernah menyerah dengan Keadaan!!! SUKSES.. LUAR BIASA DAHSYAT!!!

Pengirim: Andrew Lim

TESTIMONIAL

Baru pertama buka website ini. Tapi saat ini juga saya saya berjanji akan sering mengunjungi website ini. Karena saya terinspirasi pada banyak cerita dan artikel yang bisa saya dapat didalamnya. Saya juga ingin kembali menghidupkan "semangat" belajar saya yang 7 tahun terakhir padam. Saya ingin menjadi motivator, meski hanya bagi adik saya, rekan kerja saya, anak dan suami saya.
Salam.

Pengirim: Titip Mahya Novika

RADIO SONORA - Live Streaming

ANDRIE WONGSO SUCCESS WISDOM & MOTIVATION Dengarkan siaran bapak Andrie Wongso setiap hari Senin, Pk. 07.00 - 08.00 WIB, Live di 18 station & 15 kota.
Get the Flash Player to see this player.

HUBUNGI KAMI

OUR PARTNER


Profil Motivator nomor 1 Indonesia, Artikel, T.Motivasi, Testimoni, dan Share & Be Happy. Serta kunjungi AW Shop dan Galeri Foto
Copyright © 2006-2012 Andriewongso.com Action & Wisdom Motivation Training. All Rights Reserved



Motivation Motivator Motivational Bijaksana Kata Motivasi Motivasi Motivate Kata-kata Motivasi Kata Mutiara Kata Bijak Persahabatan Semangat
Teman-teman yang LUAR BIASA,

Mari kita membangun KEKAYAAN MENTAL melalui program Share & Be Happy, demi kehidupan yang lebih bernilai!

Melalui program ini, Andrie Wongso dan tim akan membagikan wisdom, inspirasi, dan motivasi dalam berbagai bentuk:
  1. Audio
  2. Slides Show yang diiringi musik dan suara langsung dari Andrie Wongso
  3. Widget
  4. Greeting Card
  5. Wallpaper
  6. Bookmark
  7. Poster
  8. Photo Frame
  9. Kalender
  10. Newsletter
dan masih banyak lagi! Semuanya menarik, bermanfaat, gratis, dan boleh dibagikan ke keluarga, teman, dan rekan-rekan Anda.

Untuk ikut program ini, daftarkan diri Anda sekarang juga sebagai anggota (member) website AndrieWongso.com. Caranya: isi formulir di bawah ini. Mudah kan?