Dunia balap motor profesional berduka. Pembalap Moto2 (GP 250cc) asal Jepang, Shoya Tomizawa, kehilangan nyawa akibat kecelakaan tragis di Sirkuit Misano, San Marino, Italia, Minggu (5/9). Ia terjatuh ke lintasan dari motornya, kemudian tertabrak oleh dua pembalap yang ada di belakangnya.
Kecelakaan fatal dan tragis
Kesedihan langsung merebak di sirkuit, saat kabar duka itu beredar di antara para pembalap dan mekanik.
"Saya pikir, semua orang hari ini berduka. Kami merasakan ada lubang besar di hati kami dan kami merasa hampa," ujar pembalap Honda, Dani Pedrosa.
Alhasil, tidak ada perayaan dengan sampanye dalam lomba yang dimenangi oleh Pedrosa itu. Bendera negara dari tiga pemilik podium juga cuma berkibar setengah tiang sebagai tanda duka.
Pengibaran bendera setengah tiang sebagai tanda dukacita
"Saat hal-hal seperti ini terjadi, semua hal lain (seperti perayaan dan lomba itu sendiri) jadi tak berarti," tegas pembalap Italia, Valentino Rossi, yang juara dunia balap motor 9 kali.
Pembalap Muda Berbakat
Tomizawa adalah pembalap muda penuh bakat. Pemuda kelahiran 10 Desember 1990 itu menjuarai seri pertama Moto2 musim ini di Qatar dan jadi runner-up di seri berikutnya di Spanyol.
Saat meninggal, Tomizawa yang ada di bawah naungan tim Suter berada di urutan keenam klasemen sementara Moto2. Ia mengoleksi 82 angka, selisih 129 angka di belakang Toni Elias yang berada di posisi teratas.
Shoya Tomizawa (19 tahun)
Yang patut dicatat adalah Tomizawa melakukannya dengan motor yang di atas kertas kalah kelas dibanding rival-rivalnya.
"Motornya Tomizawa cuma berharga 30 ribu euro. Bandingkan dengan motor para pembalap lain yang berharga 1 juta euro dan dia (Tomizawa) cuma kalah 0,3 detik!" seru mekanik kepala Tomizawa, Gilles Bigot, seusai seri Spanyol awal tahun ini.
Tak Terbayangkan
Kecelakaan yang menimpa Tomizawa kembali menyadarkan kita semua tentang pentingnya regulasi keselamatan. Tapi kasus Tomizawa juga terbilang "special" karena kecelakaan seperti itu tidak pernah terbayang sebelumnya.
"Tentang keselamatan, kerja keras sudah dilakukan, tapi ini adalah hal terburuk yang bisa terjadi dalam olahraga ini. Anda terjatuh, tapi tetap di lintasan dan motor lain ada di belakang," jelas Rossi kepada wartawan.
Tomizawa saat mendapat pertolongan pertama dari tim penyelamat. Ia meninggal di RS Riccione
"Juga, di tikungan cepat seperti itu, biasanya kalau Anda jatuh, maka Anda akan terlempar ke luar lintasan karena kecepatan sedang tinggi. Sialnya, Tomizawa jatuh tapi tidak melebar. Dia tetap bersama motornya di lintasan. Dua pembalap di belakangnya, yang melaju dengan kecepetan 230 km/jam, terlalu dekat untuk melakukan sesuatu. Menurut saya, De Angelis dan Redding, dua pembalap yang tak sengaja melindas Tomizawa, tidak bersalah. Tak ada yang bisa dilakukan pada situasi seperti itu. Mereka cuma ada di tempat yang salah di momen yang salah," pungkas Rossi.
Pada akhirnya, kita hanya bisa memperbaiki apa yang ada, dan berharap positif.
"Saya harap kecelakaan fatal seperti ini tidak akan terjadi lagi di masa depan dan kita masih bisa menikmati olahraga ini" kata Pedrosa.
Semoga!
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Tim AndrieWongso.com
|
 |
Maria Montessori, Pakar Pendidikan Ternama dari Italia
|
 |
Fabio Cannavaro Gantung Sepatu
|
 |
5 Tokoh Autodidak Sejati yang Sukses Mengubah Nasib
|
 |
The Hobbit, Setelah 75 Tahun Baru Dibuat Filmnya
|
 |
Banting Setir yang Melahirkan Berkah
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Duplikat Zinedine Zidane
(Sports Corner) -
Jumat, 24 September 2010
|
 |
Asian Games 2010: Indonesia Sementara Peringkat 16
(Sports Corner) -
Senin, 15 November 2010
|
 |
Indonesia Tambah Perak
(Sports Corner) -
Kamis, 18 November 2010
|
 |
Indonesia Raih Emas Pertama
(Sports Corner) -
Kamis, 18 November 2010
|
 |
Emas Kedua Bagi Indonesia
(Sports Corner) -
Jumat, 19 November 2010
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Hujan Gol Di Liga Inggris
(Sports Corner) -
Senin, 23 Agustus 2010
|
 |
Piala Pertama Dari Hernandez Untuk MU
(Sports Corner) -
Senin, 09 Agustus 2010
|
 |
Menularkan Sukses Dengan Selebrasi Kemenangan
(Sports Corner) -
Selasa, 03 Agustus 2010
|
 |
Atlet Terkaya Di Dunia
(Sports Corner) -
Jumat, 23 Juli 2010
|
 |
Spanyol Juara Dunia
(Sports Corner) -
Senin, 12 Juli 2010
|
|
|