"Rhenald Kasali, baca kitab ini dua kali!" Itulah komentar pengusaha Purdi
Chandra atas kitab 13 Wasiat Terlarang!
Dahsyat dengan Otak Kanan! Komentar
guru pemasaran Hermawan Kartajaya pula, "Hanya untuk praktisi!" Komentar perencana keuangan Safir Senduk,
"Saatnya karyawan menyaingi pengusaha, dengan kitab ini!" Ketahuilah, Cashflow Quadrants dan The Secret mustahil diterapkan tanpa
aktivasi otak kanan. Fakta pun membuktikan bahwa kesuksesan 80 persen
ditentukan oleh otak kanan, lantaran tak tercerainya antara otak kanan dengan
kecerdasan emosional (EQ) dan spiritual (SQ). Celakanya,
mayoritas orang kuat otak kirinya. Karena itulah orang sukses menjadi minoritas.
Para ahli yang mulai meneliti sejak
1930-an percaya bahwa otak kiri adalah otak rasional, yang erat kaitannya
dengan IQ, lebih bersifat logis, aritmatik, verbal, segmental, fokus, serial (linier), mencari perbedaaan,
dan bergantung waktu. Sedangkan
otak kanan adalah otak emosional, yang erat kaitannya dengan EQ, bersifat intuitif,
spasial, visual, holistik, difus, paralel (lateral), mencari persamaan, dan tidak tergantung waktu. Konon dualisme otak inilah yang memojokkan
manusia berpikir serba biner. Timur-Barat, pria-wanita, siang-malam,
gagal-berhasil, debet-kredit, dan seterusnya.
Karakteristik otak kiri itu kering, kaku, dan serba lurus.
Sebaliknya, karakteristik otak kanan itu hidup, supel, dan spontan. Karena
sifat-sifatnya itulah, otak kanan bisa mencuatkan kreativitas, intuisi, dan sintesis, sesuatu yang mustahil dibersitkan oleh otak kiri. Dan peganglah baik-baik kutipan religius yang satu ini, "Mulailah dengan
yang kanan." Penafsirannya menurut saya, juga menurut spiritualis Ary Ginanjar,
"Mulailah dengan otak kanan."
Sebagai tambahan, saya melihat kultur Indonesia, Padang, Batak, Islam, dan
Nasrani akrab dengan serentetan istilah serba kanan yang seluruhnya identik
dengan kebaikan, contohnya ‘tangan kanan', 'langkah kanan', 'jalan kanan', 'golongan kanan' dan 'sebelah kanan'. Malah dalam Bahasa Inggris kebetulan kata 'kanan' dan kata 'benar' sama-sama diterjemahkan menjadi 'right'. Setengah bergurau, saya pun berasumsi bahwa kanan itu
hampir selalu benar. Lebih lanjut, dalam Bahasa Inggris kebetulan pula kata 'kiri' dan kata 'ketinggalan' sama-sama diterjemahkan menjadi ‘left'. Kembali saya berasumsi bahwa
kiri itu hampir selalu ketinggalan.
Kitab 13 Wasiat Terlarang! ini adalah solusi. Kitab yang dilabel Right
Book
ini membongkar tuntas misteri
otak kanan. Dilengkapi dengan Right Test
untuk menguji otak kanan, Right Tips
untuk mengoptimalkan otak kanan, dan Right
CD untuk mengasah otak kanan.
Sehingga, kitab ini urgen dimiliki oleh profesional, entrepreneur, politisi, sekaligus orangtua dan pendidik yang
ingin menghadirkan generasi yang dahsyat. Disebut-sebut 'terlarang', karena isi
buku ini tidak pernah diajarkan di dunia pendidikan dan manajemen, semisal kreativitas, intuisi, dan sintesis.
Mengingat mayoritas individu,
produk, metode, dan pola pikir masih sangat kiri, itu bermakna dunia
membutuhkan kananisasi dengan teramat sangat. Camkanlah, kalau Anda berhasil
menjadi orang kanan tulen, niscaya Anda akan menjadi sebutir batu permata di
tengah timbunan batu kerikil. Dan apa-apa yang Anda sentuh akan menjelma
menjadi sesuatu yang dahsyat. Tidak jadi soal apakah Anda profesional, entrepreneur, politisi, atau apa saja. Salam kanan!
Ippho
Santosa adalah Creative Marketer.
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!