Jika ada sosok yang sebelumnya kurang
dikenal dan tiba-tiba mencuat menjadi buah bibir di seluruh dunia, barangkali
salah satunya adalah Barack Obama Junior. Yah, berkat kemenangannya dalam
pemilihan calon presiden dari Partai Demokrat-mengalahkan calon kuat, Hillary
Clinton-ia kini maju menjadi calon presiden negara adidaya Amerika Serikat
(AS). Dalam pemilihan mendatang, ia akan melawan rivalnya dari Partai Republik,
John McCain.
Hebatnya, Obama tercatat sebagai calon
presiden pertama AS yang berkulit hitam. Tentunya ini menjadi catatan sejarah.
Sebab, meski di AS pernah bermunculan pemimpin kulit hitam, namun belum satu
pun yang kemudian menjadi calon kuat menjadi presiden. Apalagi, posisi pria
kelahiran 4 Agustus 1961 di Honolulu Hawaii-dalam
berbagai jajak pendapat-sangat diunggulkan.
Memang, tak banyak orang di dunia yang tahu
sosok pria murah senyum ini sebelum akhinya maju jadi capres. Ia yang
sebelumnya menjabat sebagai senator di negara bagian Illinois, hanya dikenal di AS saja. Bahkan,
sebelum jadi senator, mungkin juga tak banyak orang yang tahu bahwa ia adalah
seorang dosen hukum konstitusi di University of Chicago Law School dari tahun
1992-2004. Padahal, lulusan Columbia University dan Harvard Law
School ini punya sejumlah
prestasi yang cukup membanggakan.
Terlahir dari keluarga multietnis, sosok
Obama mengundang banyak simpati. Ayahnya, seorang ekonom kulit hitam lulusan
Harvard, Barack Husein Obama Senior berasal dari Kenya. Sedangkan ibunya yang
berkulit putih, Ann Dunham, berasal dari Wichita
Kansas. Ketika berusia dua tahun,
orangtuanya bercerai. Obama pun ikut ibunya. Sang ibu kemudian menikah lagi
dengan pria berkebangsaan Indonesia,
Lolo Soetoro, yang kala itu sedang menempuh pendidikan jenjang MA Geografi di East-West
Center.
Lolo yang juga pejabat di Pertamina
kemudian memboyong ibunya dan Obama ke Indonesia. Inilah yang kemudian
membuat Obama dianggap sangat dekat dengan Indonesia. Bahkan, ia sempat
sekolah di Indonesia
sampai usia 10 tahun. Setelah itu, ia kemudian tinggal bersama kakek neneknya dan
bersekolah di Punahou School di AS. Di sana,
sepertinya bakat kecerdasan dan kepemimpinan Obama mulai tertanam. Buktinya, ia
lulus dengan predikat honor atau sangat baik.
Karier Obama di dunia politik mulai teruji
ketika ia memutuskan untuk menjadi calon anggota DPR Amerika pada tahun 2000.
Saat itu, ia gagal. Meski begitu, ia pantang berputus asa. Sembari tetap
mengajar, ia maju lagi dalam pencalonan sebagai senat tahun 2003. Kemudian,
pada kesempatan pidato dalam Democratic National Convention, ia berhasil
memukau dan akhirnya terpilih sebagai senator pada November 2004.
Kiprahnya terus menanjak. Di antaranya ia
berperan aktif dalam menelurkan sejumlah aturan, seperti soal penggunaan
senjata dan transparansi keuangan dana federal. Berbekal berbagai gebrakan
politiknya inilah, Obama kemudian memberanikan maju sebagai capres dari Partai
Demokrat. Sebab, menurutnya, untuk merubah sesuatu perlu tindakan nyata, dan
menjadi presiden adalah salah satunya. "Perubahan tak kan terjadi jika kita menunggu orang lain
atau kesempatan lain untuk berubah. Sebab, diri kitalah yang kita tunggu,
kitalah perubahan yang dicari itu," ujarnya dalam sebuah kesempatan. "Butuh
banyak tetesan darah dan keringat untuk sampai di sini (pemilihan
presiden-red). Tapi kita baru mulai. Yang kita lakukan hari ini adalah untuk
memastikan bahwa dunia yang akan kita tinggalkan kelak jauh lebih baik untuk
anak kita daripada saat ini."
Dengan tekad itulah, kini Obama terus maju.
Entah bagaimana hasilnya kelak, kita tunggu saja.
Tekad
dan kemampuan Obama untuk melakukan perubahan dengan maju ke panggung politik
perlu mendapat acungan jempol. Meski tak diunggulkan sebelumnya, dengan tekad
kuat dan semangat pantang menyerah, ia menunjukkan bahwa dirinya layak dipilih
untuk jadi orang nomor satu di negara adidaya Amerika. Sebuah semangat dan
tekad yang patut dicontoh dan diterapkan di banyak bidang. Sebab, sejatinya,
tanpa tekad kuat dan semangat pantang menyerah-plus kerja keras tentunya-
sebuah cita-cita hanya akan berujung pada impian semata.
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Team Andriewongso.com
|
 |
Kasih Ibu Sepanjang Masa
|
 |
Katerina Emmons Raih Emas Pertama Dan Membukukan Rekor Baru
|
 |
Charger Universal
|
 |
Keajaiban Rasa Syukur
|
 |
Hari Ini, 54 Tahun yang Lalu
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Jet Li, Jagoan Di Dalam Dan Luar Film
(Success Story) -
Rabu, 22 Oktober 2008
|
 |
Markis Kido/hendra Setiawan
(Success Story) -
Kamis, 06 November 2008
|
 |
Jeff Bezos, Sang Raja Bisnis Online
(Success Story) -
Selasa, 11 November 2008
|
 |
Soebronto Laras
(Success Story) -
Jumat, 28 November 2008
|
 |
Matthew Mullenweg
(Success Story) -
Rabu, 17 Desember 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Michael Phelps
(Success Story) -
Rabu, 24 September 2008
|
 |
Putera Sampoerna
(Success Story) -
Selasa, 09 September 2008
|
 |
Titiek Puspa
(Success Story) -
Senin, 25 Agustus 2008
|
 |
Rafael Nadal, Sang Pejuang Pantang Menyerah
(Success Story) -
Rabu, 06 Agustus 2008
|
 |
Yoo Ye-eun
(Success Story) -
Kamis, 24 Juli 2008
|
|
|