Cabang olahraga gulat sukses menyumbangkan medali emas untuk Tim Merah Putih di SEA Games XXV 2009 Laos. Medali pertama disumbangkan oleh
Ardiansyah pada Selasa (15/12) di Hall Gulat, National University, Vientiane.
Berlaga di babak final gaya Greco-Roman kelas 50 kilogram, atlet asal Kalimantan Timur itu sukses mengalahkan dua pegulat Thailand dan mencetak skor 2-0. Setelah memastikan diri bahwa medali emas berada dalam genggamannya, Ardiansyah menerima selembar bendera Merah-Putih dan mengacungkan tinjunya. Ratusan penonton bersorak, bendera Merah-Putih terbentang, dan lagu kebangsaan Indonesia Raya pun berkumandang!
Istimewa
Wajar apabila Ardiansyah menerima banyak pujian, sebab ia mampu mengharumkan nama bangsa dan negara pada kompetisi internasional yang bergengsi, di negeri orang pula. Namun rasanya, kita pantas memberi apresiasi lebih tinggi. Prestasi pemuda Samarinda ini sangat istimewa! Tahukah Anda, Ardiansyah bukanlah atlet dengan kondisi fisik sempurna? Telinga kirinya cacat, hingga ia susah mendengar (juga berbicara). Lebih dari itu, sejak kecil, paru-paru pemuda kelahiran 19 September 1983 ini mengalami gangguan. Akibatnya, bisa dibilang, atlet asli binaan daerah ini hanya mampu bernapas dengan satu/sebelah paru-paru saja.
Sungguh luar biasa, dalam kondisi fisik yang terbatas seperti itu, semangat Ardiansyah tetap menggebu untuk bisa menang dan mengharumkan nama negaranya. Oleh pelatihnya, Buyamin, ia ditempa oleh latihan keras. Tak heran, saat bertanding di atas matras, ia bisa tampil luar biasa dan penuh percaya diri, bahkan saat berada dalam posisi terdesak sekalipun.
Akhirnya, ia mampu menjadi yang terbaik di kelasnya-dengan mengalahkan atlet-atlet gulat unggulan dari Thailand, Vietnam, dan Laos. Harap dicatat pula, ini SEA Games pertama untuk Ardiansyah.
Ardiansyah diberi selamat oleh kubu Thailand
"Saya sangat bersyukur dapat meraih emas di sini. Saya persembahkan untuk orangtua dan seluruh rakyat Indonesia," ujar Ardiansyah, mengenai prestasi istimewanya.
Buyamin, pelatih gulat, menyatakan akan mengubah porsi latihan Ardiansyah agar anak didiknya ini bisa berprestasi di Asian Games 2010.
Omong-omong, apakah kegiatan gulat tidak membahayakan Ardiansyah? Buyamin mengatakan, justru karena mengenal olahraga gulat sejak dini (usia 11 tahun), Ardiansyah bisa bertahan hingga kini. "Kondisinya tetap bagus karena ia rutin berolahraga!"
Selamat untuk Ardiansyah. Semoga prestasi istimewa ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua, khususkan para atlet Tanah Air
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Team Andriewongso.com
|
 |
Emas Pertama Indonesia
|
 |
Virus Komputer Merambah Manusia
|
 |
Hari Ini, 79 Tahun yang Lalu
|
 |
Hamil, Davenport Absen Tur
|
 |
Emas Dan Platina Dari Luar Angkasa
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
SEA Games XXV – Indonesia Finis Posisi Tiga
(Sports Corner) -
Sabtu, 19 Desember 2009
|
 |
Poin Ke-10 Juta NBA
(Sports Corner) -
Senin, 11 Januari 2010
|
 |
Trofi Emas Di Jakarta
(Sports Corner) -
Rabu, 27 Januari 2010
|
 |
Tayangan 3D Di Sepak Bola
(Sports Corner) -
Selasa, 02Februari 2010
|
 |
Korsel Kuasai Cabang Speed Skating Olimpiade Musim Dingin
(Sports Corner) -
Rabu, 24 Februari 2010
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Emas Dari Bulu Tangkis
(Sports Corner) -
Senin, 14 Desember 2009
|
 |
Emas Pertama Indonesia
(Sports Corner) -
Kamis, 10 Desember 2009
|
 |
Messi Terbaik Di Eropa
(Sports Corner) -
Selasa, 01 Desember 2009
|
 |
Spurs Menang Besar
(Sports Corner) -
Senin, 23 November 2009
|
 |
Indonesia Raih Emas Di Kejuaraan Dunia Angkat Besi
(Sports Corner) -
Minggu, 22 November 2009
|
|
|